Pendidikan Sains Pilar Terpenting Dalam Dunia Pendidikan

Oleh : FAUZIA M KUSMARANI

(Mahasiswi International Program on Science Education, 2012 FPMIPA UPI)

DEWASA ini, bidang sains dan teknologi mengalami kemajuan yang sangat pesat di negara-negara maju di berbagai belahan dunia. Berbagai penemuan baru di bidang sains dan teknologi yang diperuntukkan untuk peningkatan kualitas hidup telah dipatenkan. Kemajuan di bidang sains dan teknologi diyakini merupakan salah satu faktor pendukung majunya suatu negara. Maka dari itu, tak berlebihan apabila pendidikan sains disebut sebagai salah satu pilar terpenting dalam dunia pendidikan.

Banyak negara maju memfokuskan pengembangan pendidikan sains supaya masyarakat terbiasa dengan sains dan teknologi. Untuk mencapai tahap dimana sains menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat, langkah terbaik adalah dengan memulai pendidikan sains sedini mungkin. Sejak usia sekolah dasar, anak-anak dibiasakan untuk mengenal dan mengaplikasikan bagian-bagian sains dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, saat menginjak dewasa, mereka tidak akan merasa asing lagi dengan perkembangan sains dan teknologi yang sedemikian pesat.

Indonesia sebagai negara yang sedang berkembang dengan sumber daya alam dan manusia yang memadai memiliki potensi sangat besar untuk mengembangkan bidang sains dan teknologi. Pengenalan konsep-konsep dasar sains yang sederhana sejak dini merupakan langkah yang bisa ditempuh institusi pendidikan untuk memasyarakatkan sains dan membentuk masyarakat yang melek teknologi.

Kemampuan belajar anak-anak usia sekolah dasar sangat besar. Mereka mampu mempelajari sesuatu hanya dengan mengamati dan meniru apa yang dilakukan orang dewasa. Apabila anak-anak pada rentang usia tersebut diperkenalkan pada konsep-konsep sains melalui percobaan-percobaan sederhana, bukan mustahil mereka akan mampu menciptakan puluhan bahkan ratusan penemuan berbasis sains dan teknologi yang mampu meningkatkan taraf hidup masyarakat di masa depan.

Akan tetapi sangat disayangkan, sebagian besar sekolah di Indonesia terutama sekolah-sekolah negeri yang terletak di pedesaan hanya menerapkan sistem hafalan dalam pendidikan sains. Kebanyakan guru hanya mengajarkan apa yang tertulis di buku dan menuntut siswa untuk menghafal tanpa membimbing mereka untuk memahami konsep yang sesungguhnya melalui kegiatan praktek. Pada umumnya, mereka mengedepankan alasan bahwa perlengkapan laboratorium yang diperlukan untuk melakukan praktek belum tersedia di sekolah dan harganya mahal sehingga tidak terjangkau. Lingkungan sekolah yang belum memungkinkan untuk membangun sebuah laboratorium pun seringkali dijadikan alasan untuk tidak mengadakan kegiatan praktek yang melibatkan anak-anak secara langsung dalam pendidikan sains.

Padahal, tidak tersedianya perlengkapan laboratorium seharusnya tidak dapat dijadikan alasan untuk tidak melaksanakan percobaan. Peralatan sederhana yang mengandung konsep-konsep sains dapat dengan mudah dibuat dari bahan-bahan yang tersedia di mana saja. Saat ini, banyak tersedia literatur dan buku di media cetak maupun elektronik yang menyediakan tutorial cara pembuatan peralatan laboratorium sederhana dari bahan-bahan alami maupun sampah. Dengan menggunakan gelas plastik bekas minuman dan batang kayu, misalnya, guru dapat membimbing siswa untuk menciptakan sebuah alat pengukur kecepatan angin atau Anemometer demi menjelaskan konsep cuaca. Selain bahan mudah didapat, proses pembuatan alat pun sederhana sehingga siswa dapat secara aktif ikut ambil bagian dalam menciptakan alat. Dengan demikian, siswa akan memiliki pengalaman memanfaatkan benda apa saja yang ada di sekitar mereka untuk menciptakan sebuah karya yang bermanfaat. Selain itu, siswa pun akan mendapatkan perasaan puas dan bangga atas pencapaiannya yang tentunya membawa efek baik untuk perkembangannya.

Apabila siswa sering diajak dan dibimbing untuk menciptakan alat berbasis sains dari bahan-bahan sederhana, imajinasi dan kreativitas siswa akan terlatih. Nantinya bukan hanya Anemometer, tapi mungkin saja siswa akan mampu menciptakan alat pengganti perlengkapan laboratorium lainnya dari bahan yang sederhana dan mudah didapat.

Pendidikan sains sebenarnya tidak sulit maupun mahal. Hanya dibutuhkan sedikit kesabaran dan usaha yang tulus untuk terus melangkah demi mengembangkan pendidikan sains dan teknologi di negeri tercinta.

This entry was posted on Friday, May 17th, 2013 at 01:16 and is filed under Lain-lain. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. Responses are currently closed, but you can trackback from your own site.

~ dilihat : 1244 kali ~