Mahasiswa UI Ciptakan Prototipe Mobil Ramah Lingkungan

Indeks Berita


Mahasiswa UI Ciptakan Prototipe Mobil Ramah Lingkungan

Posted by humas-ui on 2014-05-09 15:45:26

Pengembangan energi terbarukan menjadi solusi dalam menghadapi sumber daya alam yang semakin menipis. Salah satu alternatif pengganti bahan bakar minyak adalah dengan menggunakan reaksi kimia sebagai sumber tenaga. Bagaimana caranya?

Sebuah klub yang menamakan dirinya Chem E Car (Chemical Engineering Car) UI baru saja menginisiasi teknologi baru ini. Klub yang didirikan oleh sekolompok mahasiswa Departemen Teknik Kimia UI tersebut dibentuk untuk memenuhi kebutuhan kompetisi pembuatan prototipe mobil dengan memanfaatkan reaksi kimia. Klub yang pertama kali dibentuk pada 2012 ini didirikan atas inisiatif dari mahasiswa Departemen Teknik Kimia angkatan 2008 yang sebelumnya telah mengikuti kompetisi Chem E Car di ITS. Pada kompetisi tahun 2013, dengan membawa mobil yang bernama Altair, tim berhasil mengharumkan nama UI dengan meraih peringkat ke-5. Altair pada saat itu menggunakan aluminium dan oksigen dari udara.

Di tahun kedua keikutsertaannya, Klub Chem E Car UI mengajukan dua mobil-yaitu Rhino dan Nayaka-dari empat mobil yang mereka kembangkan. Rhino merupakan electric car yang memanfaatkan zat hidrogen peroksida, tembaga, dan magnesium sebagai elektroda untuk menghasilkan listrik. Gas yang dihasilkan oleh reaksi kimia akan ditampung dan dialirkan untuk menggerakkan mobil. Sementara itu, mobil Nayaka merupakan pressure car yang digerakkan menggunakan tekanan yang dihasilkan dari gas. Gas oksigen yang dihasilkan dari reaksi hidrogen peroksida dengan kalium permanganat akan menekan vessel dan menghasilkan tekanan hingga 10 bar. Dengan idenya, tim Rhino berhasil menempati peringkat 5 disusul tim Nayaka yang berada di peringkat 6. “Tujuannya kita mengembangkan prototipe mobil yang ramah lingkungan dengan biaya semurah mungkin,” ungkap Andreas, Ketua Chem E Car UI 2014.

Kriteria penilaian kompetisi di ITS tersebut antara lain meliputi desain mobil, sifat ramah lingkungan, dan sistem kerja mobil. Dalam kompetisi tersebut, peserta juga mempertarungkan kecepatan mobil. Kelebihan prototipe mobil rancangan mahasiswa UI adalah sifatnya yang tidak menimbulkan polusi. Hal tersebut disebabkan oleh proses kerjanya yang tidak melalui proses pembakaran melainkan memanfaatkan tekanan yang dihasilkan oleh gas.

Haris, anggota Chem E Car UI mengakui, masih banyak zat yang melimpah dan dapat dikembangkan sebagai bahan bakar alternatif. Lebih lanjut, klub tersebut menargetkan dapat mengikuti kompetisi di tingkat internasional pada 2015. Mereka juga berencana terus mengembangkan mobil rancangannya, antara lain dengan menggunakan sensor cahaya. “Harapannya jadi tantangan buat kita, agar nggak selamanya bergantung sama bahan bakar fosil terus. Bahan bakar dari fosil bisa kita reduksi juga penggunaannya,” kata Haris. (KHN)

 

~ dilihat : 385 kali ~