UPI Tasik Diharapkan Mampu Menampung Kreativitas Masyarakat Priangan Timur

1

Bandung, UPI

Masyarakat Priangan Timur pada umumnya dan Tasikmalaya khususnya sangat kreatif dan memiliki banyak seniman. Untuk mengembangkan bakat, mereka membutuhkan sentuhan akademik. Sehingga, kreativitas dan seni tumbuh tidak sekadar berdasarkan naluri, tapi semakin kaya dengan berbagai kajian ilmiah.

“Oleh karena itu, Pemkot Tasikmalaya mendukung jika Universitas Pendidikan Indonesia Kampus Tasikmalaya menambah dan mengembangkan berbagai program studi yang dapat menampung kreativitas dan jiwa seni masyarakat Priangan Timur,” kata Wali Kota Tasikmalaya, Drs. H. Budi Budiman dalam talkshow “Dinamika Pendidikan” yang ditayangkan live TVRI Jawa Barat di Jln. Cibaduyut, Bandung, Kamis (21/8/2013).2

Acara dialog yang dipandu host Ardianto Wijaya ini menghadirkan Direktur UPI Kampus Tasikmalaya Prof. Dr. Cece Rahmat, M.Pd. serta Sekretaris Badan Koordanasi Pengembangan UPI Kampus Daerah dan Sekolah Laboratorium Dr. Zaenal Alimin, M.Ed. Talkshow yang diselenggarakan setiap bulan sekali ini merupakan kerja sama antara UPI dengan TVRI Jawa Barat.

Menurut Wali Kota Tasikmalaya, industri kreatif tumbuh subur di Priangan Timur. Industri ini merupakan warisan leluhur secara turun temurun. Sejumlah industri kreatif itu antara lain kelom geulis, payung geulis, bordir dan berbagai pendukung industry tekstil, dan lain sebagainya.

“Industri kreatif ini akan semakin maju jika didukung dengan teknologi dan hasil penelitian alademisi. Itulah sebabnya, dukungan penelitian dari UPI Kampus Tasikmalaya sangat membantu masyarakat mengembangkan kreativitas mereka,” ujar Budi Budiman.

Diungkapkan, bagi Pemkot Tasik, keberadaan UPI Kampus Tasikmalaya sangat penting dan signifikan. Pengembangan kampus memiliki dampak sangat positif bagi pengembangan masyarakat. Hanya dengan Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PG PAUD) dan Pendidikan Guru SD (PGSD) saja, masyarakat sangat terbantu.

“Sebab, tahun 2015, semua guru harus sarjana. Jika para guru harus pergi jauh ke Bandung untuk kuliah, kelas di mana guru harus mengajar bisa kosong. Tapi dengan UPI Kampus Tasik, para guru bisa belajar lebih dekat. Mereka juga lebih efisien, karena mengurangi biaya transportasi dan biaya tinggal di kota,” kata Budi.

Dinamika masyarakat         

Direktur UPI Kampus Tasikmalaya Prof. Dr. Cece Rahmat, M.Pd. dalam kesempatan itu mengungkapkan, UPI Kampus Tasikmalaya tidak akan tinggal diam menghadapi dinamika masyarakat. Oleh karena itu, UPI Tasik berupaya mengembangkan berbagai program studi yang relevan dengan kebutuhan dan dinamika masyarakat.

“UPI Tasikmalaya tidak mustahil segera membuka Program Studi Bimbingan dan Penyuluhan. Bahkan, kita akan membuka Prodi yang berkaitan dengan kewirausahaan. Sebab, UPI Tasik telah dijadikan sebagai prototipe dan pusat pengkajian kewirausahaan untuk daerah Priangan Timur. Kita perlu memikirkan local wisdom, sehingga Tasik menjadi lebih maju lagi,” ujar Cece.

Tentu saja UPI Kampus Tasikmalaya tidak akan meninggalkan tugas utamanya menyiapkan guru profesional baik untuk SD maupun PAUD, ujar Cece. Untuk menyesuaikan kebutuhan, UPI Tasik membuka program S1 untuk PGSD dan PG PAUD ini.

Untuk mendekatkan antara guru dengan tempat belajar, UPI juga menyelenggarakan program dual mode yang bisa dilakukan berdasarkan kerja sama antara UPI dengan pemerintah daerah. Dengan program dual mode, perkuliahan bisa diselenggarakan di tempat di mana para guru mengajar. “Inilah cara UPI Tasik ikut membantu pemerintah menyiapkan guru yang professional,” kata Prof. Cece.

Selain ada UPI Kampus Tasik, juga ada dual mode. Sedang menuntaskan bangunan kegiatan kemahasiswaan. Untuk membentuik mahasiswa yang professional. Sehingga kita menyiapkan saarjana yang sia pakai. Mudah2an tercapai.

Sekretaris Bakorbang UPI Dr. Zaenal Alimin, M.Ed. mengemukakan, peraturan dan perundang-undangan memungkinkan bagi UPI untuk menjadikan UPI Tasikmalaya sebagai kampus satelit. Artinya, UPI Kampus Tasik bisa merespons langsung berbagai kebutuhan masyarakat untuk dikembangkan secara akademis berdasarkan penelitian.

“Dalam hal ini, lima kampus daerah yang dimiliki UPI yaitu UPI Kampus Tasikmalaya, UPI Kampus Sumedang, UPI Kampus Cibiru, UPI Kampus Purwakarta, dan UPI Kampus Serang juga bisa mengembangkan berbagai program berbeda sesuai dengan kebutuhan daerah masing-masing,” ujar Zaenal Alimin. (WAS/Deny/Dodi/Foto: Andri)

~ dilihat : 370 kali ~