Sistem E-Vote Pemira UI 2013

Indeks Berita


Sistem E-Vote Pemira UI 2013

Posted by humas-ui on 2013-12-17 09:43:02

Pemira Ikatan Keluarga Mahasiswa (IKM) UI merupakan sebuah acara tahunan yang diselenggarakan oleh BEM UI untuk memilih Ketua dan Wakil Ketua BEM yang baru. Pada pemira tahun ini, proses pemungutan suara dilakukan pada tanggal 2 hingga 6 Desember 2013 dan berakhir pada tanggal 9 Desember saat penghitungan suara . Penghitungan suara ini menghasilkan pasangan Ivan Riansa dan Ahmad Mujahid sebagai pemenang dengan perolehan angka sebanyak 60,505% dari jumlah suara yang masuk. Yang menarik, ada yang berbeda dengan pemungutan suara tahun ini, yaitu penerapan sistem electronic voting (e-vote) yang terintegrasi dengan SIAK-NG. Hal ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, dimana biasanya Pemira IKM UI dilakukan dengan sistem manual menggunakan kertas sebagai media untuk memungut suara.

Sistem pemilihan menggunakan e-vote ini cukup mudah. Mahasiswa UI yang masuk ke dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) tinggal mengunjungi Tempat Pemungutan Suara (TPS) di fakultas masing-masing atau TPS terdekat (tidak harus di fakultas asal). Selanjutnya di dalam TPS mahasiswa tersebut akan diminta memasukkan NPM untuk mendapatkan token (password) untuk mengakses pilihan. Setelah login menggunakan NPM dan token, mahasiswa tersebut tinggal memilih kandidat mana yang diinginkan.

Sebenarnya sistem electronic voting (e-vote) sendiri sudah dilakukan pada pemira di tahun 2012. Di tahun 2012, karena hanya ada satu calon Ketua dan Wakil Ketua BEM UI, dalam sistem e-vote pada saat itu diberi pilihan tambahan berupa pilihan “tidak memilih”. Artinya jika mahasiswa UI ada yang tidak ingin kandidat tunggal tersebut memenangkan Pemira, dia bisa memilih untuk “tidak memilih”. Sebenarnya pilihan tambahan tersebut merupakan langkah yang baik untuk memberi kesempatan pada mahasiswa UI yang tidak ingin memilih untuk tetap menggunakan suaranya. Akan tetapi tahun ini panitia pemira UI 2013 tidak memasukkan pilihan tersebut dalam sistem e-vote. Pertimbangannya adalah belum adanya sistem atau mekanisme lanjutan yang mengatur jika terdapat kondisi ketika pilihan “tidak memilih” mendapatkan suara terbanyak.

Dengan menggunakan e-vote, UI bermaksud menjadi kampus percontohan bagi kampus-kampus lain dalam penerapan penggunaan teknologi . Harapannya, selain mendukung program berbasis lingkungan, penggunaan e-vote juga dapat menjadi satu bentuk adaptasi UI terhadap kemajuan teknologi. Selain itu juga banyak keuntungan lain yang didapat dengan penerapan e-vote ini, diantaranya adalah efektivitas waktu dalam menghitung suara, serta berkurangnya biaya pengadaaan kertas ataupun perlengkapan dan peralatan pemungutan suara. Pemilih pun diharapkan akan semakin mudah dalam memberikan suaranya. Semua manfaat sistem e-vote ini juga berkesinambungan dengan visi UI sebagai sebuah kampus yang selalu mencoba menjadi terdepan dalam banyak aspek , termasuk penggunaan teknologi dalam praktek demokrasi. Jadi, mari dengan sistem e-vote ini kita bersama-sama turut memberikan kontribusi untuk UI dan Indonesia dengan menggunakan hak suaramu. Pemira UI 2013, Suara untuk Negeri! (WND)

~ dilihat : 299 kali ~