Peran Guru Mewujudkan Indonesia Emas 2045

ppg 1Bandung, UPI

Dalam menyongsong Indonesia Emas di tahun 2045 atau yang sering disebut dengan generasi emas Indonesia 2045 peran pendidikan menjadi penting. Sehingga diperlukan manajemen tenaga pendidikan yang profesional.

“Untuk mewujudkan generasi emas, seorang pendidik dan tenaga kependidikan harus memiliki jiwa profesional yang berkarakter dan inovatif, serta bisa menjadi teladan. Oleh karena itu, melalui pendidikan diperlukan manusia Indonesia masa depan untuk menjadi warga negara yang beriman, bertakwa, cerdas, komperatif, kompetitif, sehingga mampu menjadi teladan bagi bangsa,” kata Prof. Furqan, Ph.D saat memberikan kuliah umum Orientasi Program PPG SM3T, Kamis (28/2/2013) di Gedung Kebudayaan Kampus UPI Jl. Dr. Setiabudhi No. 229 Bandung.

Menurut Pembantu Rektor UPI Bidang Akademik dan Hubungan Internasional ini,  dalam membentuk manusia yang sempurna setidaknya teradapat empat yang mempengaruhi diantaranya olah otak, olah rasa, olah hati, dan olah raga, olah otak berarti memiliki tingkat kecerdasan yang tinggi, olah raga berarti mempunyai fisik yang sehat, ditambah dengan hati yang beriman serta mempunyai rasa mengapresiasi yang baik.

Gambaran sosok manusia Indonesia generasi 2045 harus menjadi pijakan dan cantolan upaya pendidikan, dan pendidikan akan memainkan peran baru dalam perspektif pengembangan sosok generasi 2045. Peran baru pendidikan harus diikuti dengan profesionalisme guru, yang kunci utamanya terletak pada guru dan pendidikan guru yang bermutu.ppg 3

Dikatakan Prof. Furqan, peran guru yang baik mempunyai pengaruh yang besar bagi prestasi siswa, yaitu 30% prestasi siswa dibentuk melalui guru yang profesional, walaupun karakter siswa sendiri yang mempunyai presentase yang besar dalam keberhasilan seorang siswa, tetapi perlu diperhatikan andil seorang guru sangat besar.

“Seorang guru sangat menentukan sekali, sebagus apapun gedung sekolahnya atau selengkap apapun fasilitas yang terdapat di sekolah, tetap saja faktor guru yang profesional yang dapat mendorong keberhasilan siswa, sementara sekolah hanya sedikit pengaruhnya,” ujar Prof. Furqan.

Ia menegaskan agar seorang guru itu mengajar dengan hati, artinya ilmu pengetahuan yang akan ditanamkan kepada siswa harus sudah tertanam dalam hati seorang guru, sehingga nantinya proses belajar mengajar bukan lagi mentransfer ilmu yang ada dalam buku melainkan ada kesan yang membekas.

Lebih lanjut Prof. Furqan menyampaikan ada kekhawatiran dalam menyongsong Indonesia Emas 2045, kekhawatiran tersebut ialah dalam menjalankan roda perekonomian bangsa jangan sampai dikendalikan oleh warga asing, justru harus sebaliknya.

Dengan demikian, kunci utamanya adalah pendidikan, oleh karena itu, diperlukan komitmen yang tinggi dalam mengembangkan mutu pendidikan serta peranan guru yang bermutu dalam mewujudkan itu semua. (Deni)

ppg 2

~ dilihat : 3253 kali ~