ICTE : Rancang Desain Pendidikan Guru yang Multikultural

10

Bandung, UPI

Universitas Pendidikan Indonesia dan Shizouka University, Jepang bekerjasama menyelenggarakan  “International Conference on Teaching Education (ICTE)”.  Kegiatan ini diselenggarakan di Gedung Ahmad Sanusi atau dahulu dikenal sebagai Balai Pertemuan Universitas Pendidikan Indonesia pada hari Senin hingga Selasa (23-24/12/2013).  Tema yang diusung pada konferense se-Asia Pasifik tersebut adalah “Profesional Education for Teachers in Asia Pacific Region: The Insight Into New Paradigm”.

Dianni Risda selaku ketua penyelenggara mengatakan bahwa kegiatan yang diselenggarakan bersama beberapa perguruan tinggi di mancanegara ini merupakan kesadaran bersama dalam menghadapi abad ke-21.  Pada abad ini para  guru memiliki punya peran strategis dan,penting yang tidak bisa digantikan oleh bangsa lainnya dalam meningkatkan mutu sumber daya manusia.

“Tujuan penyelenggaraan konferensi ini adalah dalam rangka menyusun kerangka dasar sistem kebijakan bagi para guru di Indonesia, Kerangka konseptual, tersebut diharapkan dapat pula menyajikan hasil tentang riset dalam bidang pendidikan guru”, ujar Dianni.

Melalui seminar ini, ia berharap diperoleh desain dan model pendidikan guru yang multikultural. Serta memperoleh  tema kebijakan dan bagaimana  implementasi, model dan desainnya. Dengan dihadirinya konferensi ini dari 54 universitas di dalam dan luar negeri, serta diikuti oleh 123  peserta diharapkan dapat menghasilkan pemikiran baru bagi guru untuk kemajuan bangsa.

Sementara itu, Rektor UPI, Prof. Dr.  Sunaryo Kartadinata, M.Pd dalam kata sambutan sekaligus membuka acara tersebut  menyampaikan bahwa sudah delapan tahun kampus ini berupaya mewujudkan sistem dan wujud pendidikan agar masuk dalam tahap deviasi regulasi pendidikan Indonesia. Melalui kegiatan bertukar pengalaman, dan pikiran antara bangsa Indonesia dan Jepang dan negara lainnya dapat masuk ke dalam persoalan-persoalan trans internasional dan nasional.

“Melalui konferensi ini maka akan diperoleh perspektif di kawasan Asia Pasifik yang masuk ke dalam pendidikan guru. Sebetulnya pada tahun 2012 sudah  terbentuk konsorsium universitas di kawasan ini, dan negara  Indonesia pun terwakili oleh UPI  masuk ke dalam kepengurusan tersebut.Maka itu pula sebabnya kenapa ini menjadi hal yang penting, dimana proses tukar menukar informasi diharapkan menjadi kekuatan bagi guru berdasarkan best practice para guru dan juga tentunya secara pedagogik menjadi suatu hal yang tepat. Saya mengucapkan selamat, dan saya sarankan agar dapat para peserta dapat melakukan sharing.  Semoga saja jadi langkah yang strategis dalam mewujudkan pendidikan bermutu pada umumnya, dan pendidikan guru pada khususnya”, ujar Prof. Dr. Sunaryo Kartadinata, M.Pd.

Keynote speaker dalam konferensi tersebut adalah Prof. Sunaryo Kartadinata yang memaparkan tentang Grand Design of Teacher Education in Indonesia. Dan Prof. Osamu Umezawa, Ph. D dengan paparannya tentang Reconstructing Japanese Teacher Education System and Vision of Shizuoka, dari University Shizouka.  Kemudian terdapat paparan pula dari Dian Wahyuni, SH, M.Ed Kepala Departemen Pendidikan Dasar Pusat Pengembangan Guru Profesional Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.

17Pada hari pertama konferensi tampil para panelis yaitu 1) Dr. Dinn Wahyudin, dengan papernya berjudul The Readiness of Management and Organizational Behaviour in Redesigning of Teacher Education. 2) Prof. Tomohiko SHIRAHATA, Ph.D dan Prof. Atsushi SHIMBO, Ph. D, dengan paper berjudul Developing Faculty Who Can Instruct Teacher-Training Courses In Japan: In Order To Establish Japanese-Style Ed.D. 3) Prof. Ace Suryadi, dengan paper berjudul Empowerment of Teacher Leadership Capacity for Curriculum and Instructional Innovation. 4) Prof. Yasuhiro Matsunaga, Ph.D  dengan paper berjudul Manufacturing Class to Promote Cross-Cultural Understanding and Its Responsibility. 5) Prof. Hiroaki Utsunomiya, M.Pd dengan paper berjudul Arrangement of Educational Settings through Language Activities: Teachers’Quality in the Era of Globalization.  Hari pertama itu kemudian ditutup dengan pelaksanaan acara Welcome Dinner yang dimeriahkan oleh penambilan seni dan budaya oleh para mahasiswa UPI.

Kegiatan dilanjutkan dengan hadirnya para panelis yaitu 1) Prof. Suwarma Al Muchtar, dengan papernya A New Philosophy of Teacher Educatino. 2) Prof. Sunaryo Kartadinata and Dr. Riswanda. 3) Peter Clements, Ph. D dengan papernya Identity and Teacher Education: Three Approaches. 4. Prof. Nanang Fatah, dengan papernya Policy Studies of Educational Finance for Teacher Eduation in Indonesia. 5) Prof. Kumano Yoshisuke, PhD dengan papernya Analysis and Discussion on STEM Education Movement in Science Education in the US and Possible Implication to the Japanese and Indonesian Contexts. 6) Prof. Keiko Ikeda and Prof. Lucia Yamamoto dengan papernya The Students Exchange Program Shizuoka University and UPI.  Kemudian acara konferensi selama dua hari ini pun ditutup dengan dilaksanakannya penandatanganan Deklarasi Bandung tentang Pendidikan Guru.”. (Teks : Dewi Turgarini Foto : Deni Nurahmat)

~ dilihat : 328 kali ~