Berawal dari Selembar Kertas

amaira utami

Oleh  AMAIRA UTAMI

(Mahasiswi Prodi International Program on Science Education FPMIPA UPI)

KERTAS, identik dengan warna putih, polos dan tak berisi. Siapa sangka ternyata kesuksesan berasal dari sesuatu yang sangat sederhana seperti kertas. Kadang kita terlalu fokus terhadap sesuatu yang besar, dan melupakan sesuatu yang kecil dan sederhana. Padahal sesuatu yang kecil dan sederhana itu bisa berdampak besar dikehidupan kita. Kita bisa melakukan apapun di atas kertas seperti membaca, menulis, menggambarkan suatu objek, menghitung, bahkan menemukan sebuah penemuan besarpun berawal dari selembar kertas. Membaca dan menulis bukanlah hal yang sulit untuk dilakukan, tetapi pada faktanya hanya sedikit orang yang menggemari membaca dan menulis.

“Dengan membaca kita bisa mengelilingi dunia”. Maksud dari pribahasa tersebut adalah dengan membaca kita dapat memperoleh banyak pengetahuan, baik itu pengetahuan tentang alam, hiburan, tokoh dunia, perkembangan teknologi, perkembangan sosial, politik dan lain-lain dari  dalam maupun luar negri, seakan kita pergi berkunjung ke negara tersebut. Penerapan kebiasaan membaca harus diterapkan sejak dini, sehingga akan berdampak positif ketika menginjak usia dewasa, dengan banyak membaca kita akan memperoleh banyak pengetahuan.

Menulis, tidak kalah penting dengan membaca. Seorang ilmuan besar sekalipun, menuliskan semua yang mereka temukan diatas sebuah kertas, dinding, batu, maupun daun. Cobalah dengan menulis sedikit demi sedikit. Tulislah apa yang terjadi di kehidupan Anda. Menulis bukanlah membuang waktu tetapi menggunakan waktu dengan tepat, maksudnya dengan menulis kita bisa mendapatkan banyak keuntungan, seperti mendapat uang, dengan cara mengirim ke penerbit, membuat artikel, cerpen, penelitian dll. Dan dengan menulis kita bisa mendapatkan pengetahuan yang lebih luas dibanding orang yang tidak senang menulis. Misalnya ketika dosen menyampaikan materi tulislah materi yang beliau sampaikan, sehingga ketika ujian datang kita bisa menggambil inti tentang materi yang telah dosen sampaikan.

Walaupun membaca dan menulis mempunyai banyak dampak positif, tetapi pada faktanya di Indonesia hanya sedikit orang yang senang membaca dan menulis. Indonesia menempati peringkat ke 57 dari 65 negara yang senang membaca dan menulis. Pemerintah tidak tinggal diam menghadapi persoalan ini, pemerintah telah menjalankan beberapa program seperti perpustakaan keliling, buku murah, BOS (Bantuan Operasional Sekolah), dan mengadakan beberapa lomba menulis dengan hadiah yang cukup besar. Diharapkan dengan beberapa program ini bisa menumbuhkan minat para generasi muda untuk membaca dan menulis. Dikalangan pelajar dan mahasiswa contohnya sering ditemui koran khusus harga pendidikan dengan harga 50% lebih murah, tetapi penjualanya tidak laku keras, coba saja jika terdapat baju dengan diskon 50% pasti banyak sekali peminat dan bahkan bisa laku keras. Saya pernah mendengar komentar teman ketika saya membeli sebuah buku, dia berasumsi lebih baik uangnya digunakan untuk membeli makanan atau pakaian dari pada digunakan untuk membeli buku.

Dari fenomena di atas tampak jelas minat mahasiswa terhadap membaca kurang tinggi, padahal mahasiswa adalah para generasi muda yang sedang matang-matangnya untuk membangun Indonesia. Bila dibandingkan dengan masyarakat Jepang contohnya, mereka sangat senang membaca, bahkan mereka meluangkan waktu khusus untuk membaca setiap harinya, mereka akan tidur terlebih dahulu sebelum membaca, sedangkan warga Indonesia mereka menggunakan waktu membaca sebelum tidur. Jelas penggunaan waktu pun mempengaruhi konsentrasi membaca. Untuk membangun Indonesia yang baru sebenarnya ini bukan hanya tugas pemerintah dengan berbagai programnya agar meningkatkan minat membaca dan menulis, tetapi ini juga tugas orang tua di rumah untuk membimbing anaknya agar terbiasa untuk membaca dan menulis, juga kesadaran diri kita akan pentingnya membaca dan menulis.

Sebenarnya minat untuk menulis sesuatu berawal dari membaca. Jika seseorang telah memiliki banyak wawasan dari membaca pasti orang tersebut berkeinginan untuk menulis karyanya sendiri agar dibaca oleh orang banyak. Luangkanlah minimal 30 menit perhari untuk membaca dan cobalah untuk menulis karya mu sendiri! Percayalah Tuhan telah memberikan potensi yang luar  biasa pada diri anda. Karena berawal dari selembar kertas yang akan membawamu ke dunia luas, dan mengantarkanmu pada kesuksesan yang sebenarnya!

This entry was posted on Tuesday, March 26th, 2013 at 06:30 and is filed under Lain-lain. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. Responses are currently closed, but you can trackback from your own site.

~ dilihat : 506 kali ~