Penggunaan Animasi dalam Kajian Ilmu Pengetahuan

1

Oleh FITRIANI SONDARI

(Mahasiswa Prodi International Program on Science Education/FPMIPA Universitas Pendidikan Indonesia)

ANIMASI kartun, siapa yang tidak mengenalnya? Semua orang pasti sudah pernah melihat salah satu jenis dari animasi ini. Sejak pertama kemunculannya pada tahun 1901 dengan tokoh Mickey Mouse dan Donald Duck ciptaan Walter Disney, kartun memang sudah mendapatkan tempat di hati penikmat televisi. Pada mulanya kartun hanya digunakan sebagai hiburan semata dan kebanyakan peminatnya adalah anak anak kecil. Tetapi seiring berjalannya waktu, animasi pun digunakan dalam dunia pendidikan.

Jika kita pernah melihat buku paket atau buku sumber pembelajaran lainnya yang digunakan pada zaman dahulu milik orangtua kita, maka kita akan menyadari begitu banyak perbedaan yang terdapat diantara keduanya. Pada buku pelajaran zaman dahulu jarang sekali terlihat gambar-gambar ilustrasi yang ditambahkan sebagai penjelas dari materi yang diberikan. Kebanyakan yang terdapat di dalam buku hanyalah materinya saja yang berupa tulisan. Lalu bandingkan dengan buku materi pembelajaran pada zaman sekarang, jauh berbeda bukan? Ya, itulah perkembangan dunia pendidikan yang bersifat dinamis.

Pengunaan animasi dalam kajian ilmu pengetahuan atau dalam proses pembelajaran bagaikan dua buah sisi mata uang, mereka  memiliki sisi positif dan negatif, berikut adalah sisi positif yang bisa didapatkan dari penggunaan animasi ini.

  1. Meningkatkan Antusisme Siswa

Sudah menjadi hal yang lumrah bahwa anak anak yang ada pada usia sekolah (SD, SMP, SMA) akan menggemari animasi kartun, mereka cenderung stand by di depan televisi untuk menonton acara kartun favoritnya dibandingkan membaca buku pelajaran yang bisa dikatakan membosankan. Apalagi ditambah dengan bacaan yang begitu banyak dan sulit dimengerti. Penggunaan animasi dalam penyampaian pelajaran pada para siswa tentunya akan meningkatkan antusiasme para siswa untuk belajar, karena proses belajar menggabungkan antara hal yang sangat disukai dan kurang disukai oleh siswa. Jika siswa (objek pendidikan) mulai antusias pada suatu hal, maka dengan sendirinya mereka akan menyukai dan mempelajari lebih dalam materi yang telah diberikan tersebut. Bahkan kenyataannya bukan hanya siswa siswa SD, SMP, SMA saja yang merasa antusias saat diberi materi menggunakan animasi, bahkan mahasiswa pun merasakan hal yang sama. Contohnya saat mengkaji ilmu kebumian bagaimana bumi terbentuk dan mempelajari aktivitas vulkanis di bumi.

  1. Menambah Pemahaman Siswa

Ketika siswa sulit memahami isi yang terdapat dalam buku literatur bahkan untuk membayangkan apa yang dibacanya, maka ilustrasi menjadi bagian yang sangat penting dalam proses pemahamannya. Kebanyakan dari buku terbitan baru pasti sudah mencantumkan gambar ilustrasi ataupun bagan untuk mempermudah proses belajar siswa. Tetapi jika siswa masih kebingungan dengan ilustrasi yang diberikan, maka animasi bergeraklah yang dibutuhkan untuk menambah pemahaman siswa.

  1. Mempermudah Proses Pembelajaran

Sudah menjadi keharusan bahwa kemajuan teknologi harus mempermudah proses dan kegiatan manusia, maka bidang pendidikan pun termasuk pada bidang yang diberi keuntungan. Kemajuan teknologi grafis yang baik telah mempermudah proses pembelajaran pada sekolah – sekolah khususnya di kalangan modern. Sebelumnya, guru akan kesulitan saat menerangkan karena harus menggambarkan ilustrasi ataupun membawa gambar yang besar  berupa poster untuk ditunjukkan pada para siswanya, tetapi pada zaman yang modern ini guru hanya tinggal membawa laptop lalu menunjukkan animasi baik itu gambar, video atau aplikasi pembelajaran lainnya melali infocus. Kegiatan ini sudah pasti mempermudah guru dalam membawakan materi pembelajaran dan mempermudah siswa untuk mengerti materi yang diajarkan.

  1. Materi Jadi Mudah Diingat

Selain memudahkan siswa dalam memahami pelajaran, animasi juga ternyata mempermudah siswa untuk mengingat materi yang sudah diberikan. Jika dibandingkan dengan membaca buku literatur, maka kemungkinan besar menerima pelajaran dengan animasi dan penjelasan yang memadai dari pengajar akan lebih mudah diingat oleh siswa. Walaupun jika hanya dengan melihat animasi dirasa belum cukup untuk memahami keseluruhan materi yang diberikan, tapi setidaknya sudah ada gambaran yang cukup jelas apa yang sebenarnya siswa pelajari pada saat di kelas.

Sekilas penggunaan animasi ini memang memberikan keuntungan yang banyak pada pihak siswa maupun guru, tetapi dibalik semua keuntungannya itu, kemajuan ini juga bukan tidak memiliki kekurangan ataupun efek samping dari penggunaannya. Berikut adalah efek samping dan kekurangan yang masih ada pada penggunaan animasi ini .

  1. Ketergantungan

Kemudahan dalam media pembelajaran dapat membuat siswa terlena dan menyepelekan cara belajar konvensional. Siswa jadi malas belajar melalui buku literatur dan lebih memilih menyaksikan presentasi dan penjelasan yang menarik dari guru di kelas. Hal ini bukanlah dampak yang baik, karena sebenarnya penggunaan animasi adalah untuk memudahkan proses belajar, bukan untuk membuat siswa ketergantungan dengan hanya menjadikan pelajaran di kelas sebagai sumber materi pelajaran.

  1. Membutuhkan Biaya

Animasi ataupun aplikasi yang digunakan dalam proses pembelajaran tidak semuanya gratis didapatkan ataupun diunduh di sembarang website. Adakalanya animasi dan aplikasi yang kita butuhkan harus dibeli terlebih dahulu, bahkan terkadang dengan cara online dan tidak dengan biaya yang murah. Begitupun dengan aplikasi, karena aplikasi yang diganakan harus mendapatkan lisensi dari rumah produksi. Hal ini wajar mengingat membuat animasi tidak semudah yang dibayangkan. Jika kita berusaha membuat animasi dengan tangan kita sendiri pun hasilnya belum tentu sebaik animasi yang berbayar. Semakin baik kualitas animasi dan aplikasi, maka semakin mahal harganya. Tapi itu sebanding dengan manfaat yang didapatkan.

  1. Media yang Mumpuni Belum Diimbangi dengan Kualitas Pengajar yang Kompeten

Media pembelajaran yang sudah modern belum tentu diimbangi dengan sumber daya pengajar yang kompeten, baik dalam berkomunikasi dengan siswa ataupun untuk menggunakan media pembelajaran itu sendiri. Seorang guru memang dituntut untuk fasih dalam berkomunikasi dengan pada muridnya, tapi dalam kenyataannya tidak semua guru mampu membawakan materi pembelajaran dengan baik bahkan dengan bantuan media yang canggih sekalipun. Sebelum membawakan materi pada siswa seorang guru harus sudah tahu apa isi dan bagaimana cara menggunakan media yang digunakan tersebut. Jika yang membawakan materi adalah guru yang kurang berkompeten, siswa pun malah tidak akan mengerti apa yang disampaikan dan tetap kebingungan.

  1. Belum Semua Daerah dan Sekolah Bisa Merasakannya

Kemajuan dalam bidang media pendidikan seharusnya bisa dirasakan merata oleh semua kalangan dan semua daerah, tetapi pada umumnya kemajuan itu hanya bisa dirasakan di sekolah yang sudah elit ataupun yang sudah modern di kota kota. Kalangan kecil yang bahkan sulit untuk mengecap bangku sekolah serta daerah yang tertinggal belum tentu dapat merasakan kemajuan media ini.

Merajuk kepada hal hal yang telah disampaikan di atas, penggunaan animasi memang memberikan banyak keuntungan bagi para siswa dan guru, tetapi disamping itu juga ternyata masih ada sisi negatif yang didapatkan, walaupun tidak dominan. Kekurangan yang masih dimiliki dan yang paling penting yaitu belum tersebarnya media pembelajaran modern ini pada semua kalangan, khususnya di daerah terpencil. Ini adalah sebuah kenyataan pahit yang ada di negara kita, kesenjangan begitu tinggi sehingga fasilitas orang kaya semakin elit, sedangkan fasilitas orang miskin semakin diabaikan bahkan tidak mendapatkan perhatian sama sekali.

Kita sebagai insan pendidikan Indonesia sudah seharusnya mampu membawa dunia pendidikan Indonesia menjadi lebih baik lagi. Sebagai tahap awal, hal tersebut bisa kita lakukan dengan cara mengenalkan media pembelajaran yang kita miliki pada siswa-iswa yang ada di kawasan terpencil. Hal tersebut bisa dilakukan pada saat melakukan bakti sosial atau pengabdian pada masyarakat, dan lain-lain. Hal tersebut dapat meningkatkan pengetahuan para siswa dan sedikitnya membantu meningkatkan kualitas pendidikan di negara kita.

This entry was posted on Friday, March 22nd, 2013 at 11:51 and is filed under Lain-lain. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. Responses are currently closed, but you can trackback from your own site.

~ dilihat : 1069 kali ~