Seminar Technology for the Poor

Indeks Berita


Seminar Technology for the Poor

Posted by admin on 2013-03-08 15:32:24

Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat Universitas Indonesia (DRPM UI) bekerja sama dengan Dompet Dhuafa mengadakan seminar setengah hari bertajuk “Technology for the Poor” pada Jumat (23/02) di Ruang Terapung Perpustakaan UI. Seminar ini terbagi dalam 2 sesi. Sesi pertama adalah presentasi panel yang mengambil tema “Best Practices Teknologi Tepat Guna”. Presentasi panel yang dimoderatori oleh Kepala Subdirektorat Pelayanan dan Pengabdian Masyarakat DRPM UI Dr.rer.nat, Agustino Zulys, M.Sc. ini menghadirkan 3 orang pemateri.

Pemateri yang pertama, Ir. Hadi Tresno Wibowo, M.T. dari FT UI yang mempresentasikan risetnya yang berjudul “Iptek bagi Masyarakat (IbM) Kelompok Usaha Nelayan Tradisional Desa Limbangan, Balongan, Indramayu”. Pada risetnya ini, dia menciptakan desain kapal berbahan plat baja yang mudah dan murah untuk diproduksi sehingga ke depan, para nelayan di Indonesia diharapkan mampu mempunyai kapal dan tidak lagi bergantung pada juragan-juragan pemilik kapal.

Pemateri yang kedua adalah Dr. Ir. Prastowo, M.Eng., Wakil Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) IPB. Pada kesempatan ini dia menunjukkan hasil riset IPB untuk kepentingan masyarakat. Dia juga menjelaskan bahwa riset pengabdian masyarakat di IPB bersandar pada empat prinsip, yakni riset harus berbasis inovasi; riset harus bertumpu pada keunggulan lokal, baik SDA maupun SDM; riset harus dijamin keberlanjutannya; serta riset harus mampu membentuk model yang dapat direplikasi.

Presenter terakhir dari presentasi panel ini adalah Yanu Endar Prasetyo, S.Sos., M.Si. dari Balai Besar Pengembangan Teknologi Tepat Guna (B2PTTG) LIPI. Dia menjelaskan peran lembaganya dalam menjalankan riset untuk masyarakat. Lembaga yang berdiri sejak tahun 1986 ini menekankan terciptanya teknologi tepat guna yang mudah diimplementasikan di masyarakat. Dalam mengimplementasikan teknologi tepat guna, pihaknya selalu melakukan empat tahap penting. Yang pertama adalah pendampingan, lalu dilakukan evaluasi, dan yang ketiga adalah interaksi keberlanjutan antara B2PTTG dan penerima bantuan, dalam hal ini masyarakat.

Sesi seminar selanjutnya adalah diskusi panel yang menghadirkan empat pembicara yakni Direktur DRPM UI Bachtiar Alam, Ph.D. yang membahas riset dan kaitannya dengan pengabdian masyarakat, Direktur Eksekutif Dompet Dhuafa Ahmad Juwaini yang menjelaskan program Dompet Dhuafa dalam pemberdayaan masyarakat, Senior Manager CSR PT Adaro Energy Ignatius Aryanto yang menunjukkan peran swasta dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat, serta yang terakhir Ketua Masyarakat Nano Indonesia Dr. Nurul Taufiqu Rochman. Nurul menjelaskan peran inovasi teknologi, terutama teknologi nano untuk pemberdayaan masyarakat. Teknologi nano adalah sebuah teknologi yang mengembangkan pemanfaatan partikel sangat kecil, 1 per satu milyar meter. Menurut dia, Indonesia sendiri mempunyai sumber daya yang sangat potensial untuk pengembangan teknologi nano. (IRH)

~ dilihat : 360 kali ~