Manajemen Waktu

 revina permatasari

Oleh REVINA PERMATASARI

(Mahasiswi Prodi Pendidikan Matematika FPMIPA UPI 2012)

BAGI kita yang mempunyai segudang kegiatan, mungkin waktu 24 jam dalam sehari terasa kurang untuk kita menjalani padatnya aktivitas dan untuk mengerjakan tugas-tugas kita yang banyak. Bahkan tak jarang kita harus terburu-buru untuk berpindah dari satu kegiatan ke kegiatan yang lainnya. Waktu adalah bagian dari hidup kita yang paling penting, karena waktu merupakan sumber daya yang tidak dapat dikembalikan. Setiap detik yang hilang adalah waktu yang berharga bagi kita. Oleh karena itu janganlah kita menyia-nyiakan waktu kita yang berharga ini untuk hal-hal yang tidak berguna yang sebenarnya sering kita lakukan. Rasulullah saw sendiri bersabda :

“Ada dua kenikmatan, banyak manusia menjadi merugi gara-gara dua kenikmatan ini, yaitu; nikmat kesehatan dan nikmat waktu luang.” (H.R. Bukhari)

Maka dari itu, agar kita tidak menjadi manusia yang merugi marilah kita mulai memanajemen waktu kita dari sekarang. Manajemen waktu sendiri berarti mengatur waktu kita sedemikian rupa agar menjadi waktu yang efektif. Prinsip utama dari pengelolaan waktu secara efektif adalah pembagian waktu yang efektif untuk kegiatan yang meliputi: waktu untuk belajar, waktu untuk bekerja, waktu untuk kegiatan sosial dan waktu untuk bersantai.

Bagaimanapun juga seorang mahasiswa pasti butuh waktu untuk bersantai. Waktu untuk bersantai tersebut diperlukan untuk mengembalikan energi kita yang sudah terpakai untuk belajar dan bekerja. Jika kita tidak meluangkan waktu kita untuk bersantai maka sangat mungkin sekali seseorang itu bisa mengalami perasaan tertekan atau stres.

Dinamika dunia pendidikan menujukkan mahasiswa tidak terlepas dari stres. Lingkungan pendidikan khususnya perguruan tinggi, merupakan lingkungan yang dapat menimbulkan stres bagi mahasiswa (Esssandoh, 1995; Mori, 2000). Penelitian yang diadakan pada mahasiswa perguruan tinggi di berbagai negara menujukkan bahwa mahasiswa kurang mampu mengelola diri dan waktu atau dalam artian kurang mampu memanajemen waktu, sehingga sering mengalami  stres akademik pada saat menempuh pendidikan di perguruan tinggi. Dan hasil dari penelitian itu juga menunjukkan bahwa tingkat stres yang dialami oleh mahasiswa perempuan lebih tinggi dibandingkan tingkat stres yang dialami oleh mahasiswa laki – laki.

Oleh karena itu, agar kita terhindar dari gejala stres yang dialami mahasiswa yang kurang mampu mengelola diri dan waktu, ayo kita mulai memanajemen waktu kita sebaik mungkin. Bagaimanakah cara kita memanajemen waktu kita dengan baik? Ada beberapa cara untuk memanajemen waktu yang baik, diantaranya :

1.      Susunlah sebuah jadwal kegiatan

Menyusun jadwal kegiatan ini dapat dilakukan dengan cara memahami keseharian kita secara mendetail terlebih dahulu. Lalu mulailah susun kegiatan kita ini dari kegiatan yang menjadi prioritas kita atau yang paling mendesak hingga kegiatan yang sifatnya tidak terlalu mendesak. Menyusun jadwal kegiatan ini bisa dalam bentuk harian, mingguan, bahkan bulanan, sesuai dengan jenis kegiatan kita masing-masing. Nantinya jadwal kegiatan kita ini akan menjadi pedoman waktu kita di dalam menjalankan keseharian kita.

Dalam manajemen waktu, jadwal kegiatan ini sangatlah penting karena jika kita tidak memiliki sebuah jadwal untuk pedoman kegiatan kita, kita bisa saja menyepelekan waktu. Waktu berlalu tanpa terasa, jika kita tidak memiliki jadwal kegiatan, bisa saja banyak sekali waktu yang terlewatkan oleh kita tanpa kita sadari. Atau karena kita tidak memiliki sebuah jadwal, bisa saja membuat kita menganggap semua kegiatan kita penting, jadi tidak ada istilah prioritas di dalam daftar kegiatan kita. Akibatnya, ketika kita menyadari ada kegiatan mendesak yang belum kita kerjakan, kita harus terburu – buru dalam mengerjakan tugas itu, dan hasil tugas kita itu bisa jadi tidak optimal dalam pengerjaannya atau parahnya bisa jadi tugas itu tidak terselesaikan. Bisa gawat kan kalau sampai terjadi hal itu.

2.      Jangan ragu-ragu untuk menolak ajakan dari siapapun saat kita benar-benar harus mengerjakan sesuatu sampai selesai

 Terkadang kita sering merasa tidak enak untuk menolak ajakan dari seseorang padahal saat itu kita sedang dihadapkan pada tugas yang sifatnya lumayan mendesak. Nah kebiasaan kita itu harus segera dihilangkan, mungkin kita tidak bisa menolak dengan tegas permintaan itu tetapi kita bisa menolaknya secara halus, kita katakan saja pada orang yang bersangkutan itu keadaan yang sebenarnya, dengan begitu orang yang mengajak kita itu akan mengerti.

3.      Jangan pernah menunda tugas atau pekerjaan

Inilah yang paling sering terjadi sekarang, cara keluar dari kebiasaan menunda ini adalah dengan membiasakan diri untuk disiplin dalam mengerjakan apapun. Yang perlu ditanamkan dalam diri bahwa semakin lama kita menunda tugas yang diberikan, maka semakin besar pula rasa malas yang kita bangun. Intinya dengan kita menunda tugas itu sama saja dengan kita membangun rasa malas itu di dalam diri kita. Inilah penyebab tugas kita terus menumpuk, tidak ada yang terselesaikan dengan tuntas. Karena itu membangun disiplin diri menjadi langkah awal bagi kita untuk bisa sukses menjalankan manajemen waktu yang sudah direncanakan.

Nah, itu tadi adalah langkah utama menuju kunci sukses dalam memanajemen waktu kita. Ayo mulai dari sekarang buat waktu kita menjadi waktu yang efektif, manfaatkan waktu kita sebaik mungkin agar menjadi mahasiswa yang cerdas dalam mengatur waktu.

This entry was posted on Tuesday, March 19th, 2013 at 07:35 and is filed under Lain-lain. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. Responses are currently closed, but you can trackback from your own site.