Permasalahan Pengembangan Kurikulum Di Sekolah

Oleh : REZA JATI PAMUNGKAS

(Mahasiswa Jurusan Pendidikan Kimia FPMIPA UPI)

ZAMAN sekarang, perkembangan pengetahuan dan ilmu teknologi semakin pesat di dunia global. Kurikulum semakin berkembang seiring berjalannya waktu dan praktik pendidikan yang harus disesuaikan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan  teknologi yang semakin maju pula. Diharapkan perubahan kurikulum tidak hanya mengacu pada materi ajar semata, tetapi juga harus mampu menjawab tantangan. Karena kurikulum bersifat dinamis maka dalam praktik dan membutuhkan evaluasi. Perubahan kurikulum ini didasari oleh pelaksanaan kurikulum sebelumnya yang belum maksimal. Misalnya, materi pembelajaran yang di anggap berat dan padat, belum sepenuhnya berbasis kompetensi yang kontekstual.

Kurikulum merupakan alat untuk mencapai tujuan pendidikan, sekaligus sebagai pedoman dalam pelaksanaan pendidikan. Dalam usaha pencapaian tujuan pendidikan, peran kurikulum dalam pendidikan formal di sekolah sangatlah strategis. Bahkan kurikulum memiliki kedudukan dan posisi yang sangat sentral dalam keseluruhan proses pendidikan, serta kurikulum merupakan syarat mutlak dan bagian yang tak terpisahkan dari pendidikan itu sendiri, karena peran kurikulum sangat penting maka, menjadi tanggung jawab semua pihak yang terkait dala proses pendidikan. Bagi guru, kurikulum berfungsi sebagai pedoman dalam melaksanakan proses belajar mengajar. Bagi kepala sekolah dan pengawas berfungsi sebagai pedoman supervisi atau pengawasan. Bagi orang tua kurikulum itu berfungsi sebagai pedoman untuk memberikan bantuan bagi terselenggaranya proses pendidikan. Sedangkan bagi siswa kurikulum sebagai pedoman pelajaran.

Pengembangan dan implementasi kurikulum dilapangan berdasarkan hasil observasi, mendapatkan bahwa proses penyusunan kurikulum di sekolah diawali dengan rapat dewan guru dan rapat kerja guru seluruh mata pelajaran mensepakati tentang kurikulum, struktur kurikulum, muatannya dan sebagai macamnya. Muatan dinas otomatis tidak dapat diubah lagi tapi disesuaikan dengan kebutuhan sekolah, dan muatan sekolah disesuaikan dengan ciri khas sekolah, dari situ kemudian diperoleh perangkat kurikulum KTSP, yang mengandung jumlah jam pelajaran,  mata pelajaran dan lain sebagainya

Pengembangan kurikulum disesuaikan dengan arahan dari pemerintah, ada istilahnya “mengurangi tidak boleh, sedangkan menambahkan boleh” kurikulum yang berasal dari pemerintah dilaksanakan, adapun pengembangan dan penambahan pada kurikulum yang akan digunakan tidak jadi permasalahan. Pengembangan dan penambahan pada kurikulum tersebut disesuaikan dengan kebutuhan sekolah dan berdasarkan ciri khas dari sekolah yang menjalaninya. Setelah kurikulum ditambahkan penambahan tersebut dilaporkan kepada dinas. Pihak yang dituntut untuk menyusun kurikulumnya adalah pihak pengembang kurikulum, pimpinan sekolah yaitu kepala sekolah, pihak-pihak inilah yang menjadi penggerak utama pengembangan kurikulum disekolah ini. Semua guru dilibatkan dalam penyusunan kurikulum dalam sebuah workshop kurikulum, dari workshop tersebut disimpulkan dan disepakati kurikulumnya.

Kesulitan yang sering muncul pada implementasi kurikulum yang digunakan adalah ketika terdapat kurikulum yang khas menyebabkan bertambahnya  jam belajar siswa karena menambahakan mata pelajaran tertentu yang menjadi ciri khas di sekolah tersebut. Proporsi waktu yang diberikan menyebabkan waktu pada mata pelajaran tertentu menjadi berkurang sehingga menyebabkan adanya kesulitan yang kedua, yaitu pada mata pelajaran tertentu sulit menyesuaikan jam pelajaran yang diberikan dari kurikulum dengan beban materi yang diajarkan. Sehingga membuat guru bekerja lebih keras agar bisa memaksimalkan waktu yang ada. Sehingga didapatkan solusi dari kesulitan yang ada adalah dengan memberikan pelajaran tambahan di luar jam sekolah, serta memberikan penugasan dari guru kepada siswa agar siswanya mencari dan belajar dirumah. Itulah salah satu cara guru pada sekolah tersebut menghadapi kendala yang ada. Kesulitan yang terjadi disekolah hanyalah ini yang sering muncul.

Permasalahan-permasalahan yang terjadi menjadi bahan kajian untuk dipaparkan oleh guru yang menerapkan kurikulum dalam evaluasi kurikulum. Evaluasi kurikulum diadakan persemester. Proses evaluasi kurikulum seluruh guru dilibatkan karena semua guru punya pertimbangan, dari evaluasi ini muncul masukan-masukan untuk pengembangan  kurikulum kedepannya lebih baik. Itulah pengembangan kurikulum disalah satu sekolah di Bandung.

 

Referensi

Anonim. (2012). Pengembangan dan pembaharuan kurikulum. [online]. Tersedia:

http://ta-44.blogspot.com/p/pengembangan-dan-pembaruan-kurikulum.html

[9 April 2013]

Tim Pengembang MKDP Kurikulum dan Pembelajaran. (2009). Kurikulum & Pembelajaran. Bandung: Jurusan Kurtekpen FIP UPI.

This entry was posted on Monday, May 6th, 2013 at 03:49 and is filed under Lain-lain. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. Responses are currently closed, but you can trackback from your own site.

~ dilihat : 2510 kali ~