Sinergitas Lembaga, Mendorong Tikar Mendong ke Mekah

2

Bandung, UPI

UPI yang diwakili oleh tim Tim Pusat Pengkajian dan Pengembangan Kewirausahaan Kreatif (P3K2) yang dipimpin oleh Dr. Yudi Hendrayana, M.Kes diterima oleh Bupati Tasikmalaya Uu Ruzhanul Ulum, Rabu (18/9/2013) di Pendopo Bupati Tasikmalaya.

Kedatangan tim dari UPI yang diantaranya Dr. Yudi Hendrayana, M.Kes;  Dra. Leli Yulifar, M.Pd; Mayasari, SE, M.M; Drs. Maman Tocharman, M.Pd; Drs. Eka Nugraha, M.Kes; dan Dra. Sri Subekti, M.Pd untuk membahas implementasi program yang telah tercantum dalam nota kesepahaman antara UPI dan Pemerintahan kabupaten Tasikmalaya terkait Pengembangan Kewirausahaan Kreatif Wilayah Priangan Timur.

Dalam kesempatan tersebut Bupati Tasikmalaya sangat menyambut baik dengan adanya kerjasama ini dalam bidang kewirausahaan kreatif, yang akan melibatkan masyarakat dalam pembuatan Tikar Mendong Tasikmalaya sebagai kelengkapan pada pelaksanaan ibadah haji, sehingga akan mampu mendongkrak perekonomian.

DSC_0074Ia berharap, kerjasama ini mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat Tasikmalaya, tentunya dalam sektor ekonomi, oleh karena itu, diperlukan kerjasama dengan pihak perguruan tinggi dalam upaya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Tasikmalaya.

“Sebenarnya Tasikmalaya bukan hanya mempunyai kerajinan berbahan baku mendong saja, tetapi ada juga bahan kerajinan lainnya. Oleh karena itu, kedepannya bukan hanya kerajinan tikar mendong saja yang diekspor tetapi kerajinan yang lain pun agar disentuh, sebagai upaya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat tadi”, imbau Uu Ruzhanul.

Senada dengan Bupati Tasikmalaya, Dr. Yudi Hendrayana, M.Kes mengatakan bahwa berdasarkan penelitian mahasiswa KKN dari UPI, kabupaten Tasikmalaya memiliki potensi besar di bidang kewirausahaan kreatif, salah satunya dengan kerajianan Tikar Mendong yang bisa di ekspor ke Arab Saudi.

“Tikar Mendong yang dihasilkan oleh para pengrajin yang ada di Tasikmalaya bisa di ekspor ke Arab Saudi, sehingga dengan adanya tikar mendong ini bisa membantu mengangkat potensi alam yang ada di kabupaten Tasikmalaya”, ujar Yudi.

Sementara itu, menurut Dra. Leli Yulifar, M.Pd. selaku pelopor P3K2 mengatakan, terdapat peluang tentang peran dan kontribusi lembaga perguruan tinggi Indonesia dan Saudi Arabia dalam upaya penguatan penggunaan serat alam Tikar Mendong pada pelaksanaan ibadah haji.

Ia menginginkan agar pengrajin Tikar Mendong hasil karyanya bisa dipakai oleh jemaah Indonesia pada pelaksanaan ibadah haji. Pengguanaan Tikar Mendong sebagai kelengkapan pada pelaksanaan ibadah haji dikarenakan realitasnya terdapat sekitar 3 Juta jamaah haji sedunia berpotensi menimbulkan dampak lingkungan yang sangat besar terutama dampak dari sampah plastik. Karakteristik Tikar Mendong dengan bahan baku organik yang bersifat ramah lingkungan berpotensi  menimbulkan dampak positif bagi ekologi di Mekkah.

4Namun untuk bisa Tikar Mendong dijadikan salah satu perlengkapan ibadah haji diperlukan strategi yang cantik, karena akan terjadi persaingan untuk masuk ke Mekkah. Salah satu cara untuk bisa memuluskan program ini melalui diplomasi edukasi, dengan melibatkan peran perguruan tinggi antar dua negara untuk dijadikan sebuah penelitian, tambah dosen Sejarah UPI ini.

“Mari kita rapatkan barisan, dengan adanya MoU ini bukan hanya kesepakatan di atas kertas saja, tetapi yang terpenting adanya aksi sinergitas lembaga yang dilakukan oleh UPI dan Kabupaten Tasikmalaya”, tegas Leli. (Deny)

~ dilihat : 303 kali ~