Lestarikan Budaya Lokal, UI Gelar Wayang Goes to Campus 2014

???????????????????????????????Selasa (23/9/2014), Universitas Indonesia kembali menyelenggarakan Wayang Goes to Campus (WGTC). Acara yang diprakarsai oleh Komunitas Wayang UI ini mengangkat tema “Wayang dan Kepemimpinan”. Bertempat di Balairung UI, acara yang berlangsung hingga 27 September 2014 ini menyajikan sejumlah pertunjukan wayang menarik.

Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Prof. Dr. Bambang Wibawarta, S.S., M.A., menyampaikan bahwa UI memberikan perhatian besar pada pembentukan karakter lewat nilai-nilai kebangsaan. Penyelenggaraan WGTC 2014 ini merupakan salah satu strategi UI untuk menumbuhkan kearifan lokal nusantara yang bisa dinikmati oleh semua lapisan. Wayang, lanjutnya, merupakan tradisi yang sangat dekat dengan pendidikan sebagai media internalisasi nilai-nilai ke dalam kehidupan bermasyarakat. “Nilai dalam kesenian harus terinternalisasi ke dalam kehidupan sehari-hari. Jadi, ini menjadi salah satu program pembentukan karakter,” tuturnya.

WGTC 2014 menampilkan beberapa jenis pertunjukan wayang seperti wayang kulit, wayang orang, wayang golek, wayang potehi, dan wayang tavip. Tak hanya itu, rangkaian acara diramaikan dengan pameran kebudayaan, sarasehan, dan workshop. Turut hadir meramaikan WGTC 2014 antara lain dalang kawakan Ki Manteb Soedharsono dalam pagelaran wayang kulit purwa yang membawakan lakon “Karna Tanding”. Ada pula wayang tavip dengan dalang M. Tavip yang membawakan lakon “Si Pitung”.

Di hari terakhirnya, Sabtu (27/9/2014), WGTC menampilkan pergelaran wayang golek Purwakarta dengan dalang cilik De Tira. Puncak acara juga diramaikan dengan penampilan dari Keluarga Mahasiswa Sastra Jawa (KMSJ) UI yang menyajikan pertunjukan gamelan jawa, musik kolaborasi sekar sriwedari, dan tari wira pertiwi. Acara dilanjutkan dengan pergelaran wayang kulit Wonogiri semalam suntuk. Pergelaran tersebut dibawakan oleh Ki Begug Poernomosidi dengan lakon “Semar Mbangun Kayangan”. (KHN)