Yudi Latif ; Pendidikan Karakter Penentu Kejayaan Bangsa

a3

Bandung, UPI

Dalam mengawali kegiatan perkuliahan, Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Universitas Pendidikan Indonesia (FPIPS-UPI) menggelar Kuliah Umum dan Inagurasi di Balai Pertemuan Universitas Pendidikan Indonesia (Kamis, 5/9/2013). Kegiatan yang dihadiri oleh seluruh mahasiswa baru FPIPS UPI dibuka langsung oleng Rektor Universitas Pendidikan Indonesia Prof. Dr. H. Sunaryo Kartadinata, M.Pd. Dalam sambutannya, Rektor berharap kegiatan ini dapat dijadikan sebagai media dalam memupuk mental, pengetahuan, serta pengalaman bagi para mahasiswa baru khususnya mahasiswa FPIPS UPI.

Dalam sambutan yang disampaikan Dekan FPIPS Prof. Dr. H. Karim Suryadi, M.Si, ia menyampaikan bahwa perlunya pembuktian diri sebagai mahasiswa terpilih yang memiliki prestasi yang baik untuk dapat memberikan layanan pendidikan yang baik pula, yang dapat mengantarkan bangsa ini ke arah yang lebih maju. Dalam kegiatan ini hadir pula Pembantu Dekan I Dr. Elly Malihah, M.Si;  Pembantu Dekan II Dr. Aceng Kosasih, M.Ag, Kepala Humas UPI Dr.H. Suwatno, M.Si; Dosen-dosen FPIPS, Pengurus senat dan himpunan di FPIPS.

a4

Hadir sebagai pemateri Yudi Latif, MA. PhD., yang merupakan Direktur Eksekutif Reform Institute. Dalam mengawali pemaparannya, ia menyampaikan betapa pentingnya sebuah karakter dalam proses pendidikan. “seseorang boleh pintar, boleh cakap, boleh berkuasa,  tapi jika kesemuanya itu tidak digunakan untuk kemaslahatan bersama, maka orang tersebut termasuk orang yang terdidik tapi tidak punya karakter, dan ditangan orang terdidik tapi tidak punya karakter, maka bangsa ini tidak akan pernah mencapai kejayaannya .”  Ujarnya.

Begitupun ia menegaskan tentang pentingnya kualitas murni pendidikan dan calon-calon tenaga pendidik nya untuk dijaga kemurniannya, untuk tidak terlalu banyak dipolitisasi oleh kepentingan –kepentingan politik jangka pendek, karena menurutnya dengan mempolitisasi pendidikan untuk kepentingan politik jangka pendek maka akan melahirkan dampak kemunduran yang sulit untuk diperbaiki.

a1

“Untuk itu dibutuhkan keselarasan suatu pendidikan dengan karakter seseorang, sehingga dapat dijadikan indikator kemajuan dalam suatu bangsa. When wealth is lost, nothing is lost; when health is lost, something is lost; when character is lost, everything is lost.” Tambahnya.

Setelah penyampaian kuliah umum, secara simbolis masing-masing Ketua Prodi/Jurusan menyematkan jas almamater kepada perwakilan dari mahasiswa baru sebagai langkah awal memulai kegiatan perkuliahan dan kemahasiswaan di Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial. Selain Kuliah Umum, kegiatan ini juga diisi dengan pentas seni dan kreatifitas, serta yang tak kalah menarik ialah “Bermain Angklung Bersama” dimana seluruh peserta dan Tamu masing-masing diberikan angklung untuk dimainkan secara masal yang dipimpin oleh pak Egy. Dengan penuh kekompakan, para peserta dan Tamu dapat bermain akngklung dengan harmonis. (Andri)

a2

~ dilihat : 339 kali ~