Gangguan Jiwa Pada Manusia Modern

Oleh NENENG MUTIARA MAULIDA
(Mahasiswa Prodi Pendidikan Kesejahteraan Keluarga 2011)

GANGGUAN jiwa adalah suatu keadaan dengan adanya gejala klinis yang bermakna, berupa sindrom pola perilaku dan pola psikologik, yang berkaitan dengan adanya distress (tidak nyaman, tidak tentram, rasa nyeri), disabilitas (tidak mampu mengerjakan pekerjaan sehari – hari), atau meningkatnya resiko kematian, kesakitan, dan disabilitas.

Gangguan Jiwa dapat dibedakan dalam Psikotik – Organik (misalnya Delirium, Dementia, dan lain – lain); Psikotik – Non Organik (misalnya Skizofrenia, Gg. Waham, Gg. Mood, dan lain – lain); Non Psikotik (misalnya Cemas, Somatoform,  Psikoseksual, Kepribadian, dan lain – lain)

Berikut terdapat beberapa macam gangguan jiwa: (1) Cartacoethes: tekanan yang tidak bisa dikendalikan untuk melihat peta di mana-mana. Otak manusia punya kemampuan (yang cukup cepat tentunya) untuk mengenal wajah di mana saja, tapi kemampuan ini bisa berubah pada sebuah mania aneh yang biasa disebut cartocacoethes: tekanan yang tidak bisa dikendalikan untuk melihat peta dimana – mana, bahkan pada makanan seperti makanan milanesa (sejenis daging) dari Argentina.

(2) Gamomania: obsesi mengajukan pernikahan. Gamomania bisa dideskripsikan sebagai obsesi aneh yang mengajak orang untuk menikah atau mengajukan pernikahan ke orang – orang berbeda pada waktu yang sama, yang dalam banyak kasus mengakibatkan poligami.

(3). Onomatomania: rangsangan untuk mengulang beberapa kata. Ini adalah obsesi mengulang kata – kata khusus karena kata – kata itu mengganggu pikiran penderita.

(4). Climomania: keinginan berlebihan berada di tempat tidur. Climomania adalah adanya keinginan untuk berada di tempat tidur terlalu berlebihan dan bisa sampai seharian, terutama kalau cuaca dingin. Climomania berasal dari bahasa Yunani yang artinya obsesi tidur. Dengan kata lain, mania ini artinya cinta pada tempat tidur, bantal dan selimut.

(5). Demonomania: percaya digentayangi roh jahat. Ada banyak film dan buku horor yang sangat menyeramkan. Melihat film seperti itu secara alami bisa membuat si penonton takut dengan beberapa orang, dan biasanya disaat orang takut, mania mulai merasuk. Jika berurusan dengan setan (demon), bisa jadi orang itu menderita demonomania, kondisi psikis yang percaya dirinya diikuti setan, dan saat seseorang berpikir dirinya digentayangi, dia mulai benar – benar percaya ada setan di dekatnya.

(6). Enosimania: terus – terusan merasa bersalah. Enosimania adalah tekanan untuk berpikir diri seseorang telah melakukan kesalahan atau dikritik yang tidak bisa dimaafkan, dikenal juga dengan beberapa nama lain seperti Enissophobia, Enosiophobia, ‘takut melakukan kesalahan besar’ dan ‘takut kritikan’. Gejalanya biasanya napas pendek dan cepat, detakan jantung tidak menentu, berkeringat, muak, dan tentunya ketakutan yang besar.

(7). Trichotillomania: rangsangan menarik rambut sendiri. Trichotillomania, atau lebih dikenal dengan sebutan ‘trich’, adalah kelainan gerakan reflek dalam bentuk penyiksaan diri yang ditunjukkan dengan berulang kali menarik rambut, bulu mata, bulu hidung, jembut (buset), alis atau rambut lain, kadang – kadang menyebabkan kebotakan.

(8). Ablutomania: mania mencuci tubuh. Mencuci tangan setelah dari toilet bukan masalah, tapi mencuci tangan setelah beberapa detik bisa jadi masalah. Penderita abutomania biasanya sangat ketakutan dengan kotor.

(9). Aboulomania: sering ragu – ragu. Kita tentu pernah mengalami situasi di mana kita sulit membuat pilihan, tapi bayangkan jika kita tidak bisa membuat keputusan yang bahkan sangat sederhana, hidup seperti tak tertahankan. Aboulomania bisa didefinisikan sebagai penyakit keraguan atau ketidakmampuan seseorang untuk memutuskan masalah apa pun.

(10). Doromania: obsesi memberi hadiah. Banyak orang yang suka memberi hadiah, dan sebagian besar orang akan senang dengan obsesi seperti itu. Doromania adalah dorongan atau kesenangan tidak normal untuk memberi hadiah. Penderitanya terobsesi memilih dan memberi hadiah, tapi bukan untuk tujuan baik atau karena mereka sangat dermawan, melainkan karena hal lain yang lebih kompleks.

This entry was posted on Monday, February 18th, 2013 at 12:27 and is filed under Lain-lain. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. Responses are currently closed, but you can trackback from your own site.

~ dilihat : 638 kali ~