Standarisasi Pendidikan Diganti atau Dibenahi?

Oleh FINISH WENY ARNTANTI

(Mahasiswi Prodi International Program On Science Education 2012)

SETIAP saat kita pasti merasakan perubahan. Ya, perubahan dalam segala aspek kehidupan khususnya aspek pendidikan. Standarisasi pendidikan yang ada di Indonesia belum sepenuhnya mempunyai konsistensi di dunia pendidikan itu sendiri. Berbagai media telah mempublikasikan masalah ini dan berbagai penelitian yang telah dilakukan secara absolut membuktikan bahwa sistem pendidikan di Indonesia memang harus dibenahi dan bila perlu diganti dengan memperhatikan aspek-aspek yang dianggap kurang perlu agar mencapai target yang diharapkan. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia nomor 19 tahun 2005 tentang standar nasional pendidikan telah dikeluarkan untuk menjadi standar yang baku bagi sistem pendidikan. Banyak sekali opini yang mengacu pada kata pendidikan” yang dihubungkan dengan ekonomi sehingga membuat pendidikan jatuh dimata masyarakat. Salah satu syarat memasuki dunia kerja adalah mempunyai kinerja yang bagus dan dibuktikan dengan ijazah. Keabsahan ijazah saat ini menjadi sorotan publik karena banyak terjadi kasus pemalsuan yang subjeknya berasal dari kalangan manapun. Seiring dengan perkembangan tekhnologi yang sangat rentan tindakan pemalsuan tersebut.

Standarisasi pendidikan perlu dibenahi karena kalau diganti pemerintah akan kesulitan lagi membangun citra yang sudah tercipta saat ini. Dari hasil penelitian di dunia bahwa peringkat pendidikan Indonesia menempati urutan ke – 69 dari 127 negara, hal itu menunjukan bahwa pendidikan di Indonesia masih dibawah standar dunia. Pendidikan saat ini harus diiringi dengan standarisasi yang berkualitas bagi anak bangsa dan dapat membuktikan bahwa Indonesia mampu bersaing di kancah internasional khususnya segi akademik. Dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 dijelaskan bahwa Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta ketrampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara (Pasal 1 Ayat 1).

Seperti yang telah dibahas sebelumnya bahwa pendidikan harus dibenahi namun harus diperhatikan opini masyarakat terhadap perbaikan yang akan dilakukan. Pemerintah  perlu  mempertimbangkan dan memutuskan langkah tepat yang akan dilakukan agar tidak memberatkan masyarakat tentunya dalam segi ekonomi. Pendidikan memang sangat diperlukan setiap manusia untuk mengembangkan kualitas diri yang dapat ditempuh secara formal maupun  secara non formal. Saat ini banyak instansi yang mendirikan sekolah untuk memenuhi tuntutan masyarakat sehingga memiliki dedikasi yang tinggi untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat dari segi akademik. Bangsa Indonesia terbukti memiliki potensi besar di dunia pendidikan karena selama ini telah banyak prestasi yang diraih di kancah nasional maupun internasional. Namun tidak dapat dipungkiri kalau pemerintah masih kesulitan dalam menentukan standarisasi pendidikan dengan banyaknya spekulasi dalam hal “ujian nasional” dan sistem pengajaran tingkat sekolah dasar. Belum lagi yang baru – baru ini diputuskan oleh pemerintah yaitu pencabutan predikat RSBI bagi sekolah negeri di Indonesia.

Ujian nasional selalu diperbincangkan pada akhir tahun pelajaran karena tidak ada acuan kompetensi lulusan yang baku dari hasil ujian nasional. Namun pemerintah terus mengkaji bahwasanya standar kompetensi lulusan di sekolah formal maupun non formal belum mempunyai standarisasi yang akan digunakan. Rencana penghapusan IPA di tingkat sekolah dasar masih terus dikaji ulang dengan opini bahwa tingkat sekolah dasar adalah pra awal anak mengetahui pendidikan dan anak di tingkat sekolah dasar cukup mengetahui materi dasar yang tidak terlalu banyak menguras pikiran. Disamping itu masa sekolah dasar adalah masa bermain dan mengembangkan minat dan bakat secara intensif agar dapat tersalurkan secara alami. Penghapusan RSBI di sekolah negeri memang banyak menuai kontroversi yang membuat standar pendidikan belum mendapat perhatian yang layak karena pemerintah menganggap RSBI adalah ajang persaingan bukan ajang peningkatan kualitas bagi siswa. Selain itu dengan adanya RSBI menunjukan diskriminasi antara siswa yang tidak mampu dengan siswa yang mampu dari segi ekonomi. Berhubungan dengan tenaga pendidik di sekolah RSBI yang rata rata belum mempunyai kualitas dalam segi pengajaran melalui bahasa asing yang memperkuat argumentasi bahwa RSBI dan sekolah biasa tidak ada perbedaan yang signifikan. Atas dasar itulah pemerintah mencabut predikat RSBI disemua sekolah negeri kecuali sekolah swasta yang notabenya diluar campur tangan pemerintah.

Secara konseptual Indonesia mempunyai potensi yang besar untuk menjadi negara maju seperti Jepang, Amerika, dan Inggris. Masalah yang perlu diperhatikan adalah segi ekonomi dan segi pendidikan yang sangat vital. Indonesia belum mempunyai sistem yang kuat untuk menyeimbangkan problematika tersebut. Untuk itu diharapkan seluruh masyarakat dapat ikut berkontribusi demi memajukan kualitas pendidikan dengan cara yang dapat dipertanggungjawabkan. Pembenahan sedikit demi sedikit harus terus dilakukan agar suatu saat Indonesia mampu muncul di posisi teratas deretan sistem pendidikan terbaik di dunia. Subjek yang paling menentukan disini adalah anak bangsa sebagai generasi penerus untuk masa depan pendidikan.

Banyaknya masalah intern maupun ektern di dunia pendidikan memang secara kasat mata belum bisa terselesaikan dengan baik. Perlu banyak kajian mengenai standarisasi pendidikan secara transparan. Transparansi pemerintah dalam membenahi pendidikan memang diperlukan untuk meninjau kebijaksanaan dan teknik pelaksanaan dalam proses pembenahan. Untuk mencapai hasil yang luar biasa memang dibutuhkan proses yang panjang begitu juga dalam mengatasi aspek pendidikan yang begitu rumit jika dilihat dari sudut pandang yang menyeluruh. Sebagai masyarakat yang mempunyai hak yang sama untuk mendapatkan pendidikan harus mempunyai apresiasi tinggi terhadap perkembangan pendidikan di era ini. Satu hal yang perlu ditanamkan dalam benak masyarakat yaitu  “Pendidikan harus dibenahi untuk masa depan bangsa Indonesia yang lebih baik”. Tidak sekedar pemerintah yang perlu membenahi sistem pendidikan dan kurikulum di Indonesia namun sebagai masyarakat berpendidikan harus bisa merubah pola pikir yang selama ini abstrak menjadi pola pikir kritis terhadap masalah disekitar kita, bukan hanya aspek pendidikan namun seluruh aspek kehidupan yang sejatinya sangat penting untuk dipelajari dan diatasi. Jika Indonesia mempunyai satu kesatuan yang utuh dan kuat tidak dapat dipungkiri bahwa Indonesia dapat menjadi negara maju di dunia.

This entry was posted on Saturday, February 23rd, 2013 at 14:44 and is filed under Lain-lain. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. Responses are currently closed, but you can trackback from your own site.

~ dilihat : 2427 kali ~