Cina Bertransformasi dari Nasionalis ke Komunis

Oleh LINA BAROKAH

(Mahasiswa Jurusan Manajemen Resort dan Leisure, FP IPS, UPI)

CINA di bawah kepemimpinan Dr. Sun Yat Sen merupakan Cina yang berwajahkan nasionalis. Dr. Sut Yat Sen merupakan tokoh yang membawa dan mengembangkan paham Nasionalis di Cina. Beliau merupakan tokoh revolusioner Cina yang memperkenalkan gagasan-gagasan revolusi. Dengan adanya gagasan-gagasan Dr. Sun Yat Sen ini rakyat Cina mulai memberontak terhadap penguasanya pada saat itu adalah dinasti Qing yang masih bersifat kerajaan. Dr. Sun Yat Sen beserta rakyat Cina yang bosan dan jenuh dengan kekuasaan Qing mulai memberontak dan berhasil menggulingkan kekuasaan dinasti Qing di Cina untuk membentuk Cina menjadi negara Republik.

Akhirnya pada tanggal 12 Maret 1912 dibentuk negara Republik Cina di Nanjing, dengan presidennya yaitu Dr. Sun Yat Sen. Namun didalam perjalanannya Dr. Sun Yat Sen menyerahkan kekuasaannya kepada Yuan Shikai yang merupakan ketua tentera baru dan juga merupakan perdana menteri kerajaan Qing. Ini merupakan langkah salah yang dilakukan Sun Yat Sen dan pada akhirnya Sun Yat Sen kecewa dengan keputusannya itu. setelah tahta kekuasaan berada dibawah Yuan Shikai Cina berubah menjadi negara yang carut-marut. Yuan Shikai membubarkan dewan-dewan perundangan negara serta provinsi-provinsi. Yuan Shikai ini mempunyai cita-cita yang terlalu ambisius inilah yang menjadi bumerang bagi Yuan Shikai.

Karena cita-cita yang terlalu ambisius rakyat Cina jadi tidak menyukai bahkan sampai geram terhadap Yuan Shikai. Rakyat Cina mulai memberontak dan menggulingkan dominasi Yuan Shikai di Cina. Yuan Shikai berhasil digulingkan oleh rakyat Cina. Kemudian pada tahun 1916. Setelah Yuan Shikai meniggal di Cina terjadi kekosongan pemimpin sentral, dan kemudian Cina diperintah oleh kerajaan campuran yang terdiri dari beberapa tentera-tentera provinsi. Pada abad ke-20 Sun Yat Sen kembali untuk menyatukan kembali Cina dari negara yang terpecah-pecah.

Pada tahun 1925 Sun Yat Sen meninggal dunia dan partai yang didirikan Sun Yat Sen yaitu Kuomintang ( partai nasional) dikuasai oleh Chiang Kai Sek yang merupakan anak didik Sun Yat Sen. Chiang Kai Sek kemudian memimpin negara Cina, namun pada masa dia berkuasa mulai muncul paham-paham komunis yang di bawa oleh Mao Zedong atau Mao Tse Tung. Kaum komunis juga ingin menguasai Cina dan menjadikan Cina menjadi negara komunis.

Pada periode inilah terjadi ketegangan-ketegangan ideologi maupun perang secara fisik antara kaum nasionalis yang dipimpin oleh Chiang Kai Sek dan juga kaum komunis yang dipimpin oleh Mao Zedong. Kedua kekuatan ini sepat bersatu melawan Jepang dalam perang Cina-Jepang pada tahun 1937-1945. Kedua belah pihak ini bersatu karena mereka mempunyai musuh bersama yaitu Jepang. Namun setelah berakhir perang melawan Jepang kedua belah pihak ini kembali perang untuk menguasai Cina. Kaum komunis melancarkan strategi yang disebut “Long March” untuk menyebarkan pahamnya yaitu dari kampung ke kampung. Kaum nasionalis semakin terdesak dan kalah, karena kaum komunis berhasil menguasai wilayah Cina lebih luas daripada kaum nasionalis. Mao Zedong kemudian menjadi pemimpin negara yang diberi nama Republik Rakyat Cina yang berhaluan komunisme.

Setelah nasionalis terdesak dan kalah, pada tahun 1949 Chiang Kai sek melarikan diri ke pulau Taiwan dan melanjutkan paham nasionalisnya di pulau tersebut dan menjadikan pulau tersebut sebagai negara, yaitu Taiwan.

This entry was posted on Monday, June 3rd, 2013 at 06:55 and is filed under Lain-lain. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. Responses are currently closed, but you can trackback from your own site.

~ dilihat : 361 kali ~