Ilmu Pengetahuan Sosial untuk Pembangunan Pilar Harga Diri Bangsa

1

Oleh DUDIH SUTRISMAN

(Mahasiswa Jurusan Pendidikan Kewarganegaraan UPI, Ketua Unit Pers dan Penerbitan Himpunan Mahasiswa Civics Hukum (UPP HMCH) Universitas Pendidikan Indonesia, Wakil Ketua Paguyuban Mahasiswa Insun Medal Sumedang)

 

“Jangan Sekali-kali Melupakan Sejarah”  (Ir. Soekarno, Proklamator Indonesia)

INDONESIA dewasa ini mengalami beragam krisis dan permasalahan yang membawa Indonesia pada kubangan besar, yang membuat nama Indonesia tercoreng dimata dunia internasional. Padahal jika ditelisik hal itu justru membuat tingkat kepercayaan diri masyarakat dalam pergaulan internasional agak menurun.

Permasalahan demikian membuat hancurnya harkat martabat bangsa bukan hanya di kalangan luar negeri namun juga dari kalangan dalam negeri. Pendidikan sebagai sarana pembangunan harkat martabat bangsa memiliki peran penting untuk menumbuhkan kembali suatu rasa kebanggaan bagi masyarakat Indonesia akan kebesaran bangsanya.

Ilmu Pengetahuan Sosial sebagai salah satu kajian inter­disi­pliner yang mengkaitkan berbagai ilmu-ilmu sosial, seperti: sejarah, geografi, eko­nomi, sosiologi, antropologi, politik, hukum, dan psikologi sosial untuk me­mahami berbagai fenomena dan kehidupan sosial yang perkembangannya begitu cepat dan sering tidak terduga dengan tepat (unpredicable) merupakan salah satu rumpun mata pelajaran dalam dunia pendidikan yang dianggap tepat untuk menjadi salah satu media pembangunan harkat martabat bangsa.

Sejarah bangsa Indonesia memiliki jalan yang sangat panjang dan sejarah bangsa ini penuh dengan rasa kebanggaan. Indonesia di masa silam sempat menjadi salah satu imperium dunia yang menguasai wilayah asia pada era kerajaan. Indonesia menjadi wilayah rebutan bagi bangsa penjajah sebab Indonesia adalah Negara yang kaya akan sumber daya alamnya. Di era Republik, Indonesia sempat menjadi Macan Asia dan amat dihormati oleh Negara tetangga dan dunia internasional.

Seluruh perjalanan sejarah bangsa ini tidak terlepas dari kekayaan alam dan keunikan negeri ini. Indonesia merupakan wilayah kepulauan terluas di dunia serta memiliki kandungan sumber daya alam yang luar biasa dalam perutnya. Kandungan sumber daya alam inilah yang memiliki nilai plus bagi negeri ini untuk posisi bargaining dengan Negara lain.

Sebagai macan asia, Indonesia adalah imperium republik yang sempat memiliki tingkat perekonomian tinggi dan sempat digadang-gadang akan take-off menjadi Negara maju dengan segala potensi sumber daya alam yang dimilikinya. Namun itu adalah realita yang terjadi sebelum krisis moneter menghantam Indonesia dan membuyarkan segalanya.

Kondisi sosiologi masyarakat Indonesia masih memegang soko guru tradisionalnya yang menjunjung tinggi nilai-nilai gotong royong dan kekeluargaan. Namun jikalau kondisi globalisasi agak sulit dibendung maka nilai-nilai ini akan pudar dengan sendirinya. Keberadaan pancasila sebagai identitas nasional Indonesia adalah tepat keadaannya dimana pancasila merupakan kristalisasi dari seluruh komponen yang ada dalam kondisi sosiologis masyarakat Indonesia.

Indonesia adalah bangsa besar yang telah ada sejak berabad-abad lampau. Sebagai sebuah bangsa yang memiliki sejarah perjalanan yang panjang, Indonesia memiliki kebudayaan yang khas dan beragam. Antara kebudayaan yang satu dengan kebudayaan lainnya memiliki nilai seni dan budaya yang sangat tinggi dan penuh dengan filosofis tinggi yang digali dari kearifan local yang terjadi.

Kondisi kenegaraan Negara yang kini bernama Republik Indonesia ini bisa dibilang telah melalui jalan yang panjang. Indonesia atau dahulu dikenal dengan nama Nusantara telah memiliki system kenegaraan dan politik yang berbeda antara zaman yang satu dengan jaman lainnya, tempat satu dengan tempat lainnya sehingga keadaan yang berlaku di Indonesia sebagai Negara Republik yang Demokratis selalu memiliki kekhasan tersendiri.

Keberadaan Pancasila yang diakui sebagai kristalisasi dari kepribadian bangsa Indonesia membuktikan bahwa sebelum merdeka sebagai sebuah Negara yang bernama Indonesia, bangsa ini telah mengenal nilai-nilai atau norma sehingga kehidupan mereka cenderung lebih teratur dan terarah. Pada perkembangannya norma yang muncul pada masyarakat tradisional Indonesia kemudian berkembang menjadi suatu aturan hokum yang bernama hokum adat. Hokum adat yang tidak tertulis ini menjadi cikal bakal keberadaan hokum nasional Negara Indonesia.

Keberadaan rumpun sosial di atas akan lebih bermakna jika ditambah dengan psikologi social. Jatuh bangunnya perjalanan bangsa ini, hancur-munculnya peradaban, bersinar-meredupnya keadaan ekonomi pastilah akan berdampak pada psikologi rakyat. Bagaimana betapa hancurnya batin rakyat Indonesia kala menyaksikan negerinya hancur balau diterpa oleh krisis moneter. Bagaimana usaha jatuh bangun mereka untuk membangun kembali pilar negeri dengan beragam cara namun kembali dihadapkan pada permasalahan baru yang tak kalah rumitnya.

Tantangan demikian menjadi sebuah pertaruhan, efek domino, apakah rakyat akan tetap kukuh pada pendiriannya untuk membangun negeri atau menyerah saking terlalu banyaknya permasalahan yang muncul dan membuat tergadainya suasana hati dan perasaan.

Kehancuran ekonomi nasional akibat krisis moneter yang menghantam negeri ini pada 1997 dan reformasi 1998 menjadi catatan sejarah awal dari perkembangan Indonesia yang awalnya disegani menjadi Negara yang seakan tidak memiliki harkat dan martabat di mata Internasional. Hal tersebut diperparah dengan perilaku para elit politiknya yang berlomba-lomba meraup kekayaan dengan jalan mengambil harta Negara atau dengan kata lain korupsi. Tingkat korupsi yang terjadi di Indonesia menempati posisi yang warning.

Selain permasalahan diatas, masih begitu banyak permasalahan di Indonesia yang turun berperan dalam menurunnya harkat dan martabat bangsa dihadapan masyarakat internasional. Butuh suatu keinginan dan cita-cita yang kuat jika ingin dipulihkan kembali.

Pendidikan sebagai salah satu indikator untuk pembangunan suatu bangsa memiliki peran yang cukup signifikan untuk mendukung pembangunan harkat dan martabat bangsa. Ilmu Pengetahuan Sosial atau dikenal dengan singkatan IPS merupakan salah satu komponen yang dirasa memiliki peran sentral dalam upaya pembangunan harkat martabat. Content dari IPS yang kompleks dan kekinian memiliki nilai tambah tersendiri dibanding komponen lainnya.

Sifat IPS yang memerlukan pemikiran kritis akan kondisi kontemporer sangat diperlukan bagi dunia pendidikan. Keberadaan sejarah bukan sebagai angin romantisme masa lalu belaka. Sejarah memiliki sifat selalu berulang sehingga kita harus memperhatikan dan berkaca dari peristiwa yang terjadi sebelumnya dan mencari akar permasalahan yang muncul.

Korupsi yang kini mengganas di Indonesia sebenarnya bukan kejadian baru, ratusan tahun sebelumnya budaya korupsi pernah tumbuh subur di bumi nusantara dan menyebabkan hancurnya VOC. Kini hal yang sama terjadi lagi, walau memang sejarah itu akan berulang dengan konteks yang berbeda karena lain jaman dulu lain pula jaman sekarang.

Rakyat Indonesia yang memang cenderung bersifat romantisme pada masa lalu, selalu mengingat yang indah dari masa lalu namun mengabaikan yang buruknya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Kelebihannya rakyat akan memiliki kebanggaan tersendiri pada negerinya yang kompleks ini namun kekurangannya bahwa rakyat akan terlena akan keadaan masa lalu dan tidak ada niatan untuk merubah masa depannya.

Kekayaan alam dan budaya Indonesia yang luar biasa sebenarnya bisa menjadi semacam pemecut semangat bagi bangsa ini untuk membangun kembali pilar-pilar yang hancur dan merubahnya dengan pilar yang kokoh. Pilar kokoh inilah yang jika berhasil dibangun akan menumbuhkan suatu kebanggaan tersendiri dari sanubari setiap insan manusia Indonesia. Tinggal kemudian diambil cara bagaimana agar semua itu juga mampu mendongkrak bidang lainnya sehingga harkat dan martabat bangsa ini akan kembali dihargai di kancah internasional.

Keberadaan IPS sangat penting dalam upaya pembangunan segala aspek kenegaraan yang akan berdampak pada meningkatnya harkat dan martabat bangsa.

Kita harus selalu berkaca pada masa lalu untuk kemudian mengambil langkah positif untuk kemajuan bangsa niscaya bangsa ini akan dihormati oleh bangsa lainnya. Ingat pada pepatah “Bangsa Yang Besar adalah Bangsa yang selalu menghargai sejarah dan perjuangan pendahulunya”

This entry was posted on Sunday, September 8th, 2013 at 09:46 and is filed under Lain-lain. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. Responses are currently closed, but you can trackback from your own site.

~ dilihat : 337 kali ~