ENGLISH CLUB : Implementasi Kemampuan Bahasa Inggris dalam Komunikasi Berbasis Kebudayaan

aan

Oleh : AAN AGUSTAN

(Mahasiswa Pendidikan Ilmu Komputer, FPMIPA UPI, aan.agustan@student.upi.edu)

INDONESIA telah dikenal dengan potensi yang sangat besar baik dari sumber daya alam atau sumber daya manusianya. Tentu kita pribadi telah mengetahui hal ini, darimana? Dari beragamnya budaya yang ada disekitar kita seperti bahasa, pakaian, tari, cerita rakyat, dongeng atau seni rupa. Disekitar juga memiliki berbagai wisata alam yang menarik bahkan kerap di kunjungi oleh warga dari luar daerah atau bahkan turis dari manca negara. Dengan hal itu sebetulnya kita sadar bahwa Indonesia dengan segala potensi yang ada mampu menarik perhatian dunian namun ada beberapa sistem yang perlu untuk diluruskan, apakah itu? Kita akan mulai dari yang cukup mendasar yaitu komunikasi.

Pengenalan budaya telah banyak dilakukan baik oleh pemerintah ataupun oleh organisasi yang bergerak di bidang ini. Saya pernah mendapat kesempatan untuk berdiskusi dengan dua mahasiswa dari Okinawa National College of Technology, Jepang. Pembicaraan di mulai dengan pertanyaan mereka kepada saya tentang Jepang, tentu saya bilang “Jepang sangat baik dalam hal sistem dan juga kualitas warga nya karena mampu menyeimbangkan interaksi dengan sistem.” Mereka juga bertanya bagaimana Indonesia, saya memulai pembicaraan dengan budaya yang di Daerah saya, Sumatera Selatan, saya mengatakan bahwa “di Indonesia memiliki berbagai macam budaya yang sangat menarik, di daerah saya, di OKU Selatan memiliki 7 bahasa daerah yang berbeda,” kemudian salah satu dari mereka bertanya, “apakah berbeda sama sekali?” kemudian saya menjawab “ya, berbeda sama sekali.” Selain bercerita tentang budaya yang ada di daerah saya, Batik pun tak lepas dari topik pembicaraan, saya menunjuk batik yang tengah saya pakai, kemudian menjelaskan pada mereka “Batik, merupakan pakaian tradisional yang bisa dikenakan oleh semua kalangan dan dalam berbagai kondisi, kami orang Indonesia sangat bangga untuk mengenakannya.” Selain itu kami berbicara tentang berbagai lokasi wisata yang ada di Indonesia.

Mahasiswa seperti yang saya rasakan sekarang, memiliki peran penting dalam melakukan perubahan berarti, bukan sebatas Agent of Change karena hanya sebagai media yang terkadang dapat dimanfaatkan oleh orang lain, namun sebagai Creator of Change mahasiswa yang mampu membuat perubahan yang berarti. Kenapa peran mahasiswa dibutuhkan? Karena dengan kemampuan mahasiswa kita mampu mengembangkan potensi Indonesia dengan jaringan (Networking) yang ada. Lalu, apa yang dapat dilakukan oleh mahasiswa? Setiap mahasiswa berasal dari berbagai jurusan yang berbeda, dengan posisi strategis ini mahasiswa dapat mengembangkan kemampuan bahasa Inggris sehingga tidak memiliki kendala dalam komunikasi yang akan di jalin kedepannya. Apakah seperlu itukah bahasa inggris? Tentu, disadari atau tidak kita telah berhadapan dengan tantangan dan tuntutan global di Indonesia, setiap orang akan bersiap-siap untuk menyerbu Indonesia tercinta, karena apa? Karena kita akan segera mengahadapi ASEAN Free Trade Area (AFTA) 2015.

Kondisi seperti ini yang menuntut kita untuk mengembangkan kemampuan bahasa Inggris sebagai bahasa Internasional, lalu bagaimana cara menerapkan English Club? Saya akan menjelaskan langkah yang telah saya lakukan di Pendidikan Ilmu Komputer dan Ilmu Komputer, kami membentuk pengurus untuk membentuk Computer Science English Club (CSEC), CSEC melakukan pengajaran setiap semesternya dengan bobot 10 Pertemuan, dimulai dari pembukaan sampai dengan penutupan, seluruh mahasiswa baru akan di bagi menjadi dua, dik dan non dik. Pada semester ganjil kami akan mengajar kelas dik dan pada semester genap untuk non dik. Dalam pengajaran yang dilakukan akan diarahkan pada TOEFL sebagai standar dan pembelajaran dilakukan berbasis diskusi dan active and fun-learning. Pada pembelajaran mahasiswa akan dilatih kemampuan grammar dan speaking nya, untuk reading dan listening mahasiswa akan diberikan tugas untuk melatih kemampuan secara mandiri.

Apakah English Club bisa menjawab tantangan global dan meningkatkan komunikasi siswa dalam pengenalan budaya? Tentu, jika hal ini dilakukan secara sistematis dan konsisten, maka peran dari English Club akan besar karena kemampuan bahasa inggris mahasiswa akan meningkat sehingga mahasiswa siap dan mampu mengenalkan budaya Indonesia, lalu, dari mana konsep budaya masuk? Hal ini membutuhkan tambahan materi, karena English Club hanya membentuk dan melatih kemampuan bahasa Inggris mahasiswa. Untuk itu setelah mahasiswa siap, maka diperlukan pembangunan mental dan paham dalam kecintaan terhadap budaya Indonesia, untuk konten, mahasiswa memiliki asal daerah yang berbeda-beda dengan keberagaman asal ini, mahasiswa mampu saling mengenalkan kebudayaan asal daerahnya.

AFTA 2015 merupakan ajang dalam pengenalan budaya Indonesia, karena dengan banyaknya warga dari negara lain yang datang baik untuk berbisnis atau hal lainnya. Budaya merupakan hal yang perlu ditekankan dengan arus globalisasi yang semakin deras yang terkadang tanpa penyaring lagi, sehingga menyebabkan lunturnya budaya yang kita miliki dan mampu menyebabkan lunturnya kecintaaan terhadap budaya dan lama kelamaan kita akan meninggalkannya, dan hal ini sudah kita rasakan khususnya pada generasi muda yang ada saat ini. Dengan kencintaan pada budaya kita mampu melestarikan budaya serta mengenalkan budaya dengan bekal kemampuan komunikasi global yang telah ada pada orang lain yang akan memberikan daya tarik yang kuat.

Akhir dari tulisan saya ini  berharap mampu memberikan sebuah tekanan bahwa kita harus mencintai budaya kita sendiri karena kita dibesarkan bersama budaya dari daerah asal kita.  Budaya memiliki berbagai nilai yang besar baik secara estetika maupun filosofi, dengan itu kita mampu merasakan sebuah nilai luhur yang terpancar dari penerapan budaya, karena budaya dilakukan berasama-sama dalam kehidupan bermasyarakat sehingga interaksi yang terjalin mampu memberikan ikatan persaudaraan yang kuat. Indonesia dengan segala potensi yang ada mampu memberikan perubahan berarti dalam karakter setiap warga negaranya.

This entry was posted on Tuesday, June 3rd, 2014 at 09:15 and is filed under Lain-lain. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. Responses are currently closed, but you can trackback from your own site.

~ dilihat : 419 kali ~