Membaca Rendra Melalui Panggung Sastra

DSC_1679

Bandung, UPI

Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia kembali menunjukkan eksistensinya dalam bidang teater melalui Pergelaran Sastra. Acara yang digelar Rabu 14 Mei 2014 di Gedung Auditorium A lantai 4 FPBS UPI pukul 13.00 ini dipadati ratusan penonton dari kalangan mahasiswa, orang tua, dosen dan pengamat teater. Kelas DIK A 2012 berhasil menyuguhkan sebuah tontonan yang menarik lewat pementasan yang berjudul “Pesan Pencopet Kepada Pacarnya”. Sebuah alih wahana puisi W.S. Rendra menjadi bentuk drama.

Puisi Pesan Pencopet Kepada Pacarnya karya W.S. Rendra merupakan sebuah bentuk ungkapan yang menggambarkan kondisi bangsa pada masa Orde Baru. Lewat puisinya ia mengkritik keadaan bangsa yang carut-marut. Ia menggambarkan dua sisi yang berlainan antara kehidupan orang miskin dan orang kaya. Kehidupan kota Jakarta yang keras menyebabkan orang menghalalkan segala cara untuk mendapatkan uang. Kepala Jawatan banyak yang melakukan korupsi dan memiliki istri simpanan. Siti, merupakan selir kepala jawatan sekaligus pacar pencopet (Juki). Sedangkan orang-orang pinggiran kota Jakarta banyak yang menjadi pencopet.

Pencopet dan kepala jawatan sama-sama maling di negeri ini. Dalam pementasan tersebut terlihat jelas bagaimana pencopet merelakan Siti untuk menjadi selir kepala jawatan demi keselamatan anaknya yang sedang dikandung Siti. Ia mengungkapkan bahwa cinta itu nomor dua sedangkan yang utama itu keselamatan. Akhirnya pencopet mati dikeroyok warga karena ia katahuan mencopet. Sedangkan kepala jawatan hidup senang bersama selirnya.

Kamil Mubarok, sebagai pemeran tokoh pencopet alias Juki mengatakan “Saya terharu karena dibalik tokoh pencopet yang licik dan jahat terdapat pesan moral yang bijaksana”.

Sementara itu, menurut Rizki Charisma Putri selaku sutradara pementasan semua pelajaran yang telah didapat selama pergelaran semoga dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. (Deny)

~ dilihat : 285 kali ~