Kritis, Inovatif dan Solutif Ciri Pembelajaran IPS

Cecep-2

Program Studi  S2 Ilmu Pengetahuan Sosial Sekolah Pascasarjana Universitas Pendidkan Sosial Universitas Pendidikan Indonesia  mengadakan seminar nasional bertema Memperkuat Pembelajaran IPS yang Inovatif pada Kurikulum 2014.

Kegiatan  yang dilaksanakan pada 19 februari 2014 di  Auditorium Sps di UPI,  dihadiri oleh para dosen, mahasiswa dan umum.  Adapun penyaji dalam kegiatan ini adalah Prof. Hamid Hasan,  dan Prof. Bunyamin Maftuh.   Prof. Hamid menjelaskan tentang pentingnya inovasi pembelajaran IPS d ï sekolah. Kemudian Prof Bunyamin menekankan tentang pentingnya pendekatan inquairi dalam pembelajaran IPS. Selain itu terdapat sesi paralel yang menyajikan berbagai makalah terpilih  dari para peserta.

Dr. Cecep Darmawan Dosen Program Studi  S2 Ilmu Pengetahuan Sosial Sekolah Pascasarjana menyatakan bahwa secara nasional saat ini terdapat perubahan pada tahun 2013 terutama tentang kurikulum di sekolah.  Tentunya hal ini memerlukan kemampuan mahasiswa s2 pertama dalam membuat riset yang membuat isu-isu yang aktual. Kedua mahasiswa perlu memiliki keahlian untuk mengorganisasi materi berdasarkan kurikulum yang ada.  Ketiga mahasiswa  patut pula memiliki kemampuan menyesuaikan pola piker dengan format yang ada serta dampaknya.  Terakhir adalah mempersiapkan tesis yang koheren dengan kurikulum 2013 pembelajaran IPS yang inovatif dan dapat diimplementasikan di sekolah.

“Saat ini terdapat paradigma bahwa IPS adalah hapalan padahal sebenarnya ilmu ini adalah suatu mata pelajaran yang membutuhkan kemampuan berfikir refletif inquiri.  Maksudnya adalah mampu mampu berfikir kritis (menemukan) dan implementatifsolutif  saat membuat keputusan dengan mengelaborasikan pelajaran IPS menjadi menarik. Bila dikaitkan dengan Pendidikan Kewarganegaraan maka dapat pula mendidik warga negara yang dewasa sebagai mengambil keputusan yang tepat dalam berkehidupan negara yang demokratis. ” Imbuhnya.

Di penghujung acara ia pun menyampaikan bahwa pengembangan IPS jangan berhenti di seminar saja, namun juga perlu melakukan riset secara mendalam  dan diseminasikan. Sebenarnya ilmu ini lebih sulit dari Ilmu Pengetahuan Alam, karena memiliki variable yang diukur manusia yang berubah-ubah.  IPS memang ilmu yang perlu pemikiran kritis dimana mahasiswa harus bersikap kritis dengan mencari solusi agar dapat memperbaiki diri sendiri (life improvement) dan bangsa di masa mendatang (Teks : Dewi Turgarini, Foto: Andri Yunardi).

~ dilihat : 344 kali ~