UPI Ikut Menanam Generasi Emas Indonesia dari Sekarang

1

Bandung, UPI

Diprediksikan menempati peringkat ke-7 dalam gross domestic product (GDP) pada tahun 2050, mulai periode 2012-2035 Kemendikbud mencanangkan masa tanam generasi emas 2045.

“Bangkitnya Generasi Emas Indonesia adalah momentum di mana Kemendikbud memiliki rencana besar untuk menyiapkan generasi emas sebagai hadiah ulang tahun Kemerdekaan RI pada tahun 2045 nanti. Atas dasar itu, UPI menggagas acara Dialog Nasional Pendidikan,” ujar ketua Pelaksana Dr. Uyu Wahyudin, M. Pd., Rabu, (28/5/2014), di Gedung Achmad Sanusi, pkl 08.00 WIB.

Dijelaskannya, UPI memiliki peranan sangat besar dalam membangun dan menyiapkan human capital sehingga dapat berdaya saing secara internasional. Dalam kapasitasnya, UPI telah melahirkan berbagai pemikiran dan kajian-kajian inovatif, khususnya bidang pendidikan yang dapat dijadikan landasan dalam melakukan perubahan ke arah yang lebih baik.

Menyongsong generasi emas, UPI membangun kerjasama yang saling menguntungkan dalam bidang pembangunan pendidikan dengan pemerintah daerah. Kerjasama UPI dan Pemda akan memadukan kekuatan yang dimiliki masing-masing untuk membangun pendidikan yang merata, adil, bermutu, dan relevan dengan kebutuhan pembangunan masyarakat, paparnya.

Dialog Nasional Pendidikan yang digagas oleh UPI mengusung tema “Meningkatkan Potensi Unggulan Daerah Dalam Menyongsong Generasi Emas 2045”, mengundang Gubernur Jawa Barat yang diwakili oleh Kepala Dinas Pendidikan, Gubernur Jambi yang juga diwakili, serta mengundang Bupati/Walikota dari 21 Kabupaten/Kota, 47 Kepala Bapeda dan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota, serta unsur pimpinan di lingkungan UPI.

Panel session l menghadirkan Bupati Kaimana, Kadisdik Prov. Jabar, Walikota Tasikmalaya, Bupati Garut, dan Rektor UPI, sedangkan Panel session ll menghadirkan Bupati Kaur, Walikota Bandung, Wakil Bupati Siak, Bupati Purwakarta. Acara ini juga diisi Selayang pandang mengenai Implementasi Model Lesson Study-Best Parctices Kemitraan UPI-Pemerintah Daerah, Paparan Best Practices mengenai Pembangunan Pendidikan Melalui Kerjasama UPI dengan Pemerintah Daerah, serta Diskusi Implementasi Program oleh Dr. Ridwan El Hariri, MM dan Dr. Uyu Wahyudin, M.Pd.DSC_1304

“Membantu pemerintah provinsi dan kabupaten/kota untuk pengembangan dan penyusunan kebijakan, perencanan, dan program pembangunan daerah berkaitan dengan pengelolaan dan penyelenggaraan pendidikan bermutu di daerah merupakan salah satu tujuan secara khusus pembentukan jejaring kerja sama UPI dengan pemerintah daerah,” ujar Dr. Uyu.

Dr. Uyu mengatakan, kerjasama ini akan mengembangkan sistem yang efisien baik dalam perencanaan kebutuhan, persediaan maupun pendayagunaan sumber daya pendidikan. Membantu dalam penyusunan dan pengembangan model-model kebijakan serta program pengelolaan satuan pendidikan, kurikulum dan program pendidikan yang relevan, pendekatan dan sistem pembelajaran yang bermutu, pembentukan karakter siswa, serta sistem dan mekanisme evaluasi pendidikan dan ujian sekolah yang akurat.

“Pemda juga akan dibantu untuk mengembangkan sistem dan mekanisme yang efektif dalam pengelolaan sertifikasi pendidik serta pengembangan profesi pendidik dan tenaga kependidikan (PTK) sebagai after-sale services. Kemudian dibantu untuk mengembangkan sistem dan mekanisme manajemen, pengendalian dan penjaminan mutu pendidikan, serta membantu mengembangkan sistem insentif yang dapat mendorong pemerintah kabupaten/kota untuk meningkatkan kinerja dalam pembangunan pendidikan di daerah masing-masing melalui penyusunan index pembangunan pendidikan terintergrasi (Integrated Education Development Index), Indeks Pendidikan Untuk Semua (EFA Index) agar dapat mencapai indeks tertinggi,” terangnya.

Lebih jauh dijelaskan,”Melihat kebutuhan dari masing-masing daerah dan untuk menghindari disparitas dengan daerah lain, maka jejaring kerjasama ini akan terus dikuatkan, ditingkatkan, dikembangkan, dan dikokohkan serta diinstitusikan. Hasil penelitian UPI diaplikasikan keberbagai bentuk kegiatan, agar bagaimana generasi emas tersebut tidak cepat beringas, tidak cepat tersinggung. Pendidikan yang utuh itu membentuk human capital yang memiliki keseimbangan dengan imtak, bermoral, serta berangkat dari realitas konsep kurikulum 2013 yang dinilai relevan dan bagus dengan kondisi sekarang.”

UPI Awards

UPI telah bekerjasama dengan 30 Provinsi/Kabupaten/Kota yang dituangkan dalam MoU dan telah diimplementasikan dalam berbagai program supaya terjadi sinergitas kerjasama untuk meningkatkan human capital, dan meningkatkan kompetensi calon guru. Kedua UPI menjemput bola untuk mengaplikasikan hasil research untuk menguatkan UPI dalam hal pencitraan dan penguatan kepercayaan dari masyarakat, dan manfaat bagi daerah yaitu mendapatkan manfaat dari hasil research untuk mengurangi disparitas. Saat ini terdapat 10 Kota/Kabupaten yang ingin bekerja sama dalam program KKT (kependidikan dan kewenangan tambahan) atau Pendidikan Luar Biasa.

“Kegiatan dialog nasional pendidikan dan penganugerahan UPI Awards merupakan kegiatan perdana, dan nantinya akan dilakukan secara kontinyu, untuk saling memberikan perhatian,” ujarnya.

Pada tahun 2014, UPI memberikan penghargaan dalam bentuk UPI Awards terhadap dua kabupaten dan satu kota, yaitu Kabupaten Kaimana berdasarkan Keputusan Rektor UPI No 4020/UN40/KP/2014 Tanggal 28 Mei 2014, Kabupaten Siak berdasarkan Keputusan Rektor UPI No 4022/UN40/KP/2014 Tanggal 28 Mei 2014, dan Kota Bandung berdasarkan Keputusan Rektor UPI No 4021/UN40/KP/2014 Tanggal 28 Mei 2014.

Penganugerahan UPI bagi pemerintah daerah dimaksudkan sebagai bentuk apresiasi dan penghargaan UPI bagi daerah yang telah menjadi mitra kerja dalam membangun pendidikan di daerah. Kriterianya yaitu memiliki durasi waktu kerjasama dengan UPI sekurang-kurangnya 5 tahun dan dilakukan secara berkelanjutan, kedua mengembangkan program kerjasama bidang pendidikan yang dilakukan secara variatif, mulai dari kebijakan sampai  dengan penguatan kompetensi tenaga pendidika dan kependidikan, serta memberikan manfaat bagi pengembangan pendidikan, baik bagi daerah maupun bagi UPI.

Sementara itu dalam sambutannya, Rektor UPI Prof. Dr. H. Sunaryo Kartadinata, M.Pd, mengatakan,”Atas nama UPI saya sampaikan selamat datang, terima kasih atas kerjasamanya selama ini, dan kenapa harus ada Dialog Nasional Pendidikan, karena ini menunjukkan bahwa di dalam menyelenggarakan pendidikan, pemerintah daerah sudah paham akan hadirnya generasi emas, hal ini akan merubah tata fikir, dan memberikan warna dalam dunia pendidikan. Persoalan generasi emas 2045, itulah mereka yang akan kita masukan dalam kelompok generasi emas, pendidikan kita tempatkan dalam program pembangunan bangsa. Tata fikir yang utuh akan menghindari deviasi.

Pendidikan untuk jangka panjang untuk pembentukan perilaku jangka panjang, mengawal generasi pendidikan. Jangan jadikan pendidikan sebagai target kuantitatif, tapi bentuklah perilaku kualitatif. Tata ulang pendidikan sesuai dasar normatif.

Terkait otonomi daerah, pimpinan daerah punya kewenangan untuk mengelola pendidikan, untuk membangun human capital generasi emas yang kita rumuskan bersama. Bonus demografi harus betul-betul dimanfaatkan untuk pengembangan human capital melalui pendidikan. Korea Selatan merupakan salah satu contoh negara yang berhasil memanfaatkan demografi. Pendidikan menjadi panglima.

Pentingnya kerjasama adalah terwujudnya generasi emas di seluruh pelosok negeri. Bertolak dari landasan normatif. Ditegaskan kembali hal ini mengandung empat misi pertama pendirian negara untuk cinta bangsa, menciptakan masyarakat yang adil dan makmur, mewujudkan masyarakat yang religius, serta mencerdaskan kehidupan bangsa.

Rektor dalam sesi pertama mengatakan masyarakat harus cerdas, berkarakter, mendapatkan layanan prima, dan semua itu ide yang harus diwujudkan. Pikiran cerdas guru dapat terwujud, terkait dengan persoalan anggaran, yang perlu dipastikan pendidikan mendapat dukungan politik untuk mewujudkan program pendidikan yang baik, sehingga anggaran menjadi tepat sasaran, ketiga terkait dengan IPM, pendidikan formal dan informal dapat meningkatkan kecakapan hidup masyarakat, dan terakhir program tindak lanjut peningkatan kapasitas guru (Inservice Training). (Teks: dodiangga/Foto:Deni)

~ dilihat : 397 kali ~