UI Kembangkan Kapal Pelat Datar untuk Pelayaran Rakyat

Dipimpin oleh Pj. Rektor, Prof. Dr. Bambang Wibawarta, Universitas Indonesia meresmikan kapal pendidikan dan riset “Triwitono”. Peresmian dihadiri oleh inisiator kapal, Ir. Hadi Tresno Wibowo, M.T., Dekan Fakultas Teknik UI, Prof. Dr. Ir. Dedi Priadi, DEA, Pakar Hukum Maritim, Chandra Motik Yusuf, S.H., M.Sc., Ph.D., dan puluhan mahasiswa UI.

Peresmian berlangsung di Danau Kenanga UI. Sivitas akademika UI yang hadir antusias menjajal kapal berkonsep pelat datar tersebut. “Semoga ini menjadi cikal bakal tumbuh kembangnya kembali industri perkapalan di Indonesia dan menjadi kapal pelayaran rakyat,” ungkap Dedi Priadi dalam sambutannya di acara peresmian kapal Triwitono.

Dengan sisi kapal 12,5 meter dan lebar 3 meter, kapal Triwitono mampu menampung 30 orang. Bagian lambung kapal dirancang menggunakan bahan pelat baja datar. Sementara atap kapal menggunakan bahan fiber. Kapal Triwitono, menurut Hadi, lahir karena desakan kebutuhan masyarakat pesisir. “Ini dicatat sebagai permulaan dan kita akan maju terus karena saya percaya, dari banyak partisipasi seperti ini, membuat kapal bukan sesuatu yang mustahil,” ucap Hadi.

 

Kapal Pendidikan dan Riset

Hadi mengatakan, produksi kapal ini memakan waktu satu tahun. Setelah diluncurkan, lanjutnya, kapal Triwitono siap digunakan untuk kebutuhan perkuliahan dan riset. Dengan dilengkapi pendingin udara dan papan tulis, kapal ini dapat menjadi ruang kuliah alternatif bagi mahasiswa.

Ia berharap, mahasiswa akan tertarik belajar di kapal tersebut sambil mengitari danau UI. Ia juga bercita-cita, nantinya UI dapat memproduksi kapal laut yang dapat dimanfaatkan mahasiswa untuk belajar dan berlayar di laut Indonesia. “Mimpinya nanti punya kapal untuk belajar di laut dan untuk berlayar mengenal kekayaan laut,” kata Hadi.

Pj. Rektor UI, Prof. Dr. Bambang Wibawarta, mengatakan bahwa peluncuran Kapal Triwitono ini adalah bukti kontribusi nyata UI dalam dunia kemaritiman. Dunia maritim, lanjutnya, punya potensi yang luar biasa untuk terus dikembangkan. “Potensi laut kita luar biasa. Penting untuk tahu bagaimana kita bisa mengelola potensi maritim kita dengan baik,” kata Bambang.

Pelayaran Rakyat

Kapal Pelat Datar_websize_0Menurut Hadi, perguruan tinggi harus mempunyai inisiatif untuk membantu kebutuhan masyarakat pesisir. Dalam hal ini ia berkeinginan agar UI dapat menjadi inisiator dalam bidang pelayaran rakyat. Pelayaran rakyat, kata dia, meskipun terlihat sebagai sesuatu yang kecil, sesungguhnya berdampak besar terhadap pergerakan ekonomi di Indonesia sebagai negara kepulauan.

Pelayaran yang baik, menurut Hadi, dapat menyatukan pulau-pulau. Saat ini, transportasi di pulau-pulau di Indonesia masih minim. Akses transportasi yang sulit seringkali membuat warga di kepulauan tidak dapat menjangkau berbagai komoditas. Masalah yang selama ini ada antara lain, sulitnya aksesibilitas sehingga harga-harga kebutuhan masyarakat menjadi mahal. Ke depan, Hadi berharap, kapal pelat datar yang dirancangnya mampu mengatasi masalah-masalah di pelayaran rakyat dan memicu perkembangan pulau-pulau.

Berangkat dari kepedulian terhadap nasib nelayan tradisional itu, Hadi menginisiasi pembuatan kapal pelat baja untuk memudahkan kerja nelayan. Pada Agustus 2012, ia memproduksi kapal nelayan pelat datar untuk membantu nelayan Mirasa Sejati di Desa Limbangan, Balongan, Indramayu. Dosen Teknik Perkapalan Departemen Teknik Mesin FTUI itu berkeinginan membuat satu terobosan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang hidup di pulau atau pesisir.

Kapal yang mendominasi pelayaran rakyat saat ini adalah kapal tradisional yang terbuat dari kayu. Hadi berpendapat bahwa saat ini kapal kayu tidak bisa terlalu banyak diandalkan. Jumlah kayu secara signifikan semakin langka. Pembuatan dan perbaikan kapal kayu jika mengalami kerusakan pun bukan hal yang mudah.

Hadi kemudian berinisiatif untuk membuat kapal pelat datar dari baja. Kapal tersebut dibuat dari lempengan-lempengan pelat baja datar. Ia mengakui bahwa bahan dasar kapal pelat datar tersebut mudah didapat. Di samping itu, proses pembuatannya mudah, tidak memerlukan waktu yang lama, dan murah. Kapal pelat datar ini juga dapat didaur ulang. (KHN)

~ dilihat : 310 kali ~