Pembelajaran Terpadu bukan Sekadar Teori

1

Oleh DEDE RAHMAT, DINI ADZHANI PUTRI, HERY SETIANINGSIH, LAELY FAROKHAH, VENI VITA KHAIRUNNISA,

(Maha Kelas 2 C UPI Kampus Serang, Banten)

DEWASA ini pembaharuan-pembaharuan dalam ranah pendidikan sudah mengalami perkembangan yang cukup pesat. Dari mulai perkembangan kurikulum hingga perkembangan berbagai metode dalam proses pembelajaran. Munculnya berbagai pembaharuan ini mendukung peningkatan proses pendidikan yang ada di Indonesia.

Pembelajaran terpadu merupakan salah satu model pembelajaran yang dapat menjawab tantangan pendidikan di masa kini. Pendidikan terpadu sudah dikenal sejak lama di Indonesia dengan berbagai macam teori-teori dasar. Dalam penerapannya pembelajaran terpadu sudah diaplikasikan namun hanya di beberapa sekolah. Dalam meningkatkan mutu seorang calon tenaga pendidik, pendidikan terpadu juga sudah dijadikan sebagai mata kuliah jurusan pendidikan guru sekolah dasar (PGSD) termasuk di UPI Kampus Serang.

Guru sebagai ujung tombak pendidikan harus mampu menguasai 4 kompetensi pendidik yaitu kompetensi pedagogik, profesional, kepribadian, dan sosial. Sebagaimana yang dituangkan dalam Undang-Undang Guru dan Dosen nomor 14 tahun 2005 Bab 1 pasal 1 ayat 1 yang berbunyi “ guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah.” Berkaitan dengan hal tersebut guru juga harus mampu menguasai pembelajaran terpadu dengan efektif dan efisien bagi peserta didik sehingga mereka dapat berkembang serta dapat meningkatkan kemampuannya dengan baik. Sehingga kita menjadi guru yang benar-benar profesional bukan sekedar pekerjaan profesional.

Pembelajaran terpadu merupakan sebuah pembelajaran yang menekankan agar siswa dapat bersifat aktif dalam proses pembelajaran. Keaktifan siswa dalam proses pembelajaran sangat berpengaruh kepada hasil belajar siswa. Oleh karena itu, pembelajaran terpadu sangat baik untuk diterapkan untuk mencipatakan siswa yang aktif dalam proses pembelajaran.

Kemampuan dalam penguasaan teori pembelajaran terpadu tidaklah cukup bagi seorang guru. Kemampuan dalam praktik juga sangat dibutuhkan. Berdasarkan hasil survey, dari sekian jumlah sekolah dasar di Indonesia belum banyak sekolah yang menerapkan pembelajaran terpadu.

Akan tetapi apabila kita menelaah lebih dalam, pentingnya seorang guru menerapkan pembelajaran terpadu dapat dilihat dari fungsi dan manfaatnya. Pembelajaran terpadu juga memiliki kelebihan-kelebihan dalam pelaksanaannya, yaitu kegiatan pembelajaran terpadu akan selalu relevan dengan tingkat perkembangan anak dan sesuai dengan bakat dan minat siswa. Apabila seorang guru paham mengenai pembelajaran terpadu dan dapat menerapkan didalam kegiatan pembelajaran disekolah, hasil belajar yang akan didapat lebih bertahan lama dikarenakan kegiatan yang dipilih sesuai bakat siswa sehingga potensi yang sudah ada dalam diri anak akan lebih berkembang lagi.

Terdapat beberapa faktor yang menjadi penyebab guru belum mampu menerapkan pembelajaran terpadu di sekolah. Faktor-faktor tersebut diantaranya yaitu kurangnya pemahaman guru dalam mengaplikasikan pembelajaran terpadu, dan kecenderungan guru yang belum menguasai dalam mengembangkan pembelajaran. kurangnya pemahaman guru mengenai pembelajaran terpadu menjadi kendala utama bagi sekolah untuk menerapkan proses pembelajaran terpadu. Padahal sebagian guru sebelumnya sudah banyak mengenal tentang pembelajaran terpadu. Hal ini menunjukan banyak guru yang kurang paham dalam pengaplikasian pembelajaran terpadu sehingga menyebabkan sebagian besar sekolah belum mengaplikasikan pembelajaran terpadu.

Tegasnya, Pembelajaran Terpadu merupakan sebuah pembelajaran yang menekankan agar seorang guru lebih kreatif. Kreativitas yang dimiliki seorang guru ini sebagai salah satu solusi penerapan dan pengembangan pembelajaran terpadu disekolah dasar yang sampai saat ini belum dapat diaplikasikan disetiap sekolah dasar. Guru juga harus lebih aktif dan mampu memanfaatkan perkembangan IPTEK untuk mengembangkan model pembelajaran serta memanfaatkan media dan lingkungan sehingga mampu mengaplikasikan pembelajaran terpadu di sekolah dasar.

This entry was posted on Sunday, March 24th, 2013 at 13:44 and is filed under Lain-lain. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. Responses are currently closed, but you can trackback from your own site.