Pangandaran Gandeng UPI Bangun Daerah Baru

5

Pangandaran, UPI

Kabupaten Pangandaran merupakan hasil pemekaran dari Kabupaten Ciamis, dan resmi menjadi Daerah Otonom Baru Kabupaten Pangandaran sejak 25 Oktober 2012 dengan pusat pemerintahannya di Kecamatan Parigi. Berbekal 10 kecamatan yang terdiri atas sejumlah desa dan kelurahan, Pjs. Bupati Pangandaran Dr. Drs. H. Endjang Naffandy, M.Si melakukan langkah cepat dan strategis dengan menggandeng Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) untuk mewujudkan pembangunan di wilayah Kab. Pangandaran sebagai tempat kunjungan wisata internasional dan tempat tinggal yang nyaman bagi masyarakatnya. 1

“Sebagai Kabupaten termuda dengan segala keterbatasannya, kita berinisiatif untuk bergerak cepat dalam rangka memberikan pelayanan yang sebaik-baiknya kepada masyarakat dalam berbagai bidang terutama bidang pendidikan, kita sudah memulainya dari penataan kelembagaan yang terdiri dari setda, setwan, dinas, kecamatan dan lainnya,”ujar Pjs. Bupati Kabupaten Pangandaran Dr. Drs. H. Endjang Naffandy, M.Si. saat melakukan penandatanganan kesepakatan bersama antara Pemerintah Kabupaten Pangandaran Provinsi Jawa Barat dan Universitas Pendidikan Indonesia, Sabtu (31/8/2013), pukul 10.00 WIB, di Hotel Sandaan Kab. Pangandaran.

Endjang mengatakan,”Pangandaran sebagai Kabupaten termuda, sudah seharusnya bergerak cepat dalam hal pembangunan agar tidak tertinggal dari Kabupaten lain, oleh karenanya kami merasa perlu untuk menggandeng UPI untuk menjadikan Kab. Pangandaran sebagai Kabupaten yang memiliki harapan hidup layak, melek huruf, pendidikan yang memiliki standar dan memiliki standar hidup yang sesuai dengan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), sehingga Kab. Pangandaran nyaman untuk ditinggali, baik bagi masyarakat lokal maupun bagi wisatawan.”

Nota kesepahaman tersebut menyatakan bahwa kedua belah pihak secara bertahap sesuai dengan prioritas kebutuhan, kemampuan, dan sesuai dengan kedudukan dan kewenangan jabatannya, sepakat untuk mengadakan kesepakatan bersama secara kelembagaan dengan memanfaatkan sumber daya yang tersedia di Kab. Pangandaran dan UPI, tentang penyelengggaraan pendidikan, pelatihan, penelitian,  pengabdian kepada masyarakat dan jasa keprofesian pendidikan, serta pengembangan sumber daya manusia daerah yang berlaku untuk jangka waktu 5 (lima) tahun.2

Rektor UPI Prof. Dr. H. Sunaryo Kartadinata, M.Pd., sangat mengapresiasi, bersyukur, dan berterima kasih atas undangan dan kepercayaan Pemerintah Kab.  Pangandaran untuk melakukan MoU.  Rektor mengatakan, “UPI memiliki kewajiban untuk memberikan sesuatu yang maslahat bagi masyarakat. Apa yang UPI lakukan diharapkan dapat memberikan sumbangsih kepada masyarakat Kabupaten Pangandaran, dan bila ingin maju memang semua elemen harus mau berjuang dan memiliki keberlanjutan yang tetap terjaga.”

“Semua elemen masyarakat diupayakan harus mampu mengangkat dan menggali potensi yang ada. SDM merupakan faktor yang harus mendapat perhatian lebih, karena merupakan potensi untuk sebuah pembangunan. Berkaca pada Thailand, mereka berangkat dari titik awal dan cepat melakukan suatu gerakan dengan berani mengambil resiko untuk pembangunan,” tambahnya.

Rektor mengatakan,”UPI dengan sungguh-sungguh akan menyiapkan rencana pembangunan Kabupaten Pangandaran dalam pengembangan strategis SDM baik formal maupun non formal, pengembangan ilmu kepariwisataan, maupun perbankkan, karena UPI mempunyai tenaga ahli dalam bidang-bidang tersebut, lalu rencana strategisnya dibuat hingga 25 tahun dan ini sudah diterapkan di Bangka Tengah dan Kaimana.”3

“UPI siap membantu pembangunan Kabupaten Pangandaran melalui peningkatkan kemampuan guru dalam mengajar dengan memanfaatkan iptek dan sumber daya lingkungan sekitar. UPI akan fokus pada indikator mikro sebagai faktor keberhasilannya yaitu proses lebih utama daripada hasil, proses yang terjadi dalam proses pembelajaran, kemudian mengubah paradigma faktor keberhasilan. Guru adalah penentu masa depan, maka dari itu pendidikan harus menjadi titik awal dalam pembangunan, kemudian menjadikan kondisi demografis sebagai bonus dalam pembangunan, serta menunjukan jati diri bangsa melalui keuletan, kerja keras dan konsistensi dalam membangun kultur, berjalanlah tanpa harus menunggu semua terpenuhi” ujarnya.

Penandatanganan kesepakatan bersama ini dihadiri oleh seluruh unsur kelembagaan di Kab. Pangandaran diantaranya Sekda, Setwan, Asda, para Pejabat eselon 2 dan 3, para Kepala OPD, dan lainnya, sementara dari UPI hadir mendampingi Rektor diantaranya Pembantu Rektor Bidang Akademik dan Hubungan Internasional Prof. H. Furqon, MA., Ph.D., Pembantu Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kemitraan Prof. Dr. H. Dadang Sunendar, M.Hum., Pembantu Rektor Bidang Perencanaan, Penelitian, dan Pengembangan Prof. Dr. H. E. Aminudin Azis, MA., Direktur Direktorat Kerjasama dan Usaha Dr. H. Ridwal El Hariri, MM., Kepala Divisi Kerjasama Kelembagaan Dr. H. Uyu Wahyudin, MPd., mantan Staf Ahli Gubernur Jawa Barat yang juga Dosen FIP Dr. H. Ade Sadikin Akhyadi, Kepala Biro Aset dan Fasilitas Drs. Adang Fauzi, M.M.Pd., Kepala Bagian Operasi, Inventarisasi dan Pemeliharaan Purno, M.Pd, Dosen PKO FPOK UPI Bambang Erawan M.Pd., Kepala Divisi Produksi Media Humas UPI Andika Dutha Bahari, M.Hum, serta staf dari Rektor, Pembantu Rektor. (Dodiangga)

4

~ dilihat : 394 kali ~