Potensi Besar Indonesia di Era Pertumbuhan Ekonomi Digital

IMG_8448

Selasa (9/2/2016), Pusat Kajian Wilayah Amerika Universitas Indonesia (KWA UI) menggelar Kuliah Umum Duta Besar Amerika H.E Robert O. Blake Jr dengan tajuk “Innovation and The Digital Economy” di Balai Sidang Universitas Indonesia.

Dewasa ini teknologi digital merupakan salah satu pencapaian terbesar yang pernah dicapai dunia. Hal ini dapat ditunjukkan dari perannya yang sangat besar di hampir semua aktivitas masyarakat modern. Kemajuan teknologi digital ibarat pedang bermata dua, di satu sisi memberikan keuntungan, di sisi lainnya memberikan dampak negatif.

Teknologi digital, dalam hal ini media sosial merupakan bagian tidak terpisahkan dari kehidupan manusia di seluruh dunia. Robert Blake mengungkapkan sekitar 85 juta orang Indonesia online setiap harinya. Dengan kuantitas pengguna media sosial yang begitu besar menjadikan Indonesia berpotensi untuk berjaya dalam pertumbuhan ekonomi digital.

Robert Blake mencontohkan potensi tersebut tercermin dari keberhasilan Go-Jek yang menjadi alternatif transportasi dalam mengurai kemacetan di Indonesia dengan aplikasinya. Di samping itu, Robert Blake menilai generasi muda Indonesia memiliki kreativitas dan berbakat di bidang start-up, yang menurut Robert Blake, membuatnya menjadi lirikan investor asing.

Kreativitas tersebut juga tercermin dengan berbagai hasil karya anak negeri yang tampil di berbagai kompetisi. Bahkan, dalam pemaparannya Robert Blake menyatakan Indonesia dengan generasi mudanya, dapat melahirkan individu-individu baru yang mampu menciptakan berbagai inovasi di bidang teknologi digital, Indonesia pun memiliki potensi melahirkan orang-orang seperti Steve Jobs, Bill Gates dan Mark Zuckerberg.

Di balik berbagai sisi positif itu, di dalam sesi tanya jawab Robert Blake menyatakan terdapat dampak negatif dari pertumbuhan teknologi digital. Robert Blake mengungkapkan salah satu dampak negatif kemajuan teknologi digital ini adalah penyebaran paham terorisme oleh kelompok-kelompok teror melalui berbagai sarana seperti Youtube dan Twitter.

Sisi negatif tersebut merupakan salah satu tantangan yang dihadapi oleh Indonesia. Namun, menurut Robert Blake, tantangan tersebut ditangani dengan sangat baik oleh pemerintah Indonesia, serta oleh elemen masyarakat seperti organisasi agama dan lembaga pendidikan.