Wisata Edukasi, Kenapa Tidak ?

Oleh  FATHIN FAUZIAH

(Mahasiswi Manajemen Resort dan Leisure UPI 2012)

PERJALANAN wisata yang lebih sering dikaitkan dengan bersenang-bersenang, menghabiskan waktu, dan menghabiskan biaya tidak selamanya benar. Kebanyakan orang melakukan wisata untuk melepaskan diri dari kepenatan akan kehidupannya sehari-hari, dari pekerjaan, tugas-tugas kuliah atau sekolah atau hal-hal yang membuat mereka jenuh. Hal itu yang menyebabkan wisata sangat dikaitkan dengan bersenang-senang, menghabiskan waktu dan menghabiskan biaya, kenapa ? karena pada dasarnya saat seseorang mengalami kejenuhan dan orang tersebut melakukan perjalan wisata, saat  berada di tempat wisata tersebut mereka ingin mendapatkan kepuasan, itu yang menyebabkan mereka ada di dalam situasi “euphoria” yang berlebihan, mereka lupa dan cenderung tidak peduli dengan berapa banyak waktu dan uang yang akan mereka habiskan nantinya.

Tapi sekarang dengan seringnya diadakan wisata edukasi seperti study tour  pendapat tentang wisata yang selalu bersenang-senang mulai berubah. Wisata edukasi menambahkan perjalanan-perjalanan yang bisa menambahkan wawasan siapapun yang melakukan kegiatan wisata ini. Sayangnya hanya segelintir orang yang melakukan kegiatan ini, seperti siswa-siswa atau para mahasiswa saja. Karena masyarakat cenderung berpikir bahwa wisata edukasi hanya akan berguna bagi orang-orang yang masih dalam proses pembelajaran (masih sekolah atau kuliah), padahal ilmu dari wisata edukasi ini akan berguna bagi siapapun, karena berapapun umur kita, apapun pekerjaan kita ilmu itu akan tetap berguna.

Dan lagi pengemasan wisata edukasi yang biasanya kurang menarik, karena rata-rata wisata edukasi ini hanya datang ke tempat yang itu-itu saja dan akhirnya perjalanan tersebut hanya terlihat seperti pelajaran sejarah di kelas, kita ambil contoh candi Borobudur Yogyakarta, saya rasa candi tersebut sangat sering dijadikan pilihan untuk melakukan wisata edukasi, hampir setiap sekolah yang akan melakukan wisata edukasi pertama kali rata-rata memilih Yogyakarta dan candi Borobudur sebagai tujuan. Hal tersebut yang menyebabkan para pelaku wisata(wisatawan) bosan.

Seharusnya wisata edukasi ini di buat lebih menarik, seperti membuat perjalanannya semi petualangan sehingga wisatawan mendapatkan pengalaman yang berbeda dan tetap mendapatkan ilmu-ilmu yang baru, karena ilmu yang bisa kita dapat dari melakukan wisata edukasi ini tidak hanya sebatas sejarah, tapi kita juga bisa mengetahui bagaimana cara tumbuhan-tumbuhan atau binatang-binatang liar bertahan hidup dan berkembang biak, bagaimana cara kita menghadapi keadaan sulit saat kita berada di dunia luar, di luar zona nyaman kita sehari-hari, dan bagaimana cara berinteraksi dengan orang-orang baru, juga masih banyak lagi ilmu yang bisa kita dapatkan.

Jadi wisata itu tidak hanya berkaitan dengan bersenang-senang, karena wisata juga bisa mengajarkan kita dalam segala hal, termasuk untuk tidak membiasakan diri kita hidup dalam keadaan yang selalu senang-senang.

This entry was posted on Tuesday, September 10th, 2013 at 02:57 and is filed under Lain-lain. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. Responses are currently closed, but you can trackback from your own site.

~ dilihat : 386 kali ~