SMART 2013, Semangat Membangun Ekonomi Produktif, Inovatif, Mandiri, dan Filantropis.

DSC_0073Bandung, UPI

Dalam menghadapi masyarakat ekonomi ASEAN 2015, beberapa tahapan awal dalam pengembangan sektor ekonomi harus sudah dapat diwujudkan demi terealisasinya target kemajuan ekonomi khususnya masyarakat ASEAN. Dengan latar belakang sosial-budaya, ideologi politik, dan kepentingan yang berbeda, harus dapat membentuk suatu komunitas masyarakat besar yang saling membutuhkan satu sama lain.

DSC_0045Melalui kegiatan Seminar, Art and Competition 2013 yang diadakan oleh Fakultas Pendidikan Ekonomi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (Selasa/24/10/2013), diharapkan dapat menjawab semua tantangan ekonomi tersebut dan dijadikan langkah awal untuk pengembangan pengetahuan tentang ekonomi yang menjamin kesejahteraan bagi masyarakat.

Menteri Koperasi dan UKM Sjarifuddin Hasan sebagai pembicara dalam seminar ini, yang diwakilkan oleh deputinya,  menjelaskan tentang konsep koperasi dan unit-unit Usaha mikro yang diharapkan dapat menjadi langkah awal pengembangan ekonomi kemasyarakatan. Dalam pidatonya, beliau menghimbau agar para mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia dapat lebih aplikatif terhadap program Wirausaha Mahasiswa yang telah digagas oleh pemerintah.

Hadir pula sebagai pembicara Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Jawa Barat, Dr. H. Anton Gustoni, M.Si., yang pada kesempatan ini menjelaskan tentang penerapan konsep ekonomi dari prespektif Filantropi. “peran dan fungsi Filantropi ini sangat penting untuk diimplementasikan sebagai pola, sistem dan prinsip serta konsep filantropi ini merupakan ciri dari ekonomi Islam. Dan konsep filantropi ini sangat berperan nyata dalam demokrasi ekonomi sebagai alternatif mewujudkan keadilan sosial bagi masyarakat.” Ungkapnya.

DSC_0065Pada kesempatan lain dijelaskan pula secara lebih mendalam tentang konsep filantropi (Philantrophy) oleh Nuruddin Mhd Ali, M.A., M.Sc. Ia menjelaskan tentang makna Filantropi yang memiliki makna kasih sayang terhadap ummat manusia yang dilakukan untuk kemaslahatan publik dalam memperbaiki kualitas kehidupan yang sejahtera. “konsep filantropi ini telah ada sejak awal Islam dan merupakan teladan yang diajarkan Nabi Muhammad Saw dan para sahabatnya”. Tambahnya.

Konsep filantropi ini pada dasarnya mengajarkan umat manusia untuk tidak serakah. Pada hakikatnya konsep ini dalam penerapan aspek ekonomi dan keuangan,  dapat mengurangi kemiskinan dan memberikan sebuah stabilitas keuangan yang tidak memperkaya diri sendiri. Moch Muchlasin, Direktur Industri Keuangan non Bank Syariah Otoritas Jasa Keuangan (OJK), yang hadir sebagai pembicara juga membenarkan konsep ini untuk mendorong penerapan pertumbuhan ekonomi yang lebih sehat mengingat citra lembaga jasa keuangan dengan filantropi yang selalu dianggap bertolak belakang.DSC_0096

Dalam kegiatan SMART 2013, Prodi Pendidikan Ekonomi Fakultas Ekonomi dan Bisnis juga menggelar Olimpiade Ekonomi SMA/MA Se-Jawa Barat, Bazzar, dan Festival akustik & SICAS yang rencananya akan dilaksanakan hingga tanggal 26 September 2013. (Andri Yunardi)

DSC_0105