TATA BAHASA, KUNCI KOMUNIKASI KELUARGA

Di zaman globalisasi ini, nilai-nilai kebudayaan seperti menghilang   dari    kehi- dupan sehari-hari masyarakat Indonesia. Terasa oleh kita setiap detik nampak berbeda, dari setiap segi kehidupan. Perubahan zaman yang begitu cepat ini membuat kita merasakan perbedaan kebudayaan dari setiap keluarga.    Baik itu dari cara mendidik maupun pem- berian kebebasan kepada setiap anak.

Tidak dapat dipungkiri bahwa perkembang zaman juga mengubah pola pikir se- tiap orang tua di dalam keluarga. Merasa bahwa perkembangan zaman  ini memiliki   si-si positif dan negatif, para orang tua memiliki caranya sendiri untuk mengajari nilai ke- budayaan ke anaknya. Sebagai fasilitator utama anak, keluarga memilik peranan penting dalam pembentukkan karakter seorang anak agar dapat bertahan di era globalisasi ini.

Kepribadian inilah yang diajarkan sejak anak dalam kandungan. Sering sekali ki ta dengar bahwa seorang bayi yang didalam kandungan saja bisa mendengar suara ibunya dan merasakan kasih sayang yang luar biasa hingga sembilan bulan sepuluh hari. Lalu ketika bayi itu lahir kedunia, ia pun belajar untuk mengenali dunia ini dengan bantuan orang tuanya. Disinilah peran orang tua yang paling utama dalam memberikan pandangan pertama agar anak tersebut dapat memahami lingkunga sekitar dengan caranya sendiri yang akan dibawa hingga ia besar nanti..

Didalam lingkungan keluarga sendiri perlu diajarkan etika, nilai, dan moral dalam menjaga sikap dan penampilan. Hal ini dibuktikan dengan adanya pelatihan memanggil sebutan dalam keluarga, misalnya adik, kakak, ayah, dan ibu. Dengan membiasakan seseorang dengan sebutan keluarga juga membantu sang anak agar dapat bersikap sopan kepada orang yang lebih tua maupun yang lebih muda.

Namun yang saat ini cukup mengherankan adalah, anggota keluarga mulai tertular dalam mengucapkan bahasa gaul yang berkembang pesat dimasyarakat. Hal ini sangat tidak pantas karena terkadang tidak sesuai dengan situasi dan kondisi yang ada. Bahkan ucapan bahasa gaul terkadang diucapkan tanpa memikirkan status seseorang dalam keluarga. Ke orang tua sendiri mereka mengucapkan kata-kata yang kurang pantas dengan seenaknya. sungguh sangat disayangkan bahwa di zaman yang serba otomatis dan modern ini, bahasa pun disamakan dengan mesin yang tidak melakukan perhitungan terhadap kata-kata yang dikeluarkan dari mulut anak-anak zaman sekarang.

Peran dalam menjaga tata bahasa di keluarga inilah yang harus dikembangkan dalam keluarga. Karena darkk keluargalah seorang anak belajar untuk bertata bahasa dengan baik pertama kali. Dengan dibiasakan sejak kecil, sangat mungkin sekali seorang anak terbiasa untuk mengucapkan kata-kata sopan.

Ada baiknya, keluarga menjunjung tinggi nilai berbahasa dan berbudi yang baik. Apabila kata-kata yang diucapkan oleh salah satu anggota keluarga ada yang kurang sopan, hendaklah anggota keluarga lain yang mendengar menegurnya dengan halus. Karena apabila kita menegur dengan cara yang terlalu keras, membuat orang yang ditegur mdrasa tidak nyaman dan komunikasi malah memburuk. Tentu didalam keluarga hal ini sangat tidak diinginkan.

Dengan adanya perasaan saling menghormati juga dapat menimbulkan rasa yang nyaman.  Sikap  tegas  dari orang tua juga dapat menciptakan rasa segan seorang anak, dan mampu membuat anak merasa berkewajiban bersikap sopan dimana pun dan  dengan siapapun. Memang kunci tata bahasa yang baik berasal dari ketegasan orang tua.  Hal ini  dibuktikan  bahwa  di  keraton  Yogyakarta  saja,  seluruh  keluarga  keraton  wajib menggunakan bahasa yang halus dan sopan ketika berbicara dengan siapapun.  Baik ketika orang itu berbicara dengan sultan, maupun dengan para abdi dalem keraton.  Walau-pun  orang itu bukanlah bagian dari keluarga Yogyakarta, tetap saja mereka diwajibkan untuk menggunakan tata bahasa yang baik.

Seandainya saja seluruh keluarga Indonesia menggunakan tata bahasa yang   pe-nuh dengan sopan santun inimungkin akan tercipta keharmonisan keluarga yang memu-ngkinkan mengurangi tingkat kekerasan dalam keluarga. Selain dengan penggunaan tatabahasa Indonesia yang baik akan mampu   mengembangkan   tata bahasa Indonesia agarkebudayaan bangsa termasuk bahasa, kembali Berjaya. Sehingga mungkin saja suatu hari nanti akan lahir para penyair muda berbakat yang dapat membanggakan Indonesia di kancah dunia Internasional (Raisha Herlianti, penulis adalah mahasiswa Program Studi Manajemen Industri Katering FPIPS UPI).

~ dilihat : 379 kali ~