UI Gelar Greenmetric Faculty Ranking 2014

faculty-greenUniversitas Indonesia (UI) sebagai salah satu institusi pendidikan tinggi terbaik di Indonesia sudah selayaknya menjadi teladan dalam hal keberlanjutan lingkungan kampus. Aktivitas pengajaran, riset, serta pengabdian masyarakat harus terlaksana tidak hanya secara efektif, tetapi juga efisien. Tujuannya tidak lain adalah untuk melestarikan lingkungan serta menciptakan kenyamanan, kesehatan dan keamanan kampus UI.

Sejak 2010, Greenmetric UI diselenggarakan sebagai program penilaian aspek lingkungan kampus secara kualitatif dan kuantitatif. Komponen lingkungan yang dikaji meliputi infrastruktur, energi, manajemen limbah, air, transportasi dan edukasi; dengan lingkungan, ekonomi, dan kesetaraan (equity) sebagai indikator dasarnya. Data penilaian perfakultas diperoleh tim Greenmetric dari pengisian secara daring melalui Pengembangan dan Pelayanan Sistem Informasi (PPSI).

Tahun ini, tim Greenmetric UI melakukan penilaian terhadap program Green Campus di lingkungan fakultas di UI dengan mempertimbangkan kriteria (1) penataan dan infrastruktur dan (2) edukasi karena datanya dianggap paling valid. Sementara itu, indikator lain meliputi (1) energi dan perubahan iklim, (2) limbah, (3) air, dan (4) transportasi masih diukur berdasarkan estimasi dan data sekunder yang terbatas. Setelah dilakukan perhitungan, peringkat pertama UI Greenmetric Faculty Ranking 2014 diraih oleh FT (skor 1.603). Peringkat kedua hingga ketiga belas berturut-turut adalah FMIPA (skor 1.566), Vokasi (skor 1.394), FIB (skor 1.054), FPsi (911), FE (824), Fasilkom (779), FKM (767), Pascasarjana (767), FISIP (737), FIK (632), FKG (538), dan FK (428). Fakultas Hukum (FH) tidak berpartisipasi tahun ini karena belum mengumpulkan data.

Untuk membenahi kekurangan dalam metode pendataan UI Greenmetric, perlu dilakukan beberapa upaya. Pertama, UI perlu menetapkan standar metode pengambilan data untuk diaplikasikan di setiap fakultas. Penyeragaman metode dapat ditunjang oleh formulir pengisian Greenmetric yang disediakan oleh tim PPSI UI yang terdiri dari isian data sejak data mentah hingga terolah. Data ini kemudian digunakan sebagai bahan data UI dalam UI Greenmetric World University Ranking 2014 yang akan diumumkan awal Januari 2015.

Selain itu, Direktorat Umum dan Fasilitas bekerja sama dengan manajer fasilitas di fakultas perlu berkoordinasi untuk melakukan pengadaan, instalasi, dan pemantauan dari alat ukur yang ada di lapangan untuk melakukan evaluasi sarana di lapangan. Pengambilan sampel lingkungan juga harus dilakukan secara rutin dengan prosedur standar di semua fakultas. Kedua, data-data pemantauan yang telah diperoleh dari upaya pertama didokumentasikan dalam sebuah pangkalan data yang tervalidasi dan terpublikasi sebagai dasar penentuan kebijakan kampus sekaligus bahan evaluasi.

Ketiga, data pemantauan yang valid tersebut dijadikan baseline bagi penetapan kebijakan yang tepat sasaran serta integral dengan kriteria penilaian keberlanjutan lingkungan kampus dengan ditunjang referensi lain yang relevan, termasuk peraturan di tingkat regional dan nasional, kebijakan keberlanjutan di skala internasional, studi kasus universitas di luar negeri, dan lain-lain. Kebijakan yang diambil juga perlu memanfaatkan potensi UI sebagai kampus multidisipliner yang dapat menerapkan pendekatan teknik, sosial, maupun ekonomi dalam menunjang tercapainya target.

Keempat, partisipasi mahasiswa sebagai pemangku kepentingan dengan jumlah terbanyak perlu ditingkatkan dengan bantuan sosialisasi instruksi kerja, misalnya mensosialisasikan tata cara memilah sampah, mengadakan program berkebun, dan menggunakan botol minum (tumblr) untuk membawa air minum. Seluruh rekomendasi upaya perbaikan dan pendataan kemudian dievaluasi secara berkala oleh tim Greenmetric UI, termasuk evaluasi peran pemangku kepentingan. Evaluasi dapat menggunakan metode gap analysis, balance score card, maupun metode lain yang efektif dan efisien. Hasil evaluasi perlu pula dipublikasikan setidaknya satu tahun sekali sebagai bentuk pangkalan data agar dapat dikritisi oleh pemangku kepentingan dan dapat menjadi dasar penentuan kebijakan jangka panjang.

~ dilihat : 185 kali ~