Kehidupan yang tak Hidup

Oleh ANJELIA NOTARI

(Mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi, FP IPS Universitas Pendidikan Indonesia)

KITA hidup di dunia ini sangatlah berkarakteristik. Dari rupa, kelakuan, sampai prinsip pun berbeda. Kita adalah makhluk sosial yang saling membutuhkan, saling ingin mengetahui, saling mengisi, saling merasakan. Dunia sebenarnya begitu indah jika kita lihat dari sisi positif, tetapi kebanyakkan orang melihat dari sisi negatif. Salah satu cara yang bisa membuat hidup kita berwarna adalah dengan cara berkomunikasi.

Komunikasi adalah cara untuk menyampaikan pesan kepada penerima dan mendapatkan sebuah feedback serta efek dari penerima. Dari pengertian tersebut, apakah kalian mengerti maksud dari kata “Komunikasi”? ya, akan diuraikan sedikit tentang komunikasi biar lebih bisa memahaminya. Komunikasi mempunyai unsure yaitu : 1. Komunikator : yaitu orang yang menyampaikan, 2. Komunikan : orang yang menerima, 3. Pesan : maksud yang disampaikan, 4. Media : perantara, 5. Feedback : timbale balik yang iterima atau direspon, 6. Efek : efek yang diterima oleh komunikan.

Dari semua unsur tersebut kita bisa jauh lebih memahami komunikasi itu sendiri.saat kita ingin menyampaikan pesan atau mengutarakan perasaan kita, haruslah menggunakan komunikasi yang baik dan yang bisa membuat komunikan member  feedback dan mendapatkan efek. Tetapi didunia ini kebanyakkan orang saat berkomunikasi tidak melihat situasi dan langsung mengutarakan. Kebanyakkan jika pada saat kita berkomunikasi dan bukan pada waktu yang tepat, membuat orang terkadang salah menilai atau salah mengerti maksud dari tujuan kita dan akhirnya muncullah konflik yang tidak diinginkan.

Komunikasi adalah salah satu aktivitas yang selalu mengiringi hidup kita. Tanpa komunikasi hidup kita seperti tidak hidup. Tidak ada interaksi, tidak ada perasaan, tidak saling mengenal dan membutuhkan, dan akhirnya akan menjadi gila atau meninggal dunia. Komunikasi tidak hanya berupa ucapan tetapi juga tingkah laku yang sering kita lakukan, ya, pastinya semuanya telah mengerti apa yang dikatakan diatas.

Apakah komunikasi perlu dipelajari?? Menurut saya, jawabannya adalah iya. Mengapa? Memangg kita didunia ini sudah berkomunikasi dari kecil hingga sekarang. Banyak orang mengatakan, untuk apa sih kita belajar komunikasi, kita bicara saja sudah komunikasi, komunikasi itu bisa kita pelajari dikehidupan sehari-hari tanpa perlu belajar diperguruan tinggi. Ya, itu memang betul. Tetapi kenapa masih banyak orang yang selalu salah saat dia berkomunikasi? Komunikasi adalah salah satu hal yang harus kita cermati baik-baik, karna dengan komunikasi semuanya akan menjadi lebih mudah dan ttntunya harus diikuti oleh action.tanpa komunikasi yang baik, dunia ini tidak akan bisa tentram dan damai.

Dan dalam fakultas komunikasi ini kita tidak hanya diberi materi tentang cara berkomunikasi seperti sehari-hari, tetapi juga mencangkup tentang cara menjadi jurnalistik, humas dan juga kita mendapat materi tentang bagaimana komunikasi politik, psikologi politik dan banyak lagi yang laiinya. Komunikasi jika kita lihat memanglah sangat mudah, tetapi sebenarnya komunikasi itu sendiri haruslah kita jaga dan kita olah hingga menjadi komunikasi yang sangat indah untuk kita ucapkan dan kita tuturkan.  Dan dari kita belajar ilmu komunikasilah kita bisa lebih jauh lagi mengerti tentang ilmu komunikasi itu sendiri berdasarkan kehidupan kita sehari-hari.

This entry was posted on Sunday, March 3rd, 2013 at 05:59 and is filed under Lain-lain. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. Responses are currently closed, but you can trackback from your own site.

~ dilihat : 547 kali ~