Dua Mahasiswa UPI Kampus Tasik Jadi Delegasi Simposium di Manila

3

Manila, UPI

Tendi Darisman (semester 7) dan Ade Srimulyati (semester 5) mahasiswa UPI Kampus Tasikmalaya dari  Komunitas Bahasa UPI Kampus Tasikmalaya telah berhasil lolos seleksi dan menjadi delegasi dalam kegiatan  4th University Scholars Leadership Symposium tanggal 1-7 Agustus  2013 di Manila, Philippines.1

4th University Scholars Leadership Symposium 2013 merupakan suatu kegiatan yang melibatkan pemuda calon pemimpin masa depan dari berbagai negara yang secara khusus dirancang untuk memotivasi para pemuda dan menajamkan kepekaan sosialnya supaya bisa memahami perannya sebagai Agent Of Change yang diharapkan bisa memberikan ide-ide segar untuk menyelesaikan masalah-masalah kemanusiaan. Pada kegiatan ini, setiap delegasi dituntut untuk ikut serta melayani dan memberikan bantuan kepada masyarakat yang kurang beruntung, anak-anak yang tidak bisa bersekolah, dan bantuan langsung ke daerah-daerah rawan bencana. Para pemuda  yang mengikuti program ini selama kurang lebih 7 hari akan mengikuti berbagai workshop yang membahas setiap isu global secara terpisah dan terperinci. Ini merupakan salah satu kegiatan yang sangat positif karena ilmu mengenai kemanusiaan global belum banyak diberikan, terutama di kurikulum-kurikulum pendidikan guru sekolah dasar.

Sebagai seorang calon guru kepekaan terhadap isu-isu kemanusiaan tentu harus dilatih. Sebagai calon praktisi pendidikan yang nantinya akan terjun langsung di masyarakat, sangat penting sekiranya untuk terus mengikuti perkembangan dunia terhadap kemanusiaan terutama dalam bidang pendidikan secara aktual dan berupaya untuk terus menyumbangkan pemikiran dan ide-ide kritis demi kemajuan bangsa. Di Indonesia sendiri, banyak problema kemanusiaan dalam bidang pendidikan yang menunggu untuk dituntaskan, antara lain tidak meratanya persebaran jumlah tenaga pendidik di daerah-daerah terpencil dan rawan bencana sehingga kesetaraan pelayanan pendidikan sulit tercapai, kurangnya kesadaran masyarakat tentang pentingnya pendidikan sehingga lebih memilih menyuruh anak-anaknya untuk bekerja dari pada bersekolah akibatnya jumlah anak jalanan setiap tahun meningkat. Sebagian orang menganggap bahwa sekolah hanya untuk menghambur-hamburkan uang yang bersekolah tinggi pun belum tentu mendapatkan kehidupan yang layak. Untuk itu, harus ada pembaharuan nilai sebuah pendidikan pada mind set masyarakat yang tidak menekan masyarakat.2

Selama mengikuti kegiatan , banyak sekali manfaat yang didapatkan mulai dari pengetahuan baru, pengalaman baru dan teman-teman baru dari berbagai Negara. Diharapkan setelah mengikuti kegiatan ini para delegasi mampu memberikan banyak manfaat kepada masyarakat Indonesia serta semoga akan banyak kesempatan bagi mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia mengikuti kegiatan-kegiatan internasional  di luar negri. (Tendi&Ade)

~ dilihat : 328 kali ~