Ucings Ramen, Sensasi Ramen Ditemani Kucing

Bandung, UPI

NETNET

Bandung tidak pernah kehabisan ide kreatif dalam memodifikasi kuliner. Kota yang dijuluki City of Culinary ini tidak pernah melewatkan setiap peluang dalam berbisnis di bidang makanan. Makanan dari negeri sakura pun seolah-olah menjadi menu wajib dalam mengembangkan ide kreatif para pelaku industri kuliner ini.

Jika berbicara tentang makanan khas negeri sakura ini pastinya terbayang santapan lezat dan selalu terngiang-ngiang di lidah, itulah ramen. Bertempat di Jalan Trunojoyo Nomor 23, sudah mulai terlihat kedai ramen yang bernuansa Jepang lengkap dengan warna merah dan hitam untuk menarik hati para pencinta ramen dan kucing mungil untuk menarik hati pecinta kucing. Ucings Ramen atau kandang ucing, itulah sebutan populer di sepanjang Jalan Trunojoyo.

Nama ucings ini sendiri berasal dari Bahasa Sunda atau dalam bahasa Indoneisa adalah Kucing. Kedai yang buka dari pukul sebelas siang hingga pukul tiga pagi ini, siap menyajikan berbagai menu ramen kepada pelanggan yang datang. Ucings Ramen ini tidak hanya menawarkan menu ramen, namun sensasi makan bareng kucing menjadi ciri khasnya. Hewan mungil ini tidak akan pernah mengganggu pelanggan yang sedang menikmati hidangan ramen karena kucing-kucing ini berada di dalam kandang dan sudah disediakan makanan khusus baginya.

Khusus menu makanan di Ucings Ramen tidak pernah luput dari kata-kata ucings, seperti Ucings Bulgogi, Ucings Garonk, dan Ucings Ngapunk. Ketiga ramen tersebut adalah ramen terfavorit karena rasanya pas dengan lidah warga Bandung khususnya urang Sunda, karena memadukan antara seblak dengan bahan dasar ramen. Mie ramen yang terbuat dari tepung terigu mulai dimodifikasi dengan bahan dasar membuat seblak, yaitu aci.

Sensasi yang ditawarkan sangatlah pas dengan lidahnya orang Sunda, pedas-asem-gurih. Para pembeli dimanjakan lidahnya dengan cita rasa yang berbeda dari ramen yang lainnya. “Inginnya sih kita berasa makan seblak di Jepang, makanya mie ramennya diganti sama seblak yang berbentuk mie,” ujar Tama, pemilik kedai Ucings Ramen.

Berbekal niat yang bulat mencampurkan cita rasa Sunda dan Jepang, kini Ucings Ramen memiliki dua buah cabang di Jalan Pahlawan dan Jalan Pajajaran. Harga yang murah dan sangat pas dengan dompet mahasiswa, membuat kedai ini ramai di setiap harinya. Tanpa bahan pengawet, Ucings Ramen dapat menjadi salah satu tempat yang wajib dikunjungi untuk nongkrong, bercanda gurau, atau untuk mencicipi sajian lezat ramen ini dengan teman, keluarga, atau bahkan sahabat. (Angga Prabowo, Mahasiswa Ilmu Komunikasi FPIPS UPI)