Kaderisasi, Apakah Penting?

aan

Oleh : AAN AGUSTAN

(Mahasiswa Pendidikan Ilmu Komputer, Staff Departemen Penalaran dan Penelitian UKM Lembaga Penelitian dan Pengkajian Intelektual Mahasiswa (LEPPIM) UPI)

PEMUDA adalah mereka yang berani bersuara keras, berteriak bingah, berbicara lantang bukan dengan mulutnya tapi dengan gagasan, daya cipta inovatif, dan tindakannya. Bangkitlah pemuda, martabat bangsamu ada pada karyamu!….( Robi Awaluddin, Mahasiswa Pendidikan Ekonomi, Ketua Majelis Pertimbangan Organisasi LEPPIM UPI, Menteri Pendidikan BEM REMA UPI 2013)

Mahasiswa merupakan suatu tingkatan tertinggi dalam status pendidikan yang ada dan tentu telah menjadi ikon yang pasti dari berbagai perubahan yang terjadi, peran penting inilah yang membawa mahasiswa mampu mendapatkan julukan agent of change. namun nyatanya dalam kaderisasi yang terjadi dewasa ini sungguh telah menjauhkan mahasiswa dari apa yang disebut kritis. dalam perlakuannya mahasiswa baru kadang kala atau sering diperintahkan untuk mengerjakan tugas dan bahkan menerima perlakuan kasar dari mahasiswa yang mengaku senior tanpa adanya sikap profesionalitas yang berlandaskan karakter yang baik.

Kaderisasi yang dilakukan hanya sekedar program kerja dari masing-masing himpunan dan kadang kalanya membuat suatu pilihan yang berat bagi mahasiswa baru itu sendiri karena bisa mengorbankan sebagian waktu kuliah baik dalam konteks kuliah, belajar, atau mengerjakan tugas yang umumnya diberikan oleh dosen. perlu adanya evaluasi dan monitoring untuk menghindari adanya suatu rangkaian kaderisasi yang hanya akan menimbulkan rangkaian perkeloncohan yang identik dengan kekerasan baik secara langsung atau tidak langsung yang hanya akan menimbulkan asumsi untuk membalas dendam kepada generasi selanjutnya.

Konsep yang telah ada saat ini kadang mengesampingkan jumlah dari kaderisasi yang dinilai berkualitas untuk menciptakan kader-kader yang mampu berkarya dengan kemampuan yang dimiliki. dalam hal inilah para mentor lebih tepatnya menyediakan fasilitas dalam membentuk kepiawaian mahasiswa baru dalam beradaptasi terhadap dunia perkuliahan, membentuk kemampuan dalam kerjasama tim, serta menempa kemampuan-kemamampuan dasar mahasiswa baru melalui serangkaian acara yang diarahkan terhadap pembelajaran akademik dalam perkuliahan.

……Mengkader lah dengan hati. Mengkaderlah sebagai kakak yang ingin adiknya menjadi lebih baik terus menerus. Bila memang salah dan perlu diberitahu dengan cara memarahinya, tidak masalah. Ingatlah bahwa kita adalah manusia biasa, ada kalanya kita salah, terimalah kritik dari junior untuk perbaikan diri kita. Karena kalimat senior selalu benar bukanlah sebagai tameng saat diri kita melakukan kesalahan, melainkan sebuah perintah bagi diri untuk selalu melakukan apa yang benar dan selalu memberikan bimbingan yang terbaik……. (Esti Nuha Ilmazakiyya, Kedokteran Umum Undip)

This entry was posted on Monday, December 9th, 2013 at 04:18 and is filed under Lain-lain. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. Responses are currently closed, but you can trackback from your own site.