Diluncurkan, Antologi “Syair untuk Mesir”

1

Bandung, UPI

Tujuh pelangi Islam UPI dan UKM KI Al-Qolam UPI menyelenggarakan kajian akbar ke-5 UPI, 21 April 2014. Acara ini direalisasikan dengan peluncuran dan bedah buku antalogi “Syair untuk Mesir”. Pemateri dalam acara ini yaitu M. Irfan Hidayatullah, penulis buku dan dosen bahasa dan sastra Indonesia Unpad, sebagai pembedah dari segi aspek sastra Islam dan Nenden Lilis A, sastrawan dan dosen pendidikan bahasa dan sastra Indonesia UPI, sebagai pembedah dari segi sastra umum.

“Islam seringkali terkalahkan oleh wacana politik global dan wacana politik regional,” ucap Irfan Hidayatullah pada pematerian pertama. Ia juga mengatakan puisi-puisi dalam buku antalogi “Syair untuk Mesir” ini bernada sama, semua berisi ungkapan dan empati atas peristiwa yang terjadi di Mesir, padahal akan lebih baik jika ditulis berdasarkan fakta dan jejak sejarah. Ada sebuah puisi yang dinilai Irfan Hidayatullah sebagai puisi berdasarkan jejak sejarah yaitu puisi berjudul Habiba, Lipurlah Laraku. Puisi ini mengisahkan seorang wanita mesir bernama Habiba berdasarkan jejak sejarahnya.

Dalam sesi kedua, Nenden Lilis A, juga membahas beberapa syarat puisi yang baik. Ia mengatakan bahwa puisi yang baik yaitu puisi yang mempunyai struktur lahir dan batinnya puisi juga tidak klise. Ia memberikan contoh beberapa puisi dalam antologi “Syair untuk Mesir” yang dianggap sebagai puisi yang diolah dengan baik, yaitu puisi berjudul “Bacakan Aku Satu Kisah, Ketika Malam Menjelang, dan Duka Dunia”. Namun, puisi yang dianggap paling mengharukan dan diolah dengan baik yaitu puisi berjudul “Habiba, Lipurlah Laraku”.

Di akhir acara, M. Irfan Hidayatullah menyanyikan lagu ciptaannya yang baru saja diciptakan dan belum mempunyai judul. Lagu ini berisi tentang empati umat Islam terhadap tragedi di Mesir. Acara ini diakhiri dengan book signing “Syair untuk Mesir” oleh M. Irfan Hidayatullah dan Nenden Lilis. A. (AQ/lds)

~ dilihat : 261 kali ~