Posisi Kimia Dalam Kurikulum 2013

nayudin hanif

Oleh: NAYUDIN HANIF, S.PD

(Peserta PPG SM-3T Pendidikan Kimia FPMIPA UPI)

 

DALAM struktur kurikulum di SMA/MA, pada umumnya mata pelajaran terdiri dari berbagai disiplin ilmu yang terpisah dan hanya memiliki sedikit keterkaitan antara masing-masing mata pelajaran. Untuk itu perlu ada usaha untuk mengintegrasikan berbagai mata pelajaran tersebut dalam satu simpul yang utuh. Lalu bagaimana mata pelajaran kimia dapat diintegrasikan dengan disiplin ilmu lainnya?

Dalam rancangan kurikulum 2013, Kompetensi Inti (KI) berfungsi sebagai unsur pengorganisasian (oganising element) dari Kompetensi Dasar (KD), yang merupakan kompetensi setiap mata pelajaran. Sebagai unsur pengorganisasian, KI merupakan pengikat untuk organisasi vertikal dan horizontal KD. Organisasi vertikal KD adalah keterkaitan antara konten KD satu kelas/jenjang pendidikan kelas/jenjang di atasnya sehingga memenuhi prinsip belajar yaitu terjadi suatu akumulasi yang berkesinambungan antara konten yang dipelajari siswa. Sedangkan organisasi horizontal KD adalah keterkaitan antara konten KD satu mata pelajaran dengan KD dari mata pelajaran yang berbeda dalam satu pertemuan mingguan dan kelas yang sama sehingga terjadi proses saling memperkuat. Gagasan ini merupakan keunggulan sekaligus tantangan bagi guru kimia dalam mengimplementasikan kurikulum 2013.

Dalam buku Methods of Teaching Chemistry, Stephan Forster (2009) menjelaskan pentingnya hubungan mata pelajaran kimia dengan disiplin ilmu lain. Gagasan dalam mengikat berbagai disiplin ilmu ke dalam simpul pembelajaran kimia, Stephan Forster mengatakan “tidak ada mata pelajaran yang dapat diajarkan secara terpisah, begitu juga dengan pengajaran kimia. Agar pembelajaran kimia efektif, pembelajaran harus dikembangkan dari aplikasi kimia dan korelasinya”. Pada pengembangan kurikulum 2013, penerapan pengetahuan (aplikasi kimia) merupakan salah satu bagian dari empat kelompok kompetensi inti, salah satunya yaitu kompetensi inti kelompok 4. Kompetensi inti kelompok 4 ini diajarkan secara terintegrasi (direc teaching) pada peserta didik setelah memahami kompetensi inti kelompok 3 tentang pengetahuan. Pentingnya korelasi ilmu kimia dengan disiplin ilmu lain dan aplikasi kimia tidak lepas dari banyaknya penemuan di bidang kimia yang telah berkontribusi bagi kemajuan secara fisik maupun sosial di masyarakat. Sehingga muncullah strategi pembelajaran seperti Science Technology Society, Contextual Teaching and Learning, Problem Based Learning dan lan-lain yang merupakan bagian dari aplikasi pembelajaran kimia yang ada dalam kehidupan sehari-hari.

Berikut ini adalah kontribusi perkembangan beberapa mata pelajaran lain dan hubungannya dengan kimia.

Hubungan Kimia dan Bahasa 

Kimia sangat berhubungan sekali dengan bahasa yang diajarkan karena konten kimia memiliki bahasa yang khas. Korelasi ini muncul karena faktanya adalah bahasa bukan sekadar memberikan cara bagaimana berkomunikasi dengan orang lain tetapi juga kendaraan pemikiran siswa. Seorang siswa tidak dapat bergulat dengan masalah ilmiah tanpa menggunakan kata-kata. Hal ini yang membuat pentingnya guru dalam mendorong siswa untuk menguasai bahasa, baik dalam bentuk lisan maupun tulisan.

Kegiatan eksperimen / praktikum merupakan wahana dalam memberikan kesempatan bagi siswa untuk mengembangkan kemampuan bahasa yang baik. Proses perkembangan kemampuan bahasa lisan dapat dilihat melalui kegiatan diskusi, baik antara siswa dengan siswa atau siswa dengan guru. Sedangkan kemampuan bahasa yang tertulis dapat dikembangkan dengan mendorong siswa untuk membuat catatan pribadi dari hasil praktikum berupa laporan praktikum, atau mungkin buku catatan harian, yang sifatnya bukan menyalin dari buku paket, LKS atau papan tulis.

Hubungan Kimia dan Matematika 

Matematika dan kimia sangat erat kaitannya satu sama lain. Matematika merupakan ibu dari semua ilmu. Pengetahuan yang mendalam tentang dasar-dasar matematika sangat berguna sekali dalam memahami konsep-konsep kimia tertentu. Koordinasi yang intensif antara guru kimia dan guru matematika membuat tugas mengajar kimia lebih mudah.

Pada topik kimia fisik seperti termodinamika, kinetika kimia, radioaktivitas dan lain-lain, semua itu dapat dipahami secara baik dengan menggunakan persamaan matematika tertentu. Untuk menurunkan persamaan tersebut siswa harus akrab dengan berbagai tanda yang digunakan untuk menunjukkan operasi matematika tertentu. Persamaan matematik memiliki makna yang mudah dipahami ketika diterapkan dalam pembelajaran kimia.

Hubungan Kimia dan Ilmu Pengetahuan Sosial 

Kimia adalah mata pelajaran yang sangat berguna bagi masyarakat saat ini. Banyak penemuan di bidang kimia yang memberikan dampak sosial dan mempengaruhi pemikiran sosial individu. Pengetahuan kimia ini sangat berguna dalam mengusir takhayul di masyarakat. Kontribusi kimia dalam pengembangan masyarakat sudah terlihat dalam berbagai bidang kehidupan. Guru dapat merujuk pada kontribusi kimia tersebut saat mengajar ilmu-ilmu sosial. Dalam referensi sejarah, banyak hasil penemuan di bidang kimia yang digunakan untuk melawan atau memenangkan perang. Pelajaran geografi sangat tergantung pada kimia untuk beberapa aspeknya sehingga pelajaran geografi dan kimia tumpang tindih di beberapa pokok bahasan terutama tentang batuan, atmosfer, hidrosfer, litosfer, mineral, hujan dan lain-lain.

Hubungan Kimia dan Fisika 

Kimia dan fisika, keduanya merupakan cabang ilmu pengetahuan alam dan keduanya memiliki sejumlah konsep umum yang luas. Banyak hukum kimia bisa sangat berguna untuk penjelasan konsep-konsep penting tertentu dalam fisika. Sebagai contoh, topik umum yang saling berkaitan pada kimia dan fisika seperti fisika nuklir, fisika termal, fisika atom, dan lain-lain. Banyak metode kimia yang digunakan untuk melaksanakan eksperimen dalam fisika atau sebaliknya. Hal ini menunjukkan ruang lingkup kerjasama antara guru kimia dan guru fisika pada materi tertentu cukup luas.

Hubungan Kimia dan Biologi 

Korelasi antara kimia dan biologi begitu besar sehingga kini muncul mata pelajaran seperti “biokimia”. Ada banyak topik dalam biologi yang sangat bergantung pada pengetahuan kimia, misalnya biomolekul, sirkulasi darah, sistem pencernaan, dan lain-lain. Pengetahuan tentang kimia dapat membantu dalam memahami berbagai penyakit dan membantu untuk menyembuhkan / mencegah penyakit tersebut. Untuk mengajar yang lebih baik harus ada kerjasama yang erat antara guru kimia dan guru biologi.

Sumber :

Forster, Stephan. (2009). Methods of Teaching Chemistry. Delhi : Global Media.

Balitbang. (2013). Kompetensi Dasar SMA/MA. Jakarta : Kemdikbud.

This entry was posted on Monday, May 13th, 2013 at 04:00 and is filed under Lain-lain. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. Responses are currently closed, but you can trackback from your own site.

~ dilihat : 293 kali ~

Silahkan baca juga :close