UPI Kampus Cibiru Seminarkan “Membangun Generasi Emas 2045”

Bandung, UPI1

Universitas Pendidikan Indonesia Kampus Cibiru menggelar seminar nasional “Membangun Generasi Emas 2045 melalui Pendidikan Anak Usia Dini dan Sekolah Dasar”, Sabtu (20/6/2013) pukul 7.00 s.d. selesai, di UPI Kampus Cibiru Jln. Raya Cibiru KM 15 Bandung. Seminar menampilkan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat; Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung; Prof. Dr. H. Tatang Herman, M.Ed.; dan Dr. Mubiar Agustin, M.Pd.

Ketua Pelaksana Andri Yoga menjelaskan, tahun 2045 merupakan momentum paling penting dalam perjalanan sejarah bangsa Indonesia, di mana pada saat itu Indonesia menduduki usia 100 tahun kemerdekaan Indonesia. Pada tahun 2045 Indonesia akan diisi oleh generasi yang memiliki usia produktif dalam jumlah yang mayoritas di antara usia penduduk lain di Indonesia.

“Generasi 2045 merupakan generasi emas yang mampu membawa Indonesia pada perbaikan kehidupan bangsa menjadi bangsa yang bermartabat, harmonis, dan berkualitas. Untuk membangun generasi emas 2045 diperlukan asuhan, pendidikan, dan latihan yang efektif sejak dini agar kemampuan mereka tumbuh dan berkembang secara optimal,” kata Andri Yoga.

Dikatakan, mengangkat tema mengenai generasi emas 2045 merupakan upaya yang dilakukan untuk mewujudkan impian bangsa Indonesia, yaitu akan bangkitnya generasi emas yang mampu memberikan kebaikan dan kebesaran bangsa Indonesia serta melahirkan peserta didik yang berkualitas sesuai dengan tujuan pendidikan nasional yang tercantum dalam Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional No. 20 Tahun 2003 Pasal 3 berbunyi “Pendidikan nasional bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, beriman, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.”

Agar tujuan tersebut dapat terwujud, kata dia, perlu peran penting pendidikan dalam membangun generasi emas 2045. Oleh karena itu, pendidikan yang dilaksanakan harus merupakan pendidikan yang berkualitas dari segi kurikulum, pendidik, serta sarana dan prasana yang menunjang dalam pelaksanaan pendidikan.

Namun dalam kenyataannya, kata Andri selanjutnya, pendidikan di Indonesia saat ini belum sepenuhnya memberikan kontribusi yang sesuai untuk membangun generasi emas 2045. Dilihat dari segi kurikulum, kurikulum yang digunakan hanya menekankan pada aspek kognitif saja, padahal untuk membangun generasi emas atau generasi unggul di tahun 2045 lebih menekankan pada pendidikan karakter. Kompetensi pendidik pun perlu diperhatikan dalam pelaksanaan pendidikan, dimana pendidik harus mampu menciptakan pembelajaran yang aktif dan kreatif bagi peserta didik, namun saat ini masih banyak pendidik yang belum menerapkan pembelajaran yang demikian.

Selain itu, katanya, upaya peningkatan kompetensi guru, untuk menghadapi tantangan era globalisasi saat ini, tampaknya belum maksimal, sehingga mendorong pihak pemerintah untuk menentukan langkah-langkah mendasar, konsisten dan sistemik dengan melahirkan suatu kebijakan dalam upaya peningkatan kompetensi guru. Upaya yang telah dilakukan pemerintah yaitu dengan lahirnya Undang-Undang RI Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. Dalam pasal 2 dikemukakan bahwa guru mempunyai kedudukan sebagai tenaga profesional, yang dibuktikan dengan sertifikat pendidik.

Sertifikat pendidik, kata Andri,  adalah bukti formal sebagai pengakuan yang diberikan kepada guru setelah lulus uji kompetensi. Sedangkan, sarana dan prasarana pembelajaran terlihat jelas di sekolah-sekolah khususnya sekolah dasar di berbagai pelosok di negara Indonesia belum memenuhi standar kualitas pendidikan yang berkualitas. Oleh karena itu, untuk membangun generasi emas 2045 perlu dipersiapkan mulai sejak dini, melalui pembenahan kurikulum, kompetensi pendidik, serta sarana dan prasarana pendidikan. Selain itu, perlu adanya kerjasama antara seluruh pelaksana pendidikan termasuk semua masyarakat Indonesia di dalamnya.

“Dalam membangun generasi emas 2045, diperlukan usaha yang dilakukan secara sinergis antara semua pihak pelaksana pendidikan,” kata Andri.

Hal pertama yang harus dilakukan dalam membangun generasi emas 2045 adalah melalui pendidikan usia dini yang sangat diperlukan untuk mengisi dan memproses usia emas sehingga terbangun landasan yang kuat untuk pertumbuhan dan perkembangan selanjutnya. Hal ini perlu dilakukan melalui pendidikan anak usia dini dan sekolah dasar yang berkualitas. Ketepatan cara mendidik waktu usia dini menjadi modal penting bagi kelanjutan hidupnya di masa yang akan datang.

“Pendidikan yang berkualitas diawali dengan pembelajaran yang berkualitas. Pembelajaran yang berkualitas merupakan pembelajaran yang bukan hanya mengembangkan aspek kognitif saja, melainkan harus mengembangkan aspek afektif dan psikomotorik pula. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mencipatakan pembelajaran yang berkualitas adalah dengan menggunakan model-model, media, metode, dan strategi pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik,” ujar Andri.

Dikemukakan, diperlukan pemahaman atau wawasan dan pengalaman yang luas bagi seorang pendidik untuk dapat menerapkan model pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Seorang pendidik harus terus menambah pemahaman atau wawasan dan pengalaman dalam memilih dan menerapkan model pembelajaran yang sesuai agar pembelajaran yang dilakukan berhasil. Upaya yang dapat dilakukan oleh pendidik adalah dengan terus menambah wawasan dan pengalaman serta meningkatkan kompetensi dalam mendidik. Oleh karena itu, dilaksanakan seminar pendidikan tingkat nasional ini. (WAS)

~ dilihat : 1479 kali ~