UI Gelar Gebyar Bank Sampah di Depok

DSC_1223-1

Minggu (25/10/2015), UI menggelar Gebyar Bank Sampah, sebuah program pemberdayaan masyarakat untuk mengatasi permasalahan terkait sampah di Depok. Program yang didanai melalui Area-Based Community Engagement Grants (Area Based-CEGs) ini difokuskan di Kelurahan Rangkapan Jaya, Kecamatan Pancoran Mas, Depok. Program yang berlangsung pada Minggu (25/10/2015) tersebut dimotori oleh Fakultas Teknik bersama dengan Fakultas Ekonomi, Fakultas Psikologi dan Fakultas Farmasi.

Selain Gebyar Bank Sampah, ada program lain yang juga dilaksanakan, yaitu UMKM Berdaya, Ibu Rumah Tangga Berdaya, Panti Asuhan Mandiri, dan Sehat dengan TOGA (Tanaman Obat Keluarga). Sejumlah pakar UI yang terlibat dalam program tersebut antara lain Prof. Bondan Tiara Sofyan, Dr. Gabriel S.B. Andari, Dr. Beta Y. Gitaharie, Amarina Ariyanto, Ph.D, dan Dr. Abdul Mun’im, bersama staf dan sejumlah mahasiswa UI.

Program diawali dengan melakukan survei, wawancara dan melakukan social mapping mengenai aspirasi, persepsi, kebutuhan dan potensi masyarakat untuk menjadi sebuah komunitas yang Bersih, Berdaya, Sehat dan Mandiri. Berdasarkan hal tersebut, dilakukan sosialisasi program dan pelatihan, sehingga masyarakat secara langsung dapat melaksanakan dan merasakan manfaatnya.

Dalam program tersebut, kegiatan yang berlangsung antara lain demo pilah sampah, demo pengomposan, perlombaan anak-anak, stand bazaar ibu-ibu rumah tangga dan UMKM, stan penyetoran sampah, dan stan pengambilan tabungan sampah. Pemilihan lokasi di RW 11 Poinmas dikarenakan wilayah ini telah memiliki bank sampah sejak 2012. Hal tersebut telah secara konsisten meningkatkan kesadaran masyarakat akan lingkungan dan telah mengantarkan RW 11 sebagai Juara 1 Kebersihan di Kelurahan Rangkapan Jaya dan Juara 1 Bank Sampah di tingkat Kecamatan Pancoran Mas. Bank Sampah RW 11 Poinmas ini berbasis komunitas, yang menunjukkan komitmen luar biasa seluruh warga untuk pilah sampah. Pada kegiatan Gebyar Bank Sampah akan dicanangkan “Komitmen 100 % Warga Nasabah Bank Sampah”.

Seluruh peserta, panitia dan pengunjung dari kegiatan Gebyar Bank Sampah ini disyaratkan untuk menjadi nasabah Bank Sampah. Bila belum menjadi nasabah, maka mereka diminta untuk melakukan pemilahan di rumah masing-masing dan menyetorkannya pada saat kegiatan sekaligus sebagai pendaftaran sebagai nasabah Bank Sampah. Diharapkan momentum tercapainya 100 % warga nasabah bank sampah, menjadikan RW 11 Poinmas sebagai percontohan untuk komunitas cinta lingkungan yang memiliki sistem pengolahan sampah berbasis komunitas yang berkelanjutan.

Penulis : Humas FT


~ dilihat : 126 kali ~