Pemuda Indonesia!

Oleh : TIARA BUDI WARDANI
(Mahasiswa International Program on Science Education, FPMIPA UPI – 2013)

SEBELUMNYA saya ingin bertanya, yang disebut sebagai pemuda itu siapa sih? Jika Anda belum tahu benar, yang disebut sebagai pemuda yakni manusia pada usia 15 sampai dengan 30 tahun. Ya itu adalah pengertian pemuda menurut UU Kepemudaan nomor 40 tahun 2009. Tentu saja kita setuju bahwa pada usia tersebut, manusia sedang dalam usia dimana semangat seseorang sedang berada di puncak tertinggi atau sedang meledak-ledak. Para pemuda sangatlah berpotensi untuk menjadi produktif. Pun juga hanya pada usia muda, manusia memiliki kekuatan fisik dan kekuatan berfikir yang lebih bila dibandingkan dengan anak kecil atau orang yang sudah tua. Lebih dari itu pemuda juga memiliki keberanian yang lebih. Dapat diibaratkan, pemuda itu layaknya matahari yang sedang terik-teriknya.

Tidak dapat dielakan lagi bahwa peran pemuda sudah sangatlah banyak, apalagi peran mereka dalam runtutan sejarah bangsa Indonesia. Hal ini tidak terlepas dari peran kaum muda yang menjadi bagian dari kekuatan perubahan. Hal itu cukup membuktikan bahwa pemuda memiliki keberanian dan kekuatan yang sangat luar biasa. Jika kita tengok sejarah, sejak zaman kerajaan dulu, kita sudah mengenal sosok Pangeran Dipenogoro, yang baru berusia 16 tahun telah ikut berperang, kemudian R.A Kartini seorang yang masih dalam usia belia sudah berani memperjuangkan hak-hak para perempuan.

Kemerdekaan yang saat ini telah berhasil dicapai Indonesia juga merupakan salah satu hasil perjuangan para pemuda. Saya akan mengutip judul salah satu pidato terkenal dari bung Karno “Jas Merah, Jangan sekali-sekali melupakan sejarah.” Masih cukup segar dalam ingatan bahwa tanggal 20 Mei 1908, Soetomo dan Soeradji menjadi tokoh kebangkitan nasional dengan membentuk organisasi Budi Utomo. Para pemuda inilah yang telah menyadarkan rakyat Indonesia bahwa langkah pertama dalam merebut kemerdekaan dari tangan kaum penjajah adalah pendidikan, bukan pemberontakan yang hanya bersifat kedaerahan.

Sama halnya pada tanggal 28 Oktober 1928, para pemuda dari wilayah timur hingga barat maupun dari selatan hingga utara nusantara bersatu dan kembali menoreh sejarah dan mengguncang persatuan Indonesia dengan menyatukan visi dan mencoba mewujudkan impian mereka yakni  Indonesia merdeka lewat pendeklarasian tiga sumpah yang sekarang disebut sebagai ‘sumpah pemuda’; Kami putra dan putri Indonesia, mengaku bertumpah darah yang satu, tanah air Indonesia. Kami putra dan putri Indonesia, mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia. Kami putra dan putri Indonesia, menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia.

…… berikan aku sepuluh pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia.”

Pantas saja apabila kalimat di atas pernah diucapkan oleh presiden pertama Indonesia, Ir.Soekarno. Beliau begitu yakin bahwa pemuda merupakan aset yang sangatlah potensial untuk membangun bangsa yang besar. Pemuda dengan keberanian dan pemikirannya yang kritis dapat menjadi ujung tombak terhadap perubahan yang terjadi. Dari waktu ke waktu, sudah terbukti bahwa pemuda merupakan generasi yang begitu berperan dalam membuat sebuah pergerakan perubahan. Namun saat ini peran pemuda bagi Indonesia sudah semakin tak terdengar. Kencangnya arus globalisasi diduga menjadi salah satu sebab dari hal ini. Maraknya gadged, ipad hingga smartphone membuat para generasi muda terlena sehingga membuat waktu mereka tertelan sia-sia.

Tanpa disadari, perkembangan zaman yang pesat juga telah membuat persaingan semakin kompetitif, tidak hanya di dalam namun juga di luar Indonesia. Oleh karena itu, baiknya janganlah menjadi anak muda yang hanya berkubang pada kegalauan dan hanya mementingkan kepentingan pribadi, hendaknya kita berpikir maju, mau diapakan negara yang kita jadikan tempat tinggal selama ini. Kalau bukan kaum mudanya, siapa lagi yang meneruskan tongkat estafet pengelolaan negara ini?

This entry was posted on Monday, January 13th, 2014 at 09:15 and is filed under Lain-lain. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. Responses are currently closed, but you can trackback from your own site.

~ dilihat : 383 kali ~