Limbah Air, Bukan Limbah Biasa

1

Oleh FITRIANI SONDARI

(Mahasiswa International Program on Science Education/FPMIPA/UPI)

PERNAHKAH kita mengamati bagaimana sekeliling kita? Pernahkah kita memperhatikan masalah apa yang terjadi dan bagaimana cara mengatasinya? Tidakkah masalah yang kita hadapi berkaitan erat dengan kehidupan kita? Kebanyakan dari kita hanya akan sadar pada masalah saat masalah yang awalnya kita biarkan menjadi semakin rumit, mengganggu aktivitas atau bahkan sampai merenggut korban jiwa. Salah satu masalah yang dihadapi itu adalah limbah.

Limbah yang dimaksud bisa berarti banyak hal, tetapi yang dimaksud di sini adalah limbah air. Limbah air adalah air yang ada dalam keadaan tidak layak pakai atau kotor yang keberadaannya dapat membahayakan kehidupan manusia atau hewan. Biasanya limbah ini dihasilkan oleh aktivitas manusia itu sendiri baik aktivitas rumah tangga, industri, perusahaan dan lain lain.

Air yang kita gunakan mau tidak mau berpotensi dicemari oleh air limbah yang kita hasilkan sendiri. Apabila air yang telah kita gunakan dalam kegiatan rumah tangga bercampur kembali dengan air yang akan kita gunakan, tentu saja hal itu sangat berbahaya. Air yang berasal dari kegiatan rumah tangga berkemungkinan mengandung banyak bakteri seperti bakteri pathogen serta organisme golongan coli. Seperti yang telah dipelajari saat SMP atau SMA, bakteri pathogen adalah bakteri parasit yang menimbulkan penyakit bagi manusia ataupun hewan, sedangkan bakteri coli adalah salah satu bakteri yang menyebabkan gangguan pencernaan pada manusia. Jika air yang dikonsumsi mengandung bakteri coli, selain akan menderita gangguan pencernaan dikhawatirkan pula akan terjadi peningkatan risiko terkena tekanan darah tinggi, masalah ginjal dan juga penyakit jantung di kemudian hari. Bakteri ini bisa tercemar dalam air yang kita konsumsi, maka kita harus berhati-hati saat membeli minuman atau makanan apapun yang dijual bebas di jalanan tanpa kita tahu  dari mana asal sumber airnya. Es balok yang biasa kita konsumsi dalam minuman dingin pun bisa jadi tercemar oleh bakteri coli ini. Tetapi dibalik sisi berbahayanya itu, ternyata telah diketahui bahwa bakteri E.coli juga mengandung banyak manfaat dibalik keberadaannya, yaitu membantu dalam proses pembusukan sisa makanan di dalam usus, membantu membunuh bakteri patogen yang ada dalam usus sehingga bakteri patogen tersebut langsung keluar melalui kotoran.

Tidak hanya limbah rumah tangga, limbah air yang berbahaya juga bersumber dari aktifitas industri. Misalnya industri tekstil atau kain, pada saat pemrosesan sampai pada tahap akhir pembuatan kain tentu saja industri ini menggunkan banyak bahan kimia, misalnya pewarna. Limbah yang telah dibuang tersebut apabila tidak diolah terlebih dahulu dan langsung dibuang ke perairan di dekat pemukiman warga, lambat laun sisa pembuangan tersebut akan mencemari sumber air warga. Oleh karena itu, sudah seharusnya para pelaku bisnis industri jangan hanya mementingkan keuntungan perusahaan semata, tapi juga harus bertanggung jawab dan peduli terhadap lingkungan sekitar pabriknya. Tetapi seiring berjalannya waktu dan masyarakat yang lebih kritis, para pelaku bisnis pun sudah “hideng” (istilah sunda : melakukan tanpa disuruh) dengan membuat pengolahan limbah pabrik sebelum limbah tersebut dialirkan ke sungai atau tempat lainnya. Memang belum semuanya melakukan hal ini, tetapi diharapkan untuk kedepannya bisa lebih banyak lagi perusahaan yang berlaku bijaksana seperti ini. Selain perusahaan, ternyata sekolah dan rumah tangga pun menghasilkan limbah yang mengandung bahan kimia, misalnya rumah tangga menghasilkan air cucian piring, cucian baju, sisa kosmetik dan lain lain. Sedangkan sekolah menghasilkan bahan kimia sisa dari percobaan labratorium.

Negara kita belum terbiasa dengan mengolah limbah air terlebih dahulu sebelum membuangnya secara langsung ke perairan bebas, oleh karena itu masih banyak air limbah yang bertebaran dimana-mana. Padahal air limbah tersebut jika kita bisa memanfaatkan atau mendaur ulangnya menjadi air yang berkualitas kita bisa membantu menyelamatkan banyak orang. Faktanya di negara kita di saat musim kemarau selalu saja ada daerah yang mengalami kekeringan, dan bantuan pasokan air begitu sulit didapatkan, atau pada saat mendapatkan pun jumlahnya terbatas. Parahnya bahkan sampai ada yang menggunakan air sungai untuk kebutuhan minum sekaligus MCK di saat kekeringan melanda. Sedangkan saat musim hujan air begitu banyak dan selanjutnya banjir melanda di mana-mana khususnya ibu kota. Limbah air saat musim hujan pun semakin banyak karena air yang bersih dan air yang kotor bercampur menjadi satu saat bencana banjir. Sebenarnya jika kita mampu mengolah air dengan sistem yang baik, mampu mengubahnya menjadi air yang berkualitas dan dapat di konsumsi, kesulitan mendapatkan air bersih tidak usah dirasakan lagi.

Pengolahan limbah air yang baik bisa kita contoh dari sebuah tempat bernama Charlottetown Pollution Control Plant atau Industri Pengolahan Air Limbah yang berlokasi di Riverside Drive, Charlottetown, Prince Edward Island (PEI). Menurut sebuah artikel, tempat tersebut adalah sebuah industri pengolahan air limbah yang bertujuan untuk mengolah air limbah agar dapat kembali dikonsumsi atau digunakan oleh penduduknya. Air limbah yang diolah berasal dari limbah rumah tangga seperti kotoran manusia, dari toilet, wastafel, kamar mandi, mesin pencuci piring, mesin penggiling sampah, mesin cuci dan selokan. Air limbah yang digunakan juga berasal dari perindustrian, sekolah dan bisnis seperti bahan-bahan kimia dan limbah dari pabrik, operasi jasa makanan, aktivitas sekolah, rumah sakit, pusat pertokoan, dan lain-lain.

Dalam proses pengolahannya, ternyata banyak sekali ilmu-ilmu fisika, kimia dan biologi yang dijadikan dasar ilmu bagi sistem pengolahan limbah tersebut. Hasil dari pengaplikasian ilmu-ilmu tersebut pun dapat menghasilkan air daur ulang yang berkualitas sangat baik, tidak kotor, tidak berbau dan dapat langsung digunakan atau dikonsumsi dalam kegiatan sehari hari. Bahkan bisa dikatakan bahwa air ini lebih bersih dari air pegunungan. Air bersih tersebut kemudian dialirkan kembali ke pipa-pipa perumahan warga untuk kebutuhan minum, mandi, cuci piring dan banyak lagi. Sementara, sisa limbah yang dihasilkan dari pemrosesan daur air ini dapat dijadikan sebagai pupuk untuk kebutuhan pertanian.

Industri pengolahan air tersebut bisa dikatakan sukses dan hasilnya sangat luarbiasa, walaupun di negara kita juga sudah ada perusahaan yang menangani pengolahan air bersih yaitu PDAM, tetapi contoh yang telah disebutkan diatas bisa menjadi bahan pertimbangan tambahan yang bisa menjadi acuan untuk meningkatkan kualitas pengolahan air limbah di negara kita Indonesia. Menyadari bahwa air bersih semakin hari semakin sulit didapatkan apalagi untuk daerah-daerah pelosok tertentu, sudah seharusnya kita menghemat air yang biasa kita gunakan dan memperbaiki sistem pengolahan dan penyebaran air yang kita miliki.

Indonesia adalah negara yang berpotensi dengan kekayaan alam dan juga sumber daya manusianya. Banyak sekali orang-orang cerdas asal Indonesia yang sudah menjadi ahli pada bidangnya masing masing. Sudah seharusnya potensi yang besar itu dapat dimanfaatkan dan berguna dalam menangani hal yang berkaitan dengan hajat hidup orang banyak. Sudah seharusnya kita memperhatikan dan peduli pada lingkungan serta mampu mengolah air limbah dengan sistem yang lebih baik demi mencapai kesejahteraan masyarakat Indonesia.

This entry was posted on Friday, March 8th, 2013 at 10:22 and is filed under Lain-lain. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. Responses are currently closed, but you can trackback from your own site.