UKM Al-Qolam UPI Selenggarakan Sayembara Menulis Puisi untuk Mesir

Bandung, UPI

Mesir kini sedang bergejolak. Sebagai bentuk kepedulian terhadap Mesir, Unit Kegiatan Mahasiswa Kepenulisan Islami Universitas Pendidikan Indonesia (UKM KI Al-Qolam UPI) dan Keluarga Besar Pesantren Mahasiswa Daarut Tauhiid (KB PPM DT) menyelenggarakan Sayembara Menulis Puisi yang bertemakan “Syair untuk Mesir”.

Puisi yang masuk pada sayembara ini menjadi hak milik bersama dan dapat digunakan serta disebarluaskan untuk keperluan-keperluan yang bersifat sosial. (Eko Apriansyah)

 
Syarat dan ketentuan Sayembara Menulis Puisi:

  1. Sayembara ini terbuka untuk umum.
  2. Sayembara ini bukan untuk hal yang bersifat komersial namun murni bersifat sosial.
  3. Sayembara ditutup pada tanggal 21 Agustus 2013 pukul 24.00.
  4. Karya yang diterima adalah puisi bebas yang mengangkat tema tentang peristiwa Mesir sekarang.
  5. Puisi dikirim dengan cara membuat catatan di Facebook melalui akun pribadi.
  6. Puisi ditandai (tag) ke minimal 20 akun Facebook termasuk akun Yansa El-Qarni yang menjadi panitia sayembara ini.
  7. Ubah format catatan ke “Publik” agar dapat dilihat umum.
  8. Format judul catatan Facebook terdiri dari Judul Puisi – Nama Penulis. Contoh: Mesir di Dadaku – Yansa El-Qarni.
  9. Di bagian bawah setelah isi puisi, harap dicantumkan profil singkat penulis dengan format Nama Penulis_Asal Daerah_Instansi/Universitas/Sekolah/Organisasi_Profil Naratif. Contoh: Yansa El-Qarni_Bangka Belitung_UPI Bandung_Seorang hamba Allah.
  10. Puisi yang masuk menjadi hak milik bersama dan dapat digunakan serta disebarluaskan untuk keperluan-keperluan yang bersifat sosial.
  11. Semua puisi yang masuk insyaAllah akan dikumpulkan dalam bentuk e-book yang akan disebarluaskan melalui website alqolamupi.com.
  12. Info dapat dilihat di alqolamupi.com.
  13. Apabila tidak bisa menandai akun Yansa El-Qarni, puisi dapat dikirimkan ke alamat email syairuntukmesir@gmail.com.

“Tidak perlu menjadi warga Mesir untuk bisa berempati. Cukuplah Anda menjadi manusia.”
(Receb Tayib Erdogan, PM Turki)