Pengabdian Masyarakat BEM FT UI: Desa Energi

Indeks Berita


Pengabdian Masyarakat BEM FT UI: Desa Energi

Posted by humas-ui on 2013-10-23 11:25:42

Bila bentuk pengabdian masyarakat badan eksekutif mahasiswa (BEM) biasa dilakukan dengan sebuah program sosial , ada yang berbeda dengan program sosial yang dilakukan oleh Departemen Sosial Masyarakat BEM FT UI dengan program Desa Energinya. Desa energi adalah sebuah program desa binaan yang sudah dilakukan sejak April 2012 dan mengambil lokasi di Kampung Nyomplong, Desa Curug Bitung, Kabupaten Bogor. Program ini berfokus pada pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) bagi masyarakat desa tersebut, karena itulah program desa binaan ini mendapat nama Desa Energi karena memang fokus utamanya berpusat pada pengadaan PLTMH.

PLTMH adalah istilah yang digunakan untuk instalasi pembangkit listrik yang menggunakan energi air. Pembangkit Listrik Mikro Hidro (PLTMH) ini mempunyai banyak keuntungan, diantara lain adalah biaya produksinya yang tidak memakan biaya terlalu besar karena tidak menggunakan bahan bakar fosil sama sekali. Rizki Dwi Saputro (Steering Committee Desa Energi) mengharapkan listrik yang dihasilkan oleh PLTMH ini nantinya dapat dimanfaatkan oleh masyarakat Desa Curug untuk mendukung kegiatan-kegiatan produktif yang dapat menjadi penghasilan bagi mereka. “Misalnya, listrik PLTMH dimanfaatkan untuk menggerakkan mesin pengering dan penggiling gabah padi untuk memicu pertumbuhan industri pertanian berskala kecil pada daerah tersebut. Atau bisa juga listrik PLTMH dimanfaatkan untuk menggerakan mesin jahit untuk memicu pertumbuhan industri tekstil berskala rumah tangga,” ujarnya. Visi dari program ini adalah menciptakan masyarakat yang berdaya dengan pemenuhan kebutuhan energi mandiri.

Alasan pemilihan Desa Curug sendiri adalah karena tidak adanya listrik yang mengalir di desa tersebut karena jauhnya lokasi desa dari sumber listrik PLN. Selain itu, karena letaknya yang jauh dari pusat perkembangan daerah, Desa Curug Bitung memiliki fasilitas pendidikan yang sangat terbatas, yaitu hanya sampai tingkat SMP/MTs saja. Hal tersebut menyebabkan mayoritas penduduknya hanya tamatan SD dan SMP.
Dalam program Desa Binaan ini, masyarakat setempat juga diberikan bekal untuk merawat PLTMH serta mengelola iuran dari listrik hasil PLTMH untuk mengembangkan perekonomian desa. Sedangkan untuk masalah pendidikan terdapat program lain, “Untuk masalah pendidikan kami mengadakan program Rumah Kreatif, di mana warga desa dapat meningkatkan wawasannya dengan berbagai buku pelajaran yang kami sediakan di dalam rumah tersebut,” jelasnya.

Memasuki tahun keduanya, saat ini Desa Energi ini telah masuk ke tahap pendekatan dan sosialisasi. “Perjalanan desa energi ini sendiri masih panjang karena masih harus melalui tahap perencanaan PLTM, implementasi, pelatihan, dan terakhir pengembangan desa,” jelasnya. Kesulitan yang selama ini dihadapi datang dari dua hal, yaitu masalah perizinan dan dukungan dana. “Kami kesulitan dalam masalah perizinan tanah untuk membangun PLTMH ini, karena rumit dan lamanya birokrasi yang ada. Sedangkan masalah kedua adalah pada masa dana. Kami sempat kesulitan dalam mendapatkan dana dari pihak internal UI sendiri, namun masalah ini tahun ini sudah terpecahkan karena di tahun ini kami mendapatkan sponsor dari Indonesia Power dan Iluni FT UI,” ujarnya. Dengan adanya dukungan dana ini kedepannya pihak BEM FT berharap bahwa tahap-tahap selanjutnya dapat lebih lancar dan cepat terlaksana. (WND)