Pembukaan Pertemuan Mahasiswa Hubungan Internasional se-Indonesia ke XXV

Indeks Berita


Pembukaan Pertemuan Mahasiswa Hubungan Internasional se-Indonesia ke XXV

Posted by humas-ui on 2013-11-26 10:10:39

Senin (25/11), Pertemuan Nasional Mahasiswa Hubungan Internasional se-Indonesia kembali dihelat pada kali ke 25. Universitas Indonesia yang ditunjuk sebagai tuan rumah pertemuan kali ini mengundang 228 peserta yang berasal dari 30 universitas dari seluruh Indonesia.

Acara yang diselenggarakan di Auditorium Pusat Studi Jepang UI ini mengangkat tema “Probing The Pledge of Nationalism in Indonesia for Foreign Policy”. Menurut Ketua Pelaksana Acara Muhammad Fadel, pemilihan tema pertemuan kali ini didasari oleh berbagai kebijakan politik luar negeri Republik Indonesia yang semestinya didasarkan pada kepentingan nasional.

Pertemuan diselenggarakan hingga 29 November mendatang dan diisi empat mata acara, diantaranya sidang forum, diskusi ilmuah, short diplomatic course dan joint statement forum. Peserta juga akan dibagi dalam grup diskusi kecil untuk berdiskusi dalam beragam fokus isu internasional.

Apresiasi setinggi-tinggi kepada seluruh panitia dan peserta diungkapkan Evi Fitriani, Ph.D. Kepala Departemen Ilmu Hubungan Internasional FISIP UI. Evi yang juga menjadi peserta acara serupa 22 tahun lalu mengemukakan manfaat besar yang diperolehnya ketika mengikuti seluruh rangkaian acara. Evi berpesan agar mahasiswa mendalami tema yang diangkat pada pertemuan kali ini agar mampu menghasilkan sumbangan ilmiah bagi perkembangan Ilmu Hubungan Internasional di Indonesia.

Pesan serupa juga disampaikan Wakil Dekan FISIP Edi Prasetiono, Ph.D. Edi menyatakan harapannya kepada peserta agar senantiasa mengambil tolok analisa kepentingan Indonesia yang dikaitkan dengan dinamika politik global yang begitu kompleks.

Akhir acara diisi keynote speech oleh Pitono Purnomo, Kepala Bagian Pengkajian dan Pengembangan Kebijakan Kementerian Luar Negeri. Pitono mengemukakan sembilan hal yang menjadi prioritas politik luar negeri Republik Indonesia. Prioritas itu antara lain Penajaman kerja sama bilateral dengan negara sahabat pada bidang ekonomi, pertahanan, kesehatan, pangan, energi dan lingkungan hidup, diplomasi ekonomi berupa perluasan pasar non tradisional di luar negeri, penyelesaian sengketa perbatasan dengan negara tetangga, perlindungan warga negara Indonesia dan Tenaga Kerja Indonesia di luar negeri, upaya perdamaian dan stabilitas kawasan, konsolidasi dan penguatan bidang hak asasi manusia di tingkat global, penguatan pertumbuhan ekonomi di tingkat kawasan, stabilitas pertahanan dan keamanan global, dan mendorong tatanan ekonomi dunia yang berkeadilan. (RIM)