Paragita Wakili Indonesia di Andrea O. Veneracion International Choir Festival Manila 2013

Indeks Berita


Paragita Wakili Indonesia di Andrea O. Veneracion International Choir Festival Manila 2013

Posted by humas-ui on 2013-07-26 13:18:31

Paduan Suara Mahasiswa Universitas Indonesia (PSM UI) Paragita akan kembali mewakili Indonesia dalam 1st Andrea O. Veneracion International Choir Festival di Manila, Filipina pada 7-10 Agustus 2013 mendatang. Andrea O. Veneracion International Choir Festival adalah kompetisi yang diselenggarakan oleh The Central Cultural of Philippines (Pusat Kebudayaan Filipina) bekerja sama dengan paduan suara terkemuka dunia saat ini, yaitu The Philippines Madrigal Singers atau yang dikenal dengan MADZ.

Dalam kompetisi ini, Paragita menjadi satu-satunya paduan suara dari Indonesia yang lolos melalui audisi rekaman dan menjadi satu dari dua puluh paduan suara yang lolos dari tujuh negara peserta kompetisi. Tujuh negara tersebut yaitu, Filipina, Indonesia, Singapura, Korea Selatan, Thailand, Kolombia, dan Taiwan. Mereka akan bersaing dalam tiga kategori, yaitu chamber choir (paduan suara campuran), vocal ensemble, dan folksong (lagu rakyat).

Dalam kompetisi tersebut, Paragita akan mengikuti kategori chamber choir . “Kali ini, tantangan utama bagi Paragita adalah membawakan lagu wajib berbahasa Kalingga, suatu daerah di utara Filipina, dengan pesaing yang kebanyakan paduan suara lokal,” ujar Aning Katamsi selaku Music Director PSM UI Paragita.

Kompetisi yang digelar untuk memperingati lima puluh tahun paduan suara kebanggaan Filipina, The Philippines Madrigal Singers ini, akan mengundang lima juri dari lima benua. Kelima juri tersebut datang dari Amerika Serikat, Afrika Selatan, Swedia, Argentina, dan tentu dari Filipina selaku perwakilan Asia. “Tentunya kami harus bisa menampilkan sesuatu yang extraordinary supaya kami bisa mencuri perhatian para juri nantinya,” kata Aning.

Selain membawakan lagu wajib, masing-masing peserta juga harus membawakan beberapa lagu lain. “Peserta dituntut membawakan lagu dari tiga periode jaman (renaissance, romantik, dan modern) yang tentunya memiliki gaya dan karakter yang sangat berbeda,” ujar Aning. Ia berharap Paragita bisa mengharumkan nama Indonesia tahun ini. “Mudah-mudahan kali ini pun Paragita bisa berjaya di kompetisi ini,” ujarnya.

Selain mengikuti kompetisi, PSM UI Paragita juga akan menggelar konser misi budaya di Filipina. “Pada tanggal 11 Agustus nanti, kami juga akan menggelar konser di Bulacan, Filipina,” ujar Ketua PSM Paragita UI Grita Aninda. Dalam konser tersebut, Paragita akan menampilkan beberapa lagu daerah dalam bentuk aransemen paduan suara.

Menjelang keberangkatan, Paragita UI menggelar konser pamit “Another Breakthrough” pada Minggu, 14 Juli 2013. Pergelaran ini menjadi ajang unjuk gigi paduan suara mahasiswa yang telah didirikan sejak 1983 tersebut. Dengan Agus Yuwono sebagai dirigen, PSM UI Paragita menampilkan empat lagu yang akan dibawakan dalam kompetisi, serta tiga buah aransemen paduan suara lagu rakyat Indonesia. Pada babak pembuka konser, para undangan akan disuguhi penampilan tujuh solois anggota PSM UI Paragita yang akan membawakan lagu-lagu aria dan juga lagu era romantik.

Pada kesempatan ini, Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri dari Kementerian Perdagangan Republik Indonesia Srie Agustina juga menyempatkan diri untuk hadir mewakili Menteri Perdagangan Gita Wirjawan. Ia melepas keberangkatan 31 penyanyi dan satu dirigenPSM UI Paragita melalui sambutannya.

Paragita, papar Grita, punya alasan sendiri memilih “Another Breakthrough” sebagai tema program kompetisi dan misi budaya tahun ini. “Karena kami berlaga di Filipina, otomatis akan bertemu dengan banyak lawan dari Asia. Ini memberikan warna baru bagi kami,” ujar Grita.

Selama ini, Paragita rutin mengikuti kompetisi di luar negeri, terutama di Eropa. Tahun lalu, Paragita berhasil meraih kusala khusus untuk interpretasi lagu wajib terbaik dalam kompetisi prestisius Bela Bartok Choir Competition di Debrecen, Hungaria. Sebelumnya, pada tahun 2009 Paragita juga berhasil menyabet gelar juara pertama kategori lagu klasik dan juara ketiga di kategori lagu rakyat pada Internationaler Chorwettbewerb di Spittal an Der Drau, Austria. (Humas Paragita)