Memaknai HUT RI Melalui Seni, Sains dan Pendidikan

UPIBandung, UPI

Dalam memperingati HUT Kemerdekan RI-69 Green Voice Indonesia (GVI) bekerjasama dengan Jurusan Pendidikan Seni Musik, Fakultas Pendidikan Seni dan Bahasa, Universitas Pendidikan Indonesia menyelenggarakan Green Voice Day, Sabtu 16 Agustus 2014 di Kampus Universitas Pendidikan Indonesia Jln. Dr. Setiabudhi No 229 Bandung.

Kegiatan ini dimaksudkan untuk menyebarluaskan berbagai upaya yang telah, sedang dan akan dilaksanakan oleh para pemangku kepentingan dalam memaknai pembangunan Indonesia yang ramah iklim dan lingkungan, khususnya yang terkait dengan bidang seni, sains, dan pendidikan.

“GVI ingin memaknai HUT Kemerdekaan Indonesia sebagai momentum penting dalam merefleksikan apa yang telah dicapai hingga saat ini, dan mendorong agar pembangunan berorientasi pada pembangunan berkelanjutan yang ramah terhadap perubahan iklim dan lingkungan”, kata Farhan Helmy, Chairperson dari inisiatif GVI yang juga Manager dari Indonesia Climate Change Center (ICCC).

Hal senada disampaikan oleh Rachmat Witoelar, Utusan Khusus Presiden untuk Pengendalian Perubahan Iklim yang juga adalah Ketua Harian Dewan Nasional Perubahan Iklim (DNPI), Perubahan iklim adalah realitas sebagai konsekuensi dari berbagai tindakan umat manusia yang mengekploitasi sumberdaya alam dan lingkungan dengan tidak mempertimbangkan dampaknya atau mungkin abai karena adanya kepentingan ekonomi jangka pendek.

“Paradigma pembangunan yang ramah iklim dan lingkungan haruslah menjadi nilai dalam setiap kebijakan maupun implementasi pada setiap tingkat tatakelola termasuk perilaku kita sehari-hari.” ujar Rachmat Witoelar.

Beragam kegiatan Green Voice Day yang dilakukan diantaranya; dialog, pameran, pertunjukan musik, bazar, dan penanaman pohon. Berbagai organisasi nasional maupun internasional ikut serta dalam mendukung kegiatan ini di antaranya, Dewan Nasional Perubahan Iklim (DNPI), Green Peace Indonesia, United Nations Development Program (UNDP), Inisiatif Pemilih Peduli Bumi,  dan Telkom Indonesia. Selain itu berbagai kelompok pemusik dan penyanyi akan menyumbangkan Single Album “Green Voice” yang berisi lagu-lagu ajakan terhadap aksi nyata dalam kehidupan sehari-hari.

“Kami sangat bangga untuk menjadikan musik sebagai media untuk mengkampanyekan pesan-pesan penting perubahan iklim dan lingkungan melalui musik”, kata Aldi Nada Permana, salah satu pentolan dari Group Jazz SUAVE, sekaligus alumni Jurusan Pendidikan Seni Musik FPBS UPI.

Musisi lainya yang berpartispasi pada acara ini diantara; Ireng Maulana, Danila, Bandung World Jazz, serta Kelompok Musik dari mahasiswa Jurusan Pendidikan Seni Musik FPBS UPI yang terbagung dalam Grup Keronjtong Poetri, ISOLA Jazz, dan ISOLA Saxophone Community.

Acara ini juga akan dimeriahkan oleh dialog yang akan menampilkan tokoh yang cukup dikenal di masyarakat seperti Bondan Winarno (Tokoh Kuliner) dan Rachmat Gobel (Industriawan Green).

“Sebagai institusi pendidikan, kami mendukung kegiatan yang dilakukan oleh GVI. Sebagai salah satu institusi di Indonesia yang melahirkan para guru dan pendidik, kami sangat menaruh harapan besar agar berbagai gagasan “green” bisa menjadi bagian dari pengetahuan yang diolah, diteliti, dan diajarkan kepada semua civitas akademika”, ujar Yudi Sukmayadi, Ketua Jurusan Pendidikan Seni Musik, Fakultas Pendidikan Seni dan Bahasa, Universitas Pendidikan Indonesia.

Dinamika saat ini dan masa depan akan dibentuk oleh interaksi yang sangat intensif dan masif antara kemajuan teknologi, interaksi dinamik globalisasi, perubahan demografi, perubahan masyarakat dan ketersedian sumberdaya energi yang menjadi mesin penggerak roda kehidupan sosial dan ekonomi. Dinamika interaksi ini sudah kita rasakan dalam keseharian kita. Upaya kolektif di bidang seni, sains, dan pendidikan memiliki kontribusi yang strategik bagi Indonesia dalam merespon berbagai tantangan tersebut. (Deny)

~ dilihat : 266 kali ~