Model LMS Mampu Meningkatkan Hasil Belajar Siswa SMK

SAM_2336

Bandung, UPI

Rendahnya hasil belajar siswa Sekolah Menengah Kejuruan pada mata pelajaran Menguasai Pengukuran Komponen Elektronika (MPKE) disinyalir salah pada penerapan model yang digunakan sehingga diperlukan model pembelajaran yang mampu meningkatkan hasil belajar siswa.

Model pembelajaran Learning Management System (LMS) yang diujicobakan pada Sekolah Menengah Kejuruan di Kota Bandung dapat meningkatkan hasil belajar siswa dibandingkan dengan siswa yang menggunakan model pembelajaran konvensional”, demikian diungkapkan Dr. Hasbullah, S.Pd., M.T saat mempertahankan disertasinya pada promosi doktor dalam bidang Pendidikan Teknologi dan Kejuruan, Rabu 28 Mei 2014 di Auditorium Sekolah Pascasarjana UPI Jln. Dr. Setiabudhi No. 229 Bandung.

Dr. Hasbullah, S.Pd., M.T harus mempertahankan disertasinya yang berjudul Pengembangan Model Learning Management System (LMS)  untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa (Studi pada Mata Pelajaran Menguasai Pengukuran Komponen Elektronika Kelas X SMK di Kota Bandung) di depan penguji sidang promosi doktor diantaranya Prof. Sunarto, M.A, M.Sc., Ph,D., Dr. H. Dadang Hidayat, M.Pd., Prof. Dr. H. Wahyudin, M.Pd., Prof. Dr. Ir. H. Sumarto, MSIE., dan Dr. Eng. Agus Setiawan, M.Si

Dikatakan Hasbullah, LMS adalah salah satu sistem pembelajaran online atau e-learning yang merupakan sebuah aplikasi pengelolaan pembelajaraan berbasis web yang dapat memfasilitasi siswa/peserta didik  untuk belajar sebagaimana mestinya dalam sebuah kelas virtual.

“Dalam penelitian ini menggunakan pendekatan research and development (R and D)  yang bertujuan untuk menghasilkan produk yang dapat digunakan untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah terutama di SMK”, ujar dosen Jurusan Pendidikan Teknik Elektro FPTK UPI ini.

SAM_2316Untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa pada aspek kognitif dilakukan dengan pendekatan kuantitatif dengan teknik kuasi eksperimen yang menggunakan pretest-posttest group design. Kelompok eksperimen diberi perlakukan pembelajaran dengan implementasi model LMS, sementara pada kelompok kontrol diberi perlakuan model pembelajaran konvensional. Data dalam penelitian ini diperolah dari hasil pretest dan posttest  dan kemudian dianalisis dengan uji perbandingan  rata-rata (uji t) dan uji perbedaan skor gain, tambahnya.

”Berdasarkan analisis bahwa model Learning Management System (LMS) dapat meningkatkan hasil belajar siswa dibandingkan dengan hasil belajar siswa yang menggunakan model pembelajaran  konvensional pada mata pelajaran MPKE di Sekolah Menengah Kejuruan di Kota Bandung”, tegas Dr. Hasbullah, S.Pd.,M.T. (Deny)

~ dilihat : 499 kali ~