Pengalaman Mengesankan di Daerah Rawan Bencana

BDSG - WASEND

Laporan Lucki Rahman

Disaster Risk Reduction (DRR) atau dapat kita sebut sebagai Pengurangan Resiko Bencana  (PRB) merupakan salah satu hal yang terkadang terlupakan dan tak banyak orang tahu, terutama bagi mereka yang tidak berada di daerah rawan bencana. Meskipun begitu, sejatinya kita harus siaga dalam segala hal untuk menghadapi kemungkinan bencana yang akan terjadi, karena kita tak pernah tahu kapan bencana itu akan datang. Hal tersebut merupakan salah satu fokus kegiatan dari para pemuda yang tergabung dalam Bandung Disaster Study Group (BDSG) yang diinisiasi oleh para mahasiswa dan dosen ITB. Namun dalam kasusnya kita butuh sharing knowledge terutama dari negeri rawan bencana seperti Jepang dengan berbagai teknologinya. Akhirnya komunitas ini menjalin kerjasama dengan WASEDA University di Jepang untuk mengadakan kegiatan pertukaran pemuda dalam hal PRB, dan pada tahun ini kota Yogyakarta merupakan salah satu fokusnya.

Adalah Lucki Hersya Rachman mahasiswa UPI jurusan Pendidikan Ilmu Komputer, berhasil lolos seleksi untuk mengikuti acara ini sebagai homestay buddy. Dengan mengikuti kegiatan ini menjadi salah satu jembatan bagi mahasiswa UPI untuk ikut aktif tergabung dalam organisasi yang fokus pada pra bencana ini, karena “seberuntugnya seseorang, lebih beruntung orang yang penuh persiapan”. Program ini telah banyak membuka mata hati para peserta, menjalani aktivitas selama 6 hari penuh di Yogyakarta menjadi salah satu pengalaman yang tak dapat lupakan begitu saja.

LuckiAdapun aktivitas yang dilakukan selama enam hari tersebut yaitu, hari pertama para anggota BDSG dan WASEND berkumpul di kota Bandung untuk melakukan briefing yang cukup memakan waktu, agar mendapatkan hasil yang maksimal dengan kata pengantar global yaitu Bahasa Inggris tentunya. Sore hari mereka berangkat ke stasiun radio Gema Merapi yang sangat dekat dengan gunung Merapi dan berkunjung ke Museum Merapi melihat jejak-jejak yang disebabkan oleh erupsi terakhir di tahun 2010 lalu.

Dihari kedua, mereka berkunjung ke Pusat Studi Bencana Universitas Gajah Mada (UGM) untuk melihat riset apa saja yang telah dilakukan, dan berkunjung ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Yogyakarta untuk berdiskusi mengenai penanggulangan bencana. Setelah melakukan kunjungan, para peserta melakukan homestay masing-masing 2 mahasiswa asal Jepang dan 1 mahasiswa asal Indonesia di rumah warga dan melakukan pendekatan kepada keluarga agar melakukan PRB dan menyiapkan emergency bag. Pada hari berikutnya mereka berkunjung ke Sekolah Dasar Parangtritis yang dekat dengan pesisir pantai. Mereka melakukan PRB kepada siswa, dengan memaparkan simulasi tsunami dengan bahan yang telah disiapkan, serta melakukan pertunjukan boneka untuk memaparkan tentang Gempa Bumi.

Kegiatan sore hari, berlanjut ke Geospasial daerah pesisir Parangtritis untuk melihat keajaiban yang dimiliki pesisir tersebut. Hari minggu yang merupakan hari keluarga, mahasiswa yang melakukan homestay tinggal sehari penuh di rumah untuk menganalisa rumah dan melakukan PRB di rumah tersebut.

Merapi RadioMerupakan salah satu pengalaman yang tak dapat tergantikan, bekerjasama dengan mahasiswa asing melakukan PRB di negeri kita sendiri, yang mungkin kebanyakan dari kita belum mengetahui apa PRB itu sendiri. Dan acara ini selanjutnya akan dilakukan di Jepang, tepatnya di bulan Februari 2014, gabungan mahasiswa yang terhimpun di BDSG ini akan berangkat ke Jepang, mohon do’a nya agar aktivitas yang kami lakukan ini lancar tidak ada kendala.

~ dilihat : 274 kali ~