UPI Implementasikan Konsep Taman Budaya Agro Tekno di Riau

Pekanbaru, UPI1

Pusat Pengkajian dan Pengembangan Kewirausahaan Kreatif (P3K2) Universitas Pendidikan Indonesia melakukan audiensi dan presentasi tentang konsep ATCP/Taman Budaya Agro Tekno di hadapan Wali Kota dan SKPD Pemerintah Kota Pekanbaru, Riau. Audiensi yang diikuti unsur  Dinas Pertanian, Dinas PU/Bina Marga, Dinas Pariwisata, Dinas Perindustrian dan Perdagangan ini terkait akan dilakukannya kunjungan lapangan sebagai bentuk tindak lanjut dari presentasi P3K2 UPI di Kementrian DPDTT untuk proses pendalaman kegiatan, di Pekanbaru, Riau, Rabu (11/2/2015).

“Tujuan melakukan survei calon lokasi ATCP, sosialisasi ATCP kepada Pemerintah Kota Pekanbaru adalah untuk membuat link yang permanen antara perguruan tinggi (akademisi), masyarakat/komunitas, dan pemerintah,” ujar Ketua Pusat Pengkajian dan Pengembangan Kewirausahaan Kreatif (P3K2) UPI Dr. Lely Yulifar,M.Pd.2

Lebih lanjut dijelaskan, ATCP mencoba menggabungkan ide, inovasi, dan know-how dari dunia akademik dan kemampuan finansial pemerintah. Diharapkan penggabungan ini dapat meningkatkan dan mempercepat pengembangan  desa di Pekanbaru, dimana melalui ATCP, produk akan cepat terserap pesat serta mengurangi waktu yang dibutuhkan untuk memindahkan inovasi ke produk yang dapat dipasarkan, dengan harapan untuk memperoleh economic return yang tinggi.

Hasil yang diperoleh dalam kunjungan tersebut diantaranya program ATCP dapat menjadi bagian dari Rencana Induk Pemerintah Kota Pakanbaru, dan hasil survey terhadap potensi SDA/SDM, peternakan, pertanian, perikanan dan pariwisata yang ada di desa-desa di PKU, beserta permasalahan yang ada saat ini dalam pembangunan daerah tersebut.3

Hal lainnya yaitu belum adanya value added untuk produk pertanian maupun peternakan di desa, dan belum dimiliknya rumah kemasan oleh Pemkot  Pakanbaru yang bisa meningkatkan daya saing produk, juga dalam kesadaran pentingnya hak patent, branding dan lain sebagainya.

Diungkapkan Dr. Lely, PT. Chevron Pasipic Indonesia (CPI) menunggu progress berikutnya, dan mengundang Tim P3K2 serta pihak Kemen Desa PDTT, PT. Berdikari dan Pemkot untuk  ditindaklanjuti. Leading sector program ATCP ada  di Dinas Peternakan. Dalam kunjungan tersebut juga disebutkan bahwa saat ini konsep MoU antara UPI dan Pemkot Pekanbaru akan mulai digarap, selain itu pembentukan tim penyusunan proposal ATCP dari pihak SKPD kota Pekanbaru dan P3K2 UPI.

“Proposal ajuan kepada Kemen Desa PDTT akan dipresentasikan dihadapan Dirjen (Plt.) Kawasan Pedesaan Kemen Desa PDTT oleh Tim P3K2 dalam kerangka persiapan presentasi program oleh Walikota Pakanbaru di hadapan Menteri Desa PDDT RI, dan Walikota Pekanbaru menyatakan siap memberikan kuliah umum bersama dengan Menteri Desa PDTT di Kampus Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) bersamaan dengan penandatangan MoU antara para pihak,” paparnya.1 (12)

Adapun skema kunjungan yang dilakukan ialah dimulai dari Kelurahan Rejosari, Kecamatan Tenayan Raya Pekanbaru, salah satunya ke kelompok peternak yang ada di Pekanbaru, lalu ke daerah percontohan untuk agrobisnis dan agrowisata di daerah Kecamatan Tenayan Raya, Kel Sail, disana dilaksanakan kegiatan panen bawang yang dipimpin langsung oleh Walikota Pekanbaru Bapak H.Firdaus,S.T.,M.T.

Kunjungan lapangan hari berikutnya yaitu menghadiri Musrenbang Tingkat Kecamatan Rumbai Pesisir, dimana masyarakat, ormas, pemerintah, DPRD dan LSM bertemu untuk merencanakan program pembangunan bersama di daerahnya, selain itu tim mengunjungi areal Desa Melayu Kelurahan Pas Kecamatan Rumbai Kota Pekanbaru, kemudian mengunjungi danau dan Bandar Kahyangan sebagai lokasi yang punya potensi untuk pariwisata, dan dilanjutkan ke RPH (rumah potong hewan). Kunjungan terakhir ke PT Chevron  untuk sosialisasi konsep ATCP. Rombongan diterima oleh Manager PT Chevron Bapak Deswandi Muzwar. (Dodiangga)

~ dilihat : 285 kali ~