Sebanyak 161 Peserta SM3T Dilepas Rektor UPI Ke Daerah 3T

3Bandung, UPI

Sebanyak 161 peserta program SM3T (Sarjana Mendidik di Daerah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal) dilepas oleh Rektor UPI Prof. Sunaryo Kartadinata, M.Pd usai mengikuti pembekalan prakondisi, Kamis (12/9/2013) di Gedung Kebudayaan UPI Jln. Dr. Setiabudhi No 229 Bandung.

Para peserta SM3T tersebut, akan bertugas menjadi guru selama satu tahun di daerah kabupaten yang termasuk kategori daerah 3T (Terdepan,Terluar, dan Tertinggal), diantaranya Kabupaten Aceh Timur, Kabupaten Kupang dan Kabupaten Kepulauan Anambas.

Pelaksanaan program SM3T tahun ini, menurut Prof. Dr. Hj. Tjutju Yuniarsih, M.Pd selaku ketua pelaksana menjelaskan, para peserta program SM-3T angkatan ke 3 ini diikuti oleh 161 peserta baik dari lulusan UPI, UNY dan UM,  yang akan ditugaskan selama satu tahun di Kabupaten Aceh Timur sebanyak 91 orang, di Kabupaten Kupang sebanyak 50 orang dan di Kabupaten Kepulauan Anambas sebanyak 20 orang.

Disampaikan Prof. Tjutju, para perserta SM3T, sebelum diterjunkan ke daerah sasaran dilakukan  kegiatan pembekalan pra kondisi (pembekalan akademik dan non akademik) selama 12 hari yang meliputi pembekalan pengetahuan kurikulum, pelatihan keterampilan sosial kemasyarakatan; pembinaan mental, motivasi dan survival; serta kepramukaan4

“Setelah melaksanakan program pengabdian SM3T,  pemerintah akan memberikan penghargaan berupa program untuk mengikuti  Pendidikan Profesi Guru (PPG) sesuai program yang ditawarkan masing-masing program studi dan didanai oleh pemerintah.  Dan setelah dinyatakan lulus dari PPG, mereka harus siap ditempatkan di seluruh Indonesia”, pungkas Prof. Tjutju Yuniarsih.

Sementara itu, Rektor UPI menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada para peserta SM3T atas bakti yang akan diemban selama bertugas di daerah sasaran. Dalam menjalani tugas diperlukan tekad, keberanian, semangat yang luar biasa, serta keikhlasan dan keyakinan sehingga bisa memberikan yang terbaik bagi masyarakat khususnya bangsa. Semua ini akan menjadikan sebuah pengalaman yang berarti, terutama dalam merubah pola hidup para peserta.

“Pengalaman baru akan anda tempuh, saya yakin pengalaman tersebut akan merubah pola hidup anda, yang tadinya manja akan menjadi mandiri, karena anda akan memasuki situasi yang nyata. Pengalaman seperti ini tidak didapatkan di lingkungan kampus, justru pengalaman yang sesungguhnya ada di program SM3T ini”, kata Prof. Sunaryo.

2Ia berharap selama menjalankan tugas untuk menjaga nama baik almamater, serta menjalin komunikasi yang baik dengan LPTK lain. Tentunya dengan komunikasi tersebut semata-mata upaya untuk mencerdaskan anak bangsa dalam meningkatkan mutu pendidikan yang berkulaitas.

“Sebagai seorang guru, anda akan dipandang oleh masyarakat sebagai figur yang memiliki pengetahuan yang luas dan figur yang segala bisa, oleh karena itu, Anda dituntut untuk mampu membantu masyarakat dalam memecahkan masalah yang dihadapi oleh masyarakat”, tambah Rektor UPI. (Deny Nurahmat)