Penerapan Pembelajaran Terpadu, Perlukah?

1

Oleh WINDA OKTAFIANI, NINING NUARAENI, RATU UTARI ROHMAH, EVA YANUAR, PRAVELIA ANESWARI FATIMAH, dan WIDA LUSYANI

(Mahasiswa UPI Kampus Serang)

PENGALAMAN adalah suatu hal yang paling berharga untuk siswa, karena dengan pengalaman tersebutlah mereka belajar mengeksplorasi secara langsung apa yang mereka inginkan. Pengalaman tersebut bisa dikembangkan atau diterapkan dengan pembelajaran terpadu, seperti apa yang telah dikatakan oleh salah satu guru yang berhasil kami wawancari bernama Mahfudoh, S.Pd. Beliau merupakan seorang guru sekolah dasar dan mengabdikan dirinya di SDN Kerenceng 1.

Mahfudoh mengatakan, guru dituntut untuk memilih dan memilah tema atau pokok bahasan yang kemudian tema utama atau pokok tersebut disebarkan berbagai mata pelajaran dan pembelajaran terpadu merupakan penggabungan tema dengan berbagai bidang study. Misalnya dalam mata pelajaran IPA yang membahas satu materi mengenai Tumbuh-tumbuhan kemudian dikorelasikan dengan mata pelajaran yang lainnya, yaitu mata pelajaran Agama, IPS, PKn, Matematika.

Pada mata pelajaran Agama diajarkan untuk mensyukuri nikmat yang telah Allah berikan,seperti manfaat yang kita rasakan dari tumbuh-tumbuhan misalnya kita dapat menghirup udara segar, pada mata pelajaran IPS dapat diajarkan mengenai habitat dari tumbuhan seperti tumbuhan kaktus yang hidup di daerah panas dan kering (Gurun Pasir), disini diajarkan dimana letak-letak tumbuhan tersebut, sedangkan pada mata pelajaran Matematika diajarkan untuk mengukur usia tumbuhan, diameter tumbuhan, serta tinggi tumbuhan.

Dalam proses pembelajaran di kelas tinggi (kelas 4, kelas 5 dan kelas 6) sebenarnya sudah menggunakan pembelajaran terpadu. Pada saat ini, pembelajaran terpadu akan dikembangkan pada tingkatan sekolah dasar. Hal tersebut merupakan suatu hal yang akan dikembangkan oleh instansi pendidikan untuk menciptakan suatu hal yang dapat digunakan dan tepatnya diterapkan sesuai dengan porsinya.

Pembelajaran terpadu lebih menekankan kepada belajar sambil berbuat, jadi siswa terlibat langsung apa yang siswa pelajari terkesan lebih bermakna. Pada proses tersebut pembelajaran terpadu memiliki beberapa karakteristik ang harus diperhatikn diantaranya Pertama, pembelajaran terpusat pada anak. Sehingga anak lebih ditekankan untuk mengembangkan kreatifitas anak sendiri. Adapun tugas guru hanya sebagai fasilisator dalam proses pembelajaran.

Kedua, memberikan pengalaman langsung pada anak. Pada tahapan ini anak diberikan kesempatan untuk terlibat langsung dalam proses pembelajaran. Sehingga mendapatkan pengalaman yang dapat dipahami dan diterapkan langsung oleh anak karena hasil tersebut merupakan penemuan anak sendiri.

Ketiga, tidak ada pemisahan antara bidang study secara nyata. Dimana pmbelajaran pada setiap bidang study dilakukan pengangkatan sebuah tema yang mencangkup keseluruhan materi pembelajaran. Keempat, bersifat Luwes dan Kelima, hasil pembelajaran dapat berkembang sesuai dengan minat dan kebutuhan anak. Guru harus mampu memiliki potensi-potensi yang dimiliki anak, sehingga guru dengan mudah untuk mengembangkan minat anak. Contohnya seorang anak yang mempunyai bakat bermain basket, guru mengarahkan anak untuk mengikuti club basket yang terdapat di sekolah dan terus memotivasi anak agar terus mengembangkan bakatnya sehingga menghasilkan anak yang berprestasi di luar kelas.

Setelah karaktristik yang dimiliki pembelajaran terpadu, adapun kelebihan dari pembelajaran terpadu. Kelebihan tersebut yaitu Pertama, pengalaman dan kegiatan pembelajaran anak akan selalu relevan dengan tingkat perkembangannya. Proses pembelajaran harus disesuaikan dengan tingkat kemampuan anak seperti pada siswa sekolah dasar mereka masih berada pada tahap operasional konkrit (usia 7-12 tahun). Kedua, kegiatan yang dipilih sesuai dengan dan bertolak dari minat dan kebutuhan anak.

Ketiga,seluruh kegiatan belajar lebih bermakna bagi anak sehingga hasil belajar aka dapat bertahan lebiha lama.Keempat,menumbuh kembangkan ketermpilan berpikir anak.Kelima,menyajikan kegiatan yang bersifat pragmatis sesuai dengan permasalahan yang sering ditemui dalam lingkungan anak.Keenam,menumbuh kembangkan keterampilan sosial anak seperti kerja sama,toleransi,komunikasi,dan respek terhadap gagasan orang lain.

Akhirnya, penulis ingin menegaskan bahwa kelebihan pembelajaran terpadu tersebut merupakan nilai unggul kita   “Mengapa” pembelajaran terpadu diterapkan pada jenjang sekolah dasar. Tentu saja kekurangan tetap ada, namun hal ini hedaknya tidak menjadikan kita surut untuk mencoba sesuatu yang baru dan selalu mendukung perubahan.

This entry was posted on Wednesday, March 13th, 2013 at 07:42 and is filed under Lain-lain. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. Responses are currently closed, but you can trackback from your own site.

~ dilihat : 1615 kali ~